Menu

Mode Gelap
Musyawarah Daerah V King Rattle Club Indonesia Digelar di Pontianak Drama Cina Jadi Hiburan Favorit Bapak-Bapak Saat Waktu Senggang, Fenomena Unik yang Kian Mengemuka Pencarian Hari ke-7 Nuriman di Perairan Karang Anyar Dihentikan, Korban Dinyatakan Hilang HMI Cabang Pontianak Gelar Insight Session dan Luncurkan RKK: Dorong Ruang Aman dan Sistem Perlindungan Kader IMM Pontianak Tolak Tegas Wacana Pilkada Dipilih oleh DPRD: “Rakyat Bukan Masalah, Rakyat Adalah Jawaban” Kakek Molyadi Ditemukan Selamat Setelah Dua Hari Hilang di Ladang, Tim SAR Gabungan Akhiri Operasi Pencarian

Nasional Politik

Bupati Bantul Izinkan Warga Kibarkan Bendera One Piece, Asal Tak Lebihi Merah Putih

badge-check


					Sumber foto : https://x.com/pemkabbantul/ Perbesar

Sumber foto : https://x.com/pemkabbantul/

Gagasankalbar.com – Di tengah polemik nasional terkait maraknya pengibaran bendera bajak laut dari serial anime One Piece, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengambil sikap yang relatif permisif. Ia menyatakan bahwa warga di wilayahnya diperbolehkan mengibarkan bendera tersebut, selama tidak melebihi tinggi bendera Merah Putih.

“Ya tidak apa-apa, kan itu cuma bendera mainan, bukan bendera negara. Selama tidak lebih tinggi dari bendera Merah Putih, ya boleh,” ujar Abdul Halim pada Senin (4/8/2025), seperti dikutip dari Tirto.id.

Fenomena pengibaran bendera Jolly Roger—simbol tengkorak bertopi jerami yang identik dengan karakter Monkey D. Luffy—menjadi tren menjelang HUT ke-80 Republik Indonesia. Di media sosial, bendera ini bahkan dijadikan foto profil oleh sejumlah pengguna, memicu perdebatan mengenai batas ekspresi budaya pop dan nasionalisme.

Sikap Bupati Bantul mendapat sorotan karena berbeda dengan sejumlah kepala daerah lain. Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, misalnya, mengimbau warganya untuk tidak mengibarkan bendera selain Merah Putih selama peringatan kemerdekaan. “Kami memberikan edukasi lewat Satpol PP agar masyarakat tidak ikut-ikutan,” ujar Hasto, seperti dilansir Kumparan.

Di tingkat pusat, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menilai pengibaran bendera One Piece itu sebagai cerminan aspirasi dan kritik dari warga. Alih-alih melarang, ia justru memandang aksi tersebut sebagai bagian dari kreativitas dan ekspresi yang wajar dalam iklim demokrasi.

“Sejauh tidak bertentangan dengan konstitusi, itu sah-sah saja,” katanya saat kunjungan kerja di Mataram, NTB, dikutip dari Detik.com.

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mahasiswa Desak DPR Hubungi Kapolri untuk Bebaskan Demonstran yang Ditahan

3 September 2025 - 13:48 WIB

Presiden Prabowo Gelar Pertemuan dengan Ketua Umum Parpol, Bahas Respons atas Gejolak Demonstrasi

31 Agustus 2025 - 16:16 WIB

Dewan Pers Serukan Etika Peliputan Unjuk Rasa: Perlindungan Jurnalis dan Privasi Publik Jadi Sorotan

30 Agustus 2025 - 04:50 WIB

Edaran Dewan Pers

Amnesti untuk Hasto, KPK: Baru Pertama Kali Terjadi

3 Agustus 2025 - 12:50 WIB

Arief Rosyid Tanggapi Cak Imin: Pernyataan tentang HMI Dinilai Menyesatkan dan Ahistoris

14 Juli 2025 - 18:42 WIB

Trending di Nasional Politik