Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) secara resmi laksanakan agenda Masa Perkenalan (Maper) dalam rangka pembentukan Bakal Calon Cabang GMKI Sekadau. Kegiatan strategis ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sekadau, Pengurus Pusat GMKI Korwil XIV, perwakilan GMKI Cabang Melawi selaku cabang pendamping, Badan Eksekutif Mahasiswa ITKK, PMK dan KMK serta civitas akademika Institut Teknologi Keling Kumang (ITKK) Sekadau.
Wakil Bupati Sekadau yang juga merupakan Ketua Tim Studi Kelayakan Bakal Calon Cabang GMKI Sekadau, Subandrio, S.H., M.H., menyampaikan harapan besar agar mahasiswa Kristen di Kabupaten Sekadau dapat bertumbuh, berkembang, serta menjadi pribadi yang inovatif dan kreatif melalui wadah organisasi mahasiswa Kristen ini.

“Kehadiran agenda Maper ini, yang didukung oleh civitas academica ITKK, Pengurus Pusat GMKI Korwil XIV, GMKI Cabang Melawi selaku cabang pendamping, serta kolaborasi berbagai pihak, termasuk PMK dan KMK, menjadi komitmen bersama dalam pembentukan Bakal Calon Cabang GMKI Sekadau. Sebagai Wakil Bupati sekaligus Ketua Tim Studi Kelayakan, saya berharap tahun ini Sekadau sudah menjadi cabang definitif,” ujar Subandrio.
Ia menegaskan bahwa GMKI Sekadau ke depan diharapkan menjadi rumah besar bagi pembinaan iman sekaligus ruang pengembangan kreativitas mahasiswa untuk mendukung pembangunan Kabupaten Sekadau yang lebih maju dan bersatu.
Dukungan dan apresiasi juga disampaikan Ketua GMKI Cabang Melawi selaku cabang pendamping, Rio Gunawan. Ia menyampaikan kesiapan untuk mengawal proses pembentukan GMKI Sekadau menuju status definitif.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ketua PMKI ITKK, Saudari Yolanda Debora, beserta seluruh mahasiswa Kristen ITKK sehingga agenda Maper ini dapat terlaksana dengan baik, lancar, dan sesuai harapan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak kampus ITKK melalui Wakil Rektor III yang telah memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan ini,” ungkap Rio Gunawan.
Sementara itu, Koordinator Wilayah XIV Pengurus Pusat GMKI, Steper Vijaye, menjelaskan tahapan teknis dan administratif yang sedang ditempuh dalam proses pembentukan GMKI Sekadau.
“Berdasarkan pantauan saya, sejak periode Korwil sebelumnya telah dilakukan dua hingga empat kali pertemuan, dan pertemuan kali ini merupakan yang kelima. Selanjutnya, kami akan segera menyampaikan laporan administratif berupa hasil analisis Tim Studi Kelayakan kepada PP Harian GMKI. Laporan ini akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam proses penilaian kelayakan Bakal Calon Cabang GMKI Sekadau,” jelas Steper Vijaye.
Ia menambahkan bahwa laporan tersebut selanjutnya akan dipelajari oleh PP Harian GMKI melalui Ketua Bidang Organisasi beserta tim untuk proses verifikasi dan penetapan sesuai mekanisme organisasi.
“Setelah melalui proses penjajakan beberapa periode dan kajian oleh Bidang Organisasi PP Harian beserta tim, kita berharap proses ini dapat segera memperoleh hasil terbaik. Dengan bertambahnya cabang di Wilayah XIV, GMKI diharapkan semakin kuat menjalankan Tiga Medan Layanannya, yakni gereja, perguruan tinggi, dan masyarakat,” tegasnya.
Bendum GMKI: Rumah Doa, Rumah Talenta, dan GMKI Future
Dalam kesempatan tersebut, Bendahara Umum Pengurus Pusat GMKI, Krisman Arifin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan Masa Perkenalan dan pembentukan Bakal Calon Cabang GMKI Sekadau.
Ia mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, civitas academica ITKK, Pengurus Pusat GMKI Korwil XIV, GMKI Cabang Melawi, serta seluruh mahasiswa dan pihak terkait yang telah mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan mengambil bagian sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik. Kami berharap semangat kebersamaan dan kolaborasi ini terus terpelihara, bukan hanya dalam kegiatan Maper, tetapi juga dalam proses pembentukan dan pengembangan GMKI Sekadau ke depan,” ujar Krisman Arifin.
Lebih lanjut, Krisman menjelaskan bahwa salah satu program prioritas Ketua Umum dan Sekretaris Umum PP GMKI periode 2025–2027 adalah menjadikan GMKI sebagai Rumah Doa dan Rumah Talenta.
Menurutnya, GMKI tidak hanya menjadi tempat mahasiswa Kristen bertumbuh dalam iman, tetapi juga ruang untuk mengembangkan potensi, kreativitas, kepemimpinan, dan kemampuan akademik agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi gereja, perguruan tinggi, masyarakat, bangsa, dan negara.
Ia juga memaparkan sejumlah program strategis yang telah dijalankan GMKI, salah satunya program beasiswa pendidikan jenjang S-1, S-2, dan S-3 melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, antara lain Universitas Kristen Indonesia (UKI), Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), President University, dan Universitas Kristen Maranatha.
“GMKI harus terus bertumbuh dan memberikan dampak di semua sektor. Kita ingin kader GMKI tidak hanya unggul dalam kehidupan organisasi, tetapi juga memiliki kualitas akademik, karakter, integritas, serta kapasitas untuk menjawab berbagai persoalan bangsa. Karena itu, program-program strategis harus terus dikembangkan agar semakin banyak kader yang memperoleh kesempatan untuk bertumbuh dan berkontribusi,” ungkapnya.
Krisman menegaskan bahwa semangat GMKI ke depan harus diwujudkan melalui program yang konkret, kolaborasi yang luas, serta pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan.
“Semua ini merupakan bagian dari semangat GMKI Future, yakni membangun GMKI yang semakin maju, adaptif, dan berdampak bagi masa depan gereja, perguruan tinggi, masyarakat, bangsa, dan negara,” tutup Krisman Arifin.
Pembekalan Anggota dan Penguatan Organisasi
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi Masa Perkenalan yang membekali para calon anggota mengenai sejarah GMKI, visi dan misi, tema dan subtema, Tri Panji, Tri Matra, Panca Kegiatan, konstitusi organisasi yang meliputi AD/ART, serta atribut resmi GMKI.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak mahasiswa Kristen di Kabupaten Sekadau yang terlibat aktif dalam proses pembentukan GMKI Sekadau. Kehadiran GMKI di Sekadau diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperluas pelayanan organisasi, memperkuat kaderisasi, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

















Komentar ditutup.