Menu

Mode Gelap
Bawaslu Kubu Raya Awasi Pelaksanaan Coktas Triwulan I 2026 di Empat Kecamatan FGD Ramadhan di Polres Ketapang, Mahasiswa Soroti Penguatan Keamanan di Wilayah Pedesaan DPD REI Kalbar Apresiasi Kunjungan Menteri PKP ke Pontianak dan Singkawang Setahun Kepemimpinan Sujiwo–Sukiryanto, Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Nilai Kinerja Sangat Baik Karhutla Kembali Muncul di Kubu Raya, Petugas Tetap Berjibaku Padamkan Api Meski Berpuasa Pemuda Katolik Kubu Raya Apresiasi Kunjungan Menteri PKP dan Bantuan Pembangunan Gereja Santo Petrus dan Paulus

Kubu Raya

Diskusi P4GN di Rasau Jaya Satu Tekankan Pentingnya Aktivitas Positif bagi Generasi Emas

badge-check


					Diskusi P4GN di Rasau Jaya Satu Tekankan Pentingnya Aktivitas Positif bagi Generasi Emas Perbesar

Gagasankalbar.com — Pemerintah Desa Rasau Jaya Satu bersama Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Indonesia Anti Narkoba (DPD GIAN) Kabupaten Kubu Raya menggelar Diskusi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) bertema “Generasi Emas, Cerdas Memilih Aktivitas Positif”. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa pagi ini diikuti oleh siswa SMA/SMK sederajat se-Desa Rasau Jaya Satu Selasa 9 Desember 2025

Acara dibuka langsung oleh Kepala Desa Rasau Jaya Satu, Suwono, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kolaborasi ini. Ia menegaskan pentingnya edukasi sejak dini agar para remaja memiliki pemahaman yang benar terkait bahaya narkotika.

Ketua DPD GIAN Kubu Raya dalam paparannya menjelaskan bahwa remaja adalah kelompok yang paling rentan terhadap penyalahgunaan narkotika. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari aspek biologis hingga kondisi lingkungan sosial.

“Remaja berada pada fase perkembangan yang secara biologis, psikologis, dan sosial membuat mereka mudah terpengaruh. Ada setidaknya sepuluh faktor utama yang mendorong kerentanan ini,” jelasnya.

Adapun sepuluh faktor tersebut meliputi:

1. Perkembangan otak yang belum matang

2. Tekanan teman sebaya (peer pressure)

3. Pencarian jati diri

4. Kondisi emosional yang tidak stabil

5. Kurangnya informasi yang benar

6. Paparan media sosial

7. Masalah keluarga

8. Akses yang relatif mudah

9. Minimnya aktivitas positif

10. Faktor genetik dan psikologis

Lebih lanjut, penggiat anti narkotika yang tergabung dalam DPD GIAN Kubu Raya itu menekankan bahwa pencegahan paling efektif bukan hanya memberi tahu bahaya narkoba, tetapi juga mengisi kehidupan remaja dengan kegiatan yang bermakna.

“Saya selalu percaya bahwa cara paling efektif mencegah siswa terjerumus bukan hanya dengan mengatakan bahwa narkoba itu berbahaya, tetapi dengan mengisi hidup mereka dengan aktivitas positif yang membuat mereka merasa berharga, diterima, dan memiliki tujuan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa siswa yang aktif mengikuti kegiatan positif seperti olahraga, seni, organisasi sekolah, kegiatan keagamaan, hingga aksi sosial cenderung tidak mencari pelarian ke arah yang negatif.

“Aktivitas positif bukan sekadar mengisi waktu, tetapi memberi ruang bagi mereka untuk mengekspresikan diri, membangun kepercayaan diri, dan menemukan lingkungan yang sehat,” tambahnya.

Contoh konkret disampaikan, seperti manfaat olahraga yang dapat menjaga fisik dan mental tetap stabil, serta kegiatan organisasi seperti OSIS atau pramuka yang dapat membangun tanggung jawab dan komunitas yang positif. Bahkan aktivitas sederhana seperti klub musik atau menggambar dapat menjadi tempat aman bagi siswa yang sedang mencari jati diri.

“Dari pengalaman saya, siswa yang memiliki kegiatan positif dan lingkungan pertemanan yang sehat jauh lebih terlindungi. Mereka tidak mudah terpengaruh ajakan negatif karena sudah menemukan tempat yang membuat mereka merasa dihargai,” ujarnya.

Kegiatan P4GN ini diharapkan mampu menciptakan pemahaman baru bagi para siswa tentang pentingnya memilih lingkungan dan aktivitas yang membawa dampak baik bagi masa depan mereka.

Menutup sesi diskusi, pihak GIAN Kubu Raya menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah desa dan sekolah dalam membangun generasi yang lebih sehat, percaya diri, dan berdaya.

“Aktivitas positif adalah tameng terbaik—bukan hanya untuk menjauhkan siswa dari narkoba, tetapi juga untuk membentuk generasi emas yang siap bersaing dan berkarakter,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bawaslu Kubu Raya Awasi Pelaksanaan Coktas Triwulan I 2026 di Empat Kecamatan

6 Maret 2026 - 14:07 WIB

Setahun Kepemimpinan Sujiwo–Sukiryanto, Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Nilai Kinerja Sangat Baik

5 Maret 2026 - 16:07 WIB

Karhutla Kembali Muncul di Kubu Raya, Petugas Tetap Berjibaku Padamkan Api Meski Berpuasa

5 Maret 2026 - 16:03 WIB

Pemuda Katolik Kubu Raya Apresiasi Kunjungan Menteri PKP dan Bantuan Pembangunan Gereja Santo Petrus dan Paulus

5 Maret 2026 - 15:57 WIB

Pesantren Ramadhan di LPKA Sungai Raya, Ruang Pembinaan Spiritual dan Penguatan Karakter Anak Binaan

4 Maret 2026 - 16:02 WIB

Trending di Kubu Raya