Guru Jadi Garda Terdepan Tangkal Neo-Nazi dan White Supremacy di Lingkungan Sekola - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Antusiasme Warga Serbu Bazar Sembako Murah Perumda Aneka Usaha Menanjak Bahagia, Seluruh Paket Ludes Terjual Semarak HUT ke-19 Kubu Raya, Puskesmas Punggur Ajak Warga Hidup Sehat Lewat Senam GERMAS Derahman: Semangat Gotong Royong Jadi Kekuatan Hadapi Tantangan Fiskal Kubu Raya Banggar DPR RI Dorong Bank Indonesia Kalbar Perkuat Deteksi Dini Ekonomi dan Pengembangan UMKM Daerah Banggar DPR RI Dorong Penguatan Transfer ke Daerah dan Optimalisasi APBN untuk Pembangunan Kalimantan Barat Nelayan Hilang Kontak di perairan Teluk Cina Pulau Lemukutan di temukan dalam keadaan selamat oleh tim SAR Gabungan

Berita Kalbar

Guru Jadi Garda Terdepan Tangkal Neo-Nazi dan White Supremacy di Lingkungan Sekola

badge-check


Guru Jadi Garda Terdepan Tangkal Neo-Nazi dan White Supremacy di Lingkungan Sekola Perbesar

Gagasankalbar.com – Penguatan ketahanan ideologi di lingkungan pendidikan kembali menjadi perhatian serius. Pengurus Provinsi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kalimantan Barat menggelar Seminar Kebangsaan bertema “Peningkatan Wawasan Guru sebagai Benteng Pencegahan Ideologi Ekstrem Neo-Nazi dan White Supremacy” di Aula Hadari Nawawi Universitas PGRI Pontianak, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 140 peserta dari kalangan guru se-Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Seminar menghadirkan unsur pemerintah daerah, kepolisian, akademisi, serta perwakilan Densus 88 AT Polri sebagai narasumber.

Hadir dalam kegiatan itu Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Pontianak Ismail, Ketua PGRI Kalbar Muhamad Firdaus, serta sejumlah tokoh pendidikan dan pengurus PGRI Kalbar.

Ketua PGRI Kalbar Muhamad Firdaus menegaskan bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan daya tahan ideologi peserta didik di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Menurutnya, guru memiliki posisi strategis dalam mendeteksi sejak dini perubahan perilaku siswa yang mengarah pada intoleransi maupun kecenderungan radikal.

“Pendidikan bukan hanya transfer ilmu, tetapi juga pembinaan karakter. Guru harus mampu menjadi penjaga nilai-nilai kebangsaan dan membangun generasi yang berintegritas,” ujarnya.

Firdaus menambahkan, penguatan wawasan kebangsaan bagi guru menjadi langkah penting agar lingkungan sekolah tetap menjadi ruang aman dan inklusif bagi seluruh peserta didik tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun ras.

Sementara itu, Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto menyoroti derasnya arus informasi di era digital yang membuka ruang masuknya ideologi ekstrem transnasional. Ia menyebut paham seperti Neo-Nazi dan White Supremacy jelas bertentangan dengan Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Menurutnya, generasi muda menjadi sasaran utama penyebaran paham tersebut melalui media sosial, konten digital, hingga propaganda terselubung dalam budaya populer.

“Sekolah harus menjadi safe zone, bukan hanya bebas dari kekerasan fisik, tetapi juga dari infiltrasi pemahaman yang menghalalkan kekerasan dan diskriminasi,” tegasnya.

Melalui seminar ini, para peserta diharapkan mampu memperkuat literasi digital, meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran ideologi ekstrem, serta membangun kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan aparat keamanan dalam menjaga ketahanan ideologi bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Banggar DPR RI Dorong Bank Indonesia Kalbar Perkuat Deteksi Dini Ekonomi dan Pengembangan UMKM Daerah

17 Juli 2026 - 10:06 WIB

Banggar DPR RI Dorong Penguatan Transfer ke Daerah dan Optimalisasi APBN untuk Pembangunan Kalimantan Barat

17 Juli 2026 - 00:19 WIB

AMCP Kalbar Desak Polisi Tindak Tegas Dugaan Penggiringan Opini Negatif terhadap Polri

14 Juli 2026 - 19:24 WIB

DPD GMPK Kalbar Soroti Lambannya Pembahasan RUU Perampasan Aset, Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum

13 Juli 2026 - 06:54 WIB

Dua Dai Kalimantan Barat Ikuti ToT Da’i-Daiyah FESYAR KTI 2026, Perkuat Dakwah Ekonomi Syariah di Era Digital

13 Juli 2026 - 06:47 WIB

Trending di Berita Kalbar