Penguatan Literasi Keuangan sebagai Benteng Masyarakat dari Ancaman Investasi Bodong - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Naik Dango ke-41 Dipusatkan di Desa Lingga, Momentum Pelestarian Budaya Dayak Merawat Gerakan Sebagai Sumber Penghidupan; Kepemimpinan Perempuan, Adaptasi Iklim dan Keadilan Akses Penguatan Literasi Keuangan sebagai Benteng Masyarakat dari Ancaman Investasi Bodong FH UM Pontianak Gelar Rapat Senat Terbuka Yudisium 2026 Semangat Kartini Hidup dalam Jiwa Advokat Perempuan, Perjuangan Nyata di Ruang Sidang Sidang Lanjutan Kasus Herman Alias Pak Usu Masuki Agenda Pledoi di PN Mempawah

Pontianak

Penguatan Literasi Keuangan sebagai Benteng Masyarakat dari Ancaman Investasi Bodong

badge-check


					Penguatan Literasi Keuangan sebagai Benteng Masyarakat dari Ancaman Investasi Bodong Perbesar

Gagasankalbar.com – Ancaman investasi bodong yang menyasar masyarakat kelas menengah ke bawah masih menjadi momok serius di Kalimantan Barat. Untuk membentengi masyarakat dari kerugian finansial, Bursa Efek Indonesia (BEI) terus menggencarkan edukasi literasi keuangan dan pentingnya manajemen aset pribadi sebelum terjun ke instrumen investasi.

Kepala Pelaksana Harian Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Kalimantan Barat, Ardy Anto menegaskan bahwa edukasi investasi di wilayah ini sebenarnya telah masif dilakukan sejak tahun 2012. Namun, iming-iming kekayaan instan kerap membuat masyarakat melupakan rasionalitas.

“Tantangan terbesar kita saat ini adalah masih maraknya investasi bodong yang memakan banyak korban. Kasus SOT 2016 di Mempawah beberapa waktu lalu adalah contoh nyata, di mana ada sekitar ribuan orang yang dirugikan. Ironisnya, korban justru banyak dari kalangan menengah ke bawah seperti nelayan, petani, dan buruh,” ungkapnya saat ditemui awak media,pada Jumat (24/04).

Lebih lanjut, Ardy menekankan bahwa sikap BEI tidak pernah mendikte masyarakat untuk langsung membeli produk investasi. Fokus utamanya adalah membangun “financial awareness” atau kesadaran finansial. Langkah paling fundamental adalah menjauhi praktik yang merusak keuangan keluarga.

“Sebelum bicara soal saham atau produk lainnya, amankan dulu aset yang ada. Jauhi hal-hal destruktif seperti pinjaman online (pinjol) ilegal, judi online, dan tentu saja penawaran investasi yang tidak masuk akal,” tegasnya.

Untuk menjaga kesehatan finansial, Ardy menyarankan masyarakat untuk menerapkan disiplin alokasi pendapatan menggunakan formula 1-2-3-4.

“Masyarakat harus disiplin membagi pendapatannya setiap bulan. Sisihkan 10 persen di awal—ingat, di awal, bukan sisa uang—khusus untuk tabungan dan investasi. Kemudian maksimal 20 persen untuk gaya hidup atau hiburan, maksimal 30 persen untuk cicilan atau utang, dan 40 persen sisanya dialokasikan untuk kebutuhan hidup esensial sehari-hari,” jelasnya merinci.

Selain tata kelola keuangan dasar, ada dua tahapan krusial yang wajib dilakukan setiap individu sebelum memutuskan untuk meletakkan dananya di instrumen keuangan.

“Ada dua langkah wajib. Pertama, kenali profil diri sendiri (risk profiling). Anda harus tahu apakah Anda tipe orang yang berani ambil risiko, atau justru tipe yang cari aman seperti berinvestasi di emas. Kedua, kenali profil produknya. Pelajari mekanismenya, perhitungkan risiko dan potensinya (risk and return), jangan asal ikut-ikutan,” paparnya.

Untuk mencegah salah penempatan dana, Ardy juga mengingatkan masyarakat agar memahami klasifikasi pasar keuangan, mulai dari Pasar Uang (perbankan), Pasar Modal (saham), hingga Pasar Derivatif (kripto dan forex) yang sifatnya sangat spekulatif.

“Di pasar derivatif itu konsepnya “high risk, high return”. Kalau tidak punya ilmunya, uang Anda bisa menguap dengan sangat cepat,” pungkasnya.

Dengan edukasi yang digencarkan oleh pihak BEI ini, diharapkan dapat mempertajam kepekaan masyarakat agar lebih cerdas dalam membedakan mana kebutuhan (needs) dan keinginan (wants), serta tidak mudah tergiur oleh skema penipuan berkedok investasi.

Baca Lainnya

Merawat Gerakan Sebagai Sumber Penghidupan; Kepemimpinan Perempuan, Adaptasi Iklim dan Keadilan Akses

27 April 2026 - 10:55 WIB

FH UM Pontianak Gelar Rapat Senat Terbuka Yudisium 2026

25 April 2026 - 18:26 WIB

Semangat Kartini Hidup dalam Jiwa Advokat Perempuan, Perjuangan Nyata di Ruang Sidang

25 April 2026 - 18:24 WIB

Sidang Lanjutan Kasus Herman Alias Pak Usu Masuki Agenda Pledoi di PN Mempawah

23 April 2026 - 16:24 WIB

Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi UMP Gelar Yudisium, 94 Mahasiswa Resmi Lulus

23 April 2026 - 16:21 WIB

Trending di Pontianak