Bupati Bantul Izinkan Warga Kibarkan Bendera One Piece, Asal Tak Lebihi Merah Putih - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Keberagaman Singkawang: Pilar Persatuan dan Teladan Kerukunan Nasional Kalau Pengkritik Dianggap “Londo Ireng”, Siapa yang Masih Berani Berkata Benar? Karhutla di Kubu Raya Masih Berlangsung, Petugas Berjibaku Padamkan Api di Rasau Jaya Pansus DPRD Kubu Raya Bahas Raperda KTR, Derahman: Bukan Larang Merokok, tetapi Atur Perilaku Sekolah Karakter Nur Hayati Hadir di Kubu Raya, Fokus Bentuk Karakter Anak Sejak Dini KABUT ASAP KEMBALI DATANG, GMKI: NEGARA JANGAN HANYA SIBUK MEMADAMKAN API

Nasional

Bupati Bantul Izinkan Warga Kibarkan Bendera One Piece, Asal Tak Lebihi Merah Putih

badge-check


Sumber foto : https://x.com/pemkabbantul/ Perbesar

Sumber foto : https://x.com/pemkabbantul/

Gagasankalbar.com – Di tengah polemik nasional terkait maraknya pengibaran bendera bajak laut dari serial anime One Piece, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengambil sikap yang relatif permisif. Ia menyatakan bahwa warga di wilayahnya diperbolehkan mengibarkan bendera tersebut, selama tidak melebihi tinggi bendera Merah Putih.

“Ya tidak apa-apa, kan itu cuma bendera mainan, bukan bendera negara. Selama tidak lebih tinggi dari bendera Merah Putih, ya boleh,” ujar Abdul Halim pada Senin (4/8/2025), seperti dikutip dari Tirto.id.

Fenomena pengibaran bendera Jolly Roger—simbol tengkorak bertopi jerami yang identik dengan karakter Monkey D. Luffy—menjadi tren menjelang HUT ke-80 Republik Indonesia. Di media sosial, bendera ini bahkan dijadikan foto profil oleh sejumlah pengguna, memicu perdebatan mengenai batas ekspresi budaya pop dan nasionalisme.

Sikap Bupati Bantul mendapat sorotan karena berbeda dengan sejumlah kepala daerah lain. Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, misalnya, mengimbau warganya untuk tidak mengibarkan bendera selain Merah Putih selama peringatan kemerdekaan. “Kami memberikan edukasi lewat Satpol PP agar masyarakat tidak ikut-ikutan,” ujar Hasto, seperti dilansir Kumparan.

Di tingkat pusat, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menilai pengibaran bendera One Piece itu sebagai cerminan aspirasi dan kritik dari warga. Alih-alih melarang, ia justru memandang aksi tersebut sebagai bagian dari kreativitas dan ekspresi yang wajar dalam iklim demokrasi.

“Sejauh tidak bertentangan dengan konstitusi, itu sah-sah saja,” katanya saat kunjungan kerja di Mataram, NTB, dikutip dari Detik.com.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

UM Metro Kirim Empat Mahasiswa ke Akademi Sejarawan Muhammadiyah Batch 1 di Yogyakarta

16 Juli 2026 - 00:05 WIB

Inovasi Wondr by BNI: Fitur Canggih Ini Otomatis Blokir Transaksi Saat Ada Telepon Masuk

4 Juli 2026 - 06:21 WIB

Perangi Pinjol Ilegal, AFPI dan PWI Siapkan Kerja Sama Literasi Keuangan

19 Juni 2026 - 02:15 WIB

Diskusi di UGM Ricuh, Mahasiswa Geruduk Acara dan Hadang Kendaraan Pejabat

16 Juni 2026 - 12:04 WIB

Dekan Fakultas Hukum UM Pontianak Raih Predikat Wisudawan Terbaik PDIH UNISSULA

15 Juni 2026 - 13:40 WIB

Trending di Nasional