Menu

Mode Gelap
Komitmen Reformasi Organisasi, Ratih Mutiara Resmi Calon Ketua PERADI SAI Mataram, 10 Program Prioritas Disiapkan Kematian Santri di Kubu Raya Dinilai Janggal, MW KAHMI Kalbar Dampingi Keluarga Tempuh Jalur Hukum Reuni Akbar Alumni SMA Negeri 7/1 Sungai Raya, Ajang Silaturahmi Lintas Generasi KARHUTLA DI KUBU RAYA MASIH BERLANGSUNG, PETUGAS TERKENDALA SUMBER AIR Sengketa 91 SHM di Area Plasma PT. MAS Temui Titik Terang Cegah Karhutla, Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Ajak Warga Stop Bakar Lahan

Pontianak

Antrean BBM Mengular, Driver Ojol Keluhkan Kerugian Waktu dan Pendapatan

badge-check


					Antrean BBM Mengular, Driver Ojol Keluhkan Kerugian Waktu dan Pendapatan Perbesar

Gagasankalbar.com – Antrean panjang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, khususnya para pengemudi ojek online. Kondisi ini membuat para driver harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).

Salah satu driver ojek online, Ian Kintil Sandora, mengaku sangat terdampak dengan situasi tersebut. Saat ditemui pada Rabu (18/3/2026), ia menyampaikan keluhannya terkait panjangnya antrean yang terjadi.

“Karena antrean yang sangat panjang, kami sebagai driver sangat dirugikan dari segi waktu. Harusnya waktu itu bisa kami gunakan untuk menarik penumpang, tapi justru habis di antrean BBM,” ujarnya.

Menurut Ian, kondisi ini tidak hanya menurunkan pendapatan harian para driver, tetapi juga membuat mereka kelelahan karena harus menunggu dalam waktu lama di tengah panas.

Ia berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan ini. Salah satu solusi yang diharapkan adalah mempercepat distribusi BBM ke SPBU agar stok tetap tersedia dan tidak terjadi kekosongan.

“Harapan kami, proses pengiriman BBM bisa dipercepat agar stok di SPBU selalu terisi dan tidak terjadi antrean panjang seperti ini. Semoga pemerintah cepat merespons masalah panic BBM ini dan segera menyelesaikannya,” tambahnya.

Situasi antrean panjang ini menjadi perhatian masyarakat luas, mengingat BBM merupakan kebutuhan utama, terutama bagi para pekerja sektor transportasi seperti ojek online. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan berdampak lebih luas terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tiga Kecelakaan Perairan Warnai Arus Mudik, Kantor SAR Pontianak Imbau Pemudik Utamakan Keselamatan

25 Maret 2026 - 02:20 WIB

ANAK 8 TAHUN TENGGELAM SAAT MANDI DI SUNGAI KAPUAS, TIM SAR LAKUKAN PENCARIAN

21 Maret 2026 - 04:32 WIB

Sedekah Berantai PDNA Kota Pontianak Masuki Satu Dekade, Puluhan Paket Sembako Disalurkan

20 Maret 2026 - 06:13 WIB

Kolaborasi IKAMI Sulsel–HIPMI PT Pontianak, “Ramadhan Beriman” Hadirkan Kepedulian untuk Panti Asuhan

18 Maret 2026 - 19:42 WIB

Basarnas Pontianak Hadiri Pawai Ogoh-Ogoh, Tekankan Keselamatan Masyarakat

18 Maret 2026 - 19:24 WIB

Trending di Pontianak