Gagasankalbar.com — Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia (DPD REI) Kalimantan Barat menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, Maruarar Sirait, ke Kota Pontianak dan Singkawang.
Ketua DPD REI Kalimantan Barat, Baharudin, menilai kunjungan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat dalam mendorong percepatan pembangunan perumahan di daerah, khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kalimantan Barat.
“Kami menyambut baik kunjungan Bapak Menteri sebagai wujud komitmen pemerintah dalam mempercepat realisasi program perumahan rakyat,” ujar Baharudin.
Menurutnya, Kalimantan Barat masih menghadapi tantangan backlog perumahan yang cukup besar sehingga diperlukan dukungan kebijakan yang kuat dari pemerintah pusat.
“Kalimantan Barat masih memiliki angka backlog yang cukup besar. Karena itu diperlukan dukungan kebijakan, kemudahan perizinan, serta kepastian kuota pembiayaan seperti FLPP agar pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat terus meningkat,” katanya.
Baharudin menambahkan, DPD REI Kalbar berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, serta seluruh pemangku kepentingan guna mendukung program nasional pembangunan perumahan.
Ia juga menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam meningkatkan pembangunan perumahan di Kalimantan Barat.
“Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimis pembangunan perumahan di Kalimantan Barat dapat terus meningkat sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan penyerapan tenaga kerja,” jelasnya.
DPD REI Kalbar menegaskan kesiapannya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung penyediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat.










