Breaking News

Kubu Raya

Perempuan Petani Jadi Garda Depan Hadapi Perubahan Iklim, Gemawan Dorong Kolaborasi di Kubu Raya

badge-check

Hadapi Krisis Iklim, Gemawan dan Pemkab Kubu Raya Perkuat Peran Perempuan PetaniPerbesar

Hadapi Krisis Iklim, Gemawan dan Pemkab Kubu Raya Perkuat Peran Perempuan Petani

Gagasankalbar.com – Perubahan iklim menjadi tantangan nyata bagi Kabupaten Kubu Raya, sebagai wilayah dengan karakteristik bentang alam mulai dari kawasan pesisir mangrove hingga lahan gambut yang luas, perubahan pola musim, banjir dan kekeringan berdampak langsung pada produktivitas sektor pertanian. kondisi ini menempatkan kelompok masyarakat pedesaan, khususnya perempuan petani sebagai pihak yang paling rentan akibat keterbatasan akses informasi iklim dan keterlibatan pengambilan keputusan.

Merespon tantangan tersebut, Lembaga Gemawan menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang bertajuk “Memperkuat Ketahanan Masyarakat Melalui Pembangunan yang Responsif Gender dan Adaptif terhadap Perubahan Iklim di Kabupaten Kubu Raya”. Agenda ini dilaksanakan di Ruang Rapat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappeda Llitbang) Kabupaten Kubu Raya pada Senin (29/06/26), dengan menggandeng berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), akademisi, serta kelompok perempuan petani dampingan Gemawan.

Dalam sambutannya, Hermawansyah, dari Perkumpulan Gemawan yang akrab disapa Wawan, menegaskan bahwa dialog yang dilangsungkan ini merupakan langkah awal mengenalkan Program Perempuan Petani KUAT (Kepemimpinan, Usaha, Agroekologi dan Teknologi). Program yang diinisiasi oleh lembaga Gemawan ini untuk mendorong perubahan sistem (system change) demi mendukung perempuan marginal di tingkat tapak agar mampu bertransformasi menjadi aktor utama pembangunan, bukan sekadar di ranah domestik melainkan juga publik.

“Kami menggunakan pendekatan 3R, yaitu Rekognisi, Representasi dan Redistribusi. Melalui pendekatan ini, kita memastikan adanya pengakuan atas peran perempuan petani, ruang bagi mereka untuk terlibat dalam keputusan, serta akses yang lebih adil terhadap sumber daya dan informasi iklim,” jelas Wawan.

Acara ini, dibuka secara resmi oleh Rini Kurnia Solihat, S.STP., M.A. Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Kubu Raya. Dalam arahannya, Rini menyoroti pentingnya rekonstruksi indikator ketenagakerjaan perempuan di Desa. saat ini, banyak aktivitas produktif perempuan tani yang masih dikategorikan di luar angkatan kerja karena dianggap sebatas urusan domestik, padahal kontribusi nyata mereka di lahan pertanian sangat besar bagi ekonomi keluarga.

“Partisipasi perempuan usia 15 tahun ke atas dalam angkatan kerja formal di Kubu Raya tercatat masih rendah karena dominasi pekerjaan domestik. Padahal secara fakta, beban kerja mereka ganda, dari rumah hingga ke lahan. FGD ini menjadi salah satu momentum penting untuk menguatkan peran ekonomi mereka,” ungkap Rini.

Rini berharap dialog ini melahirkan data rill dan masukan konkret yang dapat disinergikan langsung dengan program kerja OPD di Kubu Raya.

“Kami berharap program Gemawan ini tidak berjalan sendiri, melainkan dapat berlanjut dan terintegrasi secara berkelanjutan dengan kebijakan strategis daerah,” tambahnya.

Rahmawati sebagai pemapar materi, dari Lembaga Gemawan memaparkan urgensi penyediaan sistem informasi iklim yang inklusif. Menurutnya, informasi mengenai musim tanam, perkiraan cuaca, hingga potensi karhutla seringkali belum menjangkau perempuan di wilayah pedesaan yang paling membutuhkan.

Dialog berlangsung interaktif, yang setiap perwakilan OPD memaparkan program kerja yang berjalan serta memetakan peluang kolaborasi lintas sektor. Kedepannya melalui dialog multipihak ini diharapkan terciptanya komitmen kolaborasi yang bersinergi untuk menguatkan ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

LAZISMU Kubu Raya Salurkan Bantuan Kesehatan untuk Warga dan Relawan Terdampak Karhutla

6 Sep 2026 - 06:25 WIB

LAZISMU Kubu Raya Salurkan Bantuan Kesehatan untuk Warga dan Relawan Terdampak Karhutla

Hari Ketujuh, Tim SAR Hentikan Pencarian Korban Diduga Diterkam Buaya di Kubu Raya

3 Sep 2026 - 09:01 WIB

Hari Ketujuh, Tim SAR Hentikan Pencarian Korban Diduga Diterkam Buaya di Kubu Raya

Puskesmas Punggur Pastikan Relawan Karhutla Tetap Sehat di Tengah Kepungan Asap

1 Sep 2026 - 20:43 WIB

Puskesmas Punggur Pastikan Relawan Karhutla Tetap Sehat di Tengah Kepungan Asap

IDI Kubu Raya Bagikan Masker untuk Kurangi Dampak Kabut Asap Karhutla

30 Agu 2026 - 23:39 WIB

IDI Kubu Raya Bagikan Masker untuk Kurangi Dampak Kabut Asap Karhutla

Tim Gabungan Masih Berjibaku Padamkan Karhutla di Kubu Raya

29 Agu 2026 - 10:48 WIB

Tim Gabungan Masih Berjibaku Padamkan Karhutla di Kubu Raya
Trending di Kubu Raya