Gelombang Mogok Nakes di Daerah Jadi Sorotan, Mahasiswa Poltekkes Pontianak Desak Reformasi Kesejahteraan - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Rifki Nizami Desak MPR RI Tindak Tegas Juri LCC 4 Pilar di Kalbar Gelombang Mogok Nakes di Daerah Jadi Sorotan, Mahasiswa Poltekkes Pontianak Desak Reformasi Kesejahteraan Perumda Kubu Raya Perkuat Ekonomi Kerakyatan Lewat Aplikasi PASTI dan Gerai Maju HIPMI Kalbar Solid Dukung Ade Jona Prasetyo Menuju Kursi Ketua Umum BPP HIPMI Rizal Hamka Soroti Era AI di Tanjungpura Law Festival 2026, Kreativitas Jadi Kunci Bertahan Gekrafs Kalbar Dorong Kolaborasi Hukum dan Ekonomi Kreatif pada Tanjungpura Law Festival 2026

Pontianak

Gelombang Mogok Nakes di Daerah Jadi Sorotan, Mahasiswa Poltekkes Pontianak Desak Reformasi Kesejahteraan

badge-check


					Presiden Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak, Fadil Maulana Perbesar

Presiden Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak, Fadil Maulana

Gagasankalbar.com – Gelombang mogok kerja tenaga kesehatan (nakes) di sejumlah daerah kembali menyoroti persoalan kesejahteraan tenaga kesehatan di Indonesia. Rendahnya gaji dan ketimpangan jasa medis dinilai menjadi ancaman serius bagi pelayanan kesehatan masyarakat.

Di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, sebanyak 104 tenaga kesehatan PPPK paruh waktu menghentikan pelayanan karena hanya menerima gaji sekitar Rp400 ribu per bulan. Sementara di Lombok Tengah, 1.530 tenaga kesehatan PPPK paruh waktu mengancam mogok kerja lantaran honor yang diterima hanya sekitar Rp200 ribu per bulan.

Presiden Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak, Fadil Maulana, yang ditemui pada Senin (11/5/2026), menilai kondisi tersebut menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk segera membenahi sistem kesejahteraan tenaga kesehatan.

“Kesejahteraan tenaga kesehatan adalah fondasi pelayanan publik. Jika fondasi ini rapuh, maka seluruh bangunan sistem kesehatan akan runtuh. Kalimantan Barat tidak boleh menjadi panggung tragedi mogok kerja seperti di daerah lain,” ujar Fadil.

Ia menegaskan pemerintah harus memastikan gaji dan insentif tenaga kesehatan dibayarkan secara layak dan tepat waktu agar pelayanan masyarakat tidak terganggu.

“Jangan biarkan tenaga kesehatan diperlakukan seperti buruh murah. Bangsa yang menyepelekan tenaga kesehatan sejatinya sedang menggali kuburnya sendiri,” tegasnya.

Menurutnya, tanpa reformasi kesejahteraan yang serius, krisis tenaga kesehatan berpotensi berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan publik di berbagai daerah.

Baca Lainnya

Rizal Hamka Soroti Era AI di Tanjungpura Law Festival 2026, Kreativitas Jadi Kunci Bertahan

10 Mei 2026 - 21:47 WIB

Gekrafs Kalbar Dorong Kolaborasi Hukum dan Ekonomi Kreatif pada Tanjungpura Law Festival 2026

10 Mei 2026 - 20:55 WIB

HMI Cabang Pontianak Hadirkan Yusril Ihza Mahendra dalam Stadium General Pembukaan LK II dan LKK

10 Mei 2026 - 13:10 WIB

Toko Kami Support Ratusan Cup untuk Pembukaan LK II dan LKK HMI Cabang Pontianak

10 Mei 2026 - 12:08 WIB

Komnas HAM RI Cetak Agen Perubahan Muda Lewat Kemah Generasi HAM Kalbar

7 Mei 2026 - 12:16 WIB

Trending di Pontianak