Menu

Mode Gelap
Musyawarah Daerah V King Rattle Club Indonesia Digelar di Pontianak Drama Cina Jadi Hiburan Favorit Bapak-Bapak Saat Waktu Senggang, Fenomena Unik yang Kian Mengemuka Pencarian Hari ke-7 Nuriman di Perairan Karang Anyar Dihentikan, Korban Dinyatakan Hilang HMI Cabang Pontianak Gelar Insight Session dan Luncurkan RKK: Dorong Ruang Aman dan Sistem Perlindungan Kader IMM Pontianak Tolak Tegas Wacana Pilkada Dipilih oleh DPRD: “Rakyat Bukan Masalah, Rakyat Adalah Jawaban” Kakek Molyadi Ditemukan Selamat Setelah Dua Hari Hilang di Ladang, Tim SAR Gabungan Akhiri Operasi Pencarian

Ketapang

Bangunan TPS3R di Desa Pesaguan Kiri Terbengkalai, Kader HMI Berikan Tanggapan

badge-check


					Bangunan TPS3R di Desa Pesaguan Kiri Terbengkalai, Kader HMI Berikan Tanggapan Perbesar

KETAPANG, GAGASANKALBAR.COM– Proyek pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) di Dusun Pematang Sirih, Desa Pesaguan Kiri, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, sampai kini tampak terbengkalai. TPS3R yang di harapkan dapat sebagai solusi pengolahan sampah malah kini tidak bisa berfungsi sesuai harapan.

 

Berdasarkan informasi yang di himpun dari JURNALIS.co.id Proyek bangunan yang diprediksi menelan biaya di atas Rp300 juta tersebut diperkirakan dibangun tiga atau dua tahun lalu. Kuat dugaan TPS3R dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Ketapang.

 

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi bangunan TPS3R yang sudah mulai rusak, ditumbuhi semak, dan tidak terawat. Warga sekitar mengungkapkan bahwa sejak dibangun TPS3R tersebut belum pernah digunakan secara optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

Menanggapi hal ini, salah satu kader HMI Cabang Ketapang, Muhammad Iqbal Khadafi, menyayangkan kondisi terbengkalainya bangunan tersebut.

 

“Saya sangat menyayangkan ketika fasilitas yang dibangun dengan dana APBD maupun APBN dibiarkan mangkrak. Ini mencerminkan lemahnya perencanaan dan pengawasan dari pihak terkait,” ujar Iqbal kader HMI Cabang Ketapang.

 

Iqbal juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa, dinas terkait, dan masyarakat dalam mengelola fasilitas publik seperti TPS3R. “Jangan sampai program pengelolaan sampah hanya sekadar proyek tanpa dampak. Harus ada komitmen untuk mengoperasikan dan merawatnya agar manfaatnya bisa dirasakan warga,” tambahnya.

 

Ia pun mendorong agar ada audit dan evaluasi terhadap pemanfaatan infrastruktur serupa di daerah lain. “Kami dari HMI siap terlibat dalam pengawalan dan pengawasan demi memastikan fasilitas publik benar-benar bermanfaat untuk masyarakat.” tutup iqbal***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kakek Molyadi Ditemukan Selamat Setelah Dua Hari Hilang di Ladang, Tim SAR Gabungan Akhiri Operasi Pencarian

15 Januari 2026 - 09:41 WIB

Mahasiswa STAI Al-Haudl Ketapang Berkolaborasi dengan Puskesmas Pesaguan Gelar Pemeriksaan Kesehatan dan Penyuluhan NAPZA

8 Januari 2026 - 15:01 WIB

STAI Al-Haudl Ketapang Perkuat Literasi dan Daya Saing Mahasiswa

19 Desember 2025 - 13:19 WIB

Refleksi dan Evaluasi Implementasi Program KREASI Kabupaten Ketapang Tahun 2025

14 Desember 2025 - 14:47 WIB

KREASI Kabupaten Ketapang Gelar Praktik Pendidikan Perubahan Iklim Berbasis Project Based Learning di SD Negeri 16 Benua Kayong

10 Desember 2025 - 16:30 WIB

Trending di Ketapang