Breaking News

Pontianak

SatuMu Jadi Instrumen Penguatan Cabang dan Ranting Muhammadiyah di Kalbar

badge-check

SatuMu Jadi Instrumen Penguatan Cabang dan Ranting Muhammadiyah di Kalbar Perbesar

Gagasankalbar.com – Sebanyak 49 peserta dari 14 Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kabupaten/kota se-Kalimantan Barat mengikuti Training of Trainer (ToT) Satu Data Muhammadiyah (SatuMu) yang digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Barat di Ruang Garuda BPMP Kalimantan Barat, Jumat-Sabtu, 5-6 Juni 2026.

Peserta yang terdiri atas ketua, sekretaris, agen, dan verifikator tersebut mendapatkan pembekalan terkait implementasi sistem data Muhammadiyah yang terintegrasi. Kegiatan yang diselenggarakan bersama oleh Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) serta Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCR-PM) PWM Kalbar ini dibuka oleh Ketua PWM Kalbar, Pabali Musa, pada Jumat malam dan ditutup pada Sabtu malam.

Salah satu materi yang menjadi perhatian peserta adalah sesi bertema “Kebijakan Pengembangan Cabang dan Ranting serta Pembinaan Masjid Muhammadiyah di Kalimantan Barat” yang disampaikan Wakil Sekretaris PWM Kalbar sekaligus Pembina LPCR-PM Kalbar, Uray M. Amin.

Dalam pemaparannya, Uray menegaskan bahwa program SatuMu tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pendataan organisasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam strategi penguatan cabang dan ranting Muhammadiyah di Kalimantan Barat.

Menurutnya, cabang dan ranting yang kuat membutuhkan amal usaha sebagai penopang gerakan. Namun tidak semua cabang dan ranting memiliki kemampuan untuk mendirikan sekolah, perguruan tinggi, atau amal usaha lainnya. Karena itu, masjid menjadi pilihan yang paling realistis sekaligus strategis untuk dikembangkan.

“Tidak semua cabang dan ranting memiliki kemampuan untuk mendirikan sekolah atau amal usaha lainnya. Namun, masjid merupakan amal usaha yang paling minimal sekaligus paling maksimal untuk dikembangkan karena dapat menjadi pusat pembinaan umat dan penguatan organisasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan data yang akurat melalui SatuMu akan memudahkan Muhammadiyah dalam memetakan potensi organisasi, menyusun program, serta mengembangkan pelayanan kepada masyarakat secara lebih efektif dan tepat sasaran.

Lebih lanjut, Uray menekankan bahwa masjid Muhammadiyah memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar tempat ibadah. Masjid juga harus menjadi pusat dakwah, pemberdayaan sosial, dan penguatan ekonomi umat.

“Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pelayanan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan kehidupan berjamaah,” katanya.

Sebagai contoh, ia menyebutkan program pemberdayaan yang dijalankan oleh Kantor Layanan Lazismu Masjid At-Tanwir Pusat Dakwah PWM Kalbar. Saat ini terdapat 31 kepala keluarga yang menjadi penerima manfaat, terdiri atas tiga kepala keluarga penerima santunan dan 28 kepala keluarga penerima subsidi.

Menurutnya, keberhasilan dakwah Muhammadiyah tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan keagamaan yang dilaksanakan, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan solusi bagi persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan SatuMu secara optimal di daerah masing-masing sekaligus memperkuat pengembangan cabang, ranting, dan pembinaan masjid sebagai basis utama gerakan Muhammadiyah di Kalimantan Barat.

Angle ini lebih kuat karena mengaitkan SatuMu dengan tujuan strategis Muhammadiyah, yakni penguatan cabang, ranting, dan fungsi masjid sebagai pusat pemberdayaan umat, bukan sekadar pelatihan pendataan.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Tim SAR Gabungan Temukan Anak Tenggelam di Sungai Kapuas, Korban Diserahkan kepada Keluarga

30 Sep 2026 - 02:44 WIB

Tim SAR Gabungan Temukan Anak Tenggelam di Sungai Kapuas, Korban Diserahkan kepada Keluarga

Mahasiswa Bagikan Masker di Bundaran Digulis Saat Kabut Asap

28 Sep 2026 - 03:11 WIB

Mahasiswa Bagikan Masker di Bundaran Digulis Saat Kabut Asap

Milad KOHATI ke-60, KOHATI HMI Cabang Pontianak Gelar Sosialisasi Pembatasan Gawai pada Anak

26 Sep 2026 - 01:52 WIB

Milad KOHATI ke-60, KOHATI HMI Cabang Pontianak Gelar Sosialisasi Pembatasan Gawai pada Anak

PAK MABA Jadi Panggung Kritik, BEM UM Pontianak Sentil Fasilitas Kampus

23 Sep 2026 - 09:20 WIB

PAK MABA Jadi Panggung Kritik, BEM UM Pontianak Sentil Fasilitas Kampus

HMI dan KOHATI Cabang Pontianak Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga

23 Sep 2026 - 08:49 WIB

HMI dan KOHATI Cabang Pontianak Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga
Trending di Pontianak