Breaking News

Kubu Raya

Yayasan SEPAKAT Gelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual di SMP Negeri 12 Sungai Raya

badge-check

Yayasan SEPAKAT Gelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual di SMP Negeri 12 Sungai RayaPerbesar

Gagasankalbar.com — Yayasan SEPAKAT menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan seksual di SMP Negeri 12 Sungai Raya sebagai upaya memperkuat perlindungan terhadap anak dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Kegiatan ini diikuti oleh para siswa, guru, serta perwakilan orang tua.

Ketua Yayasan SEPAKAT, Uray Emma Yaniaris, menegaskan komitmen yayasan dalam menghadirkan edukasi perlindungan anak di sekolah-sekolah.

Emma menyampaikan bahwa isu kekerasan seksual dan perundungan masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan perhatian berkelanjutan.

“Kami di Yayasan SEPAKAT berkomitmen untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari kekerasan bagi seluruh anak. Melihat dinamika sosial di SMPN 12 Sungai Raya, kami melihat bahwa isu kekerasan seksual dan perundungan masih perlu mendapatkan perhatian serius,” ujarnya.

Program sosialisasi ini mengusung tagline “Kenali, Lindungi, dan Laporkan”, yang selama ini menjadi mandat utama Yayasan SEPAKAT. Edukasi difokuskan pada pemahaman tanda-tanda kekerasan, cara melindungi diri, serta langkah-langkah pelaporan yang aman dan tepat.

Uray Emma menjelaskan bahwa pencegahan yang efektif harus dimulai dari peningkatan kapasitas seluruh elemen sekolah mulai dari siswa, guru, hingga orang tua.

“Edukasi mengenai tanda-tanda kekerasan, cara melindungi diri, serta keberanian untuk melapor adalah langkah yang terbukti efektif dalam mencegah kasus kekerasan pada anak. Melalui program unggulan ini, kami ingin memperkuat kapasitas siswa, guru, dan orang tua agar mampu membangun lingkungan sekolah yang benar-benar aman,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia berharap kegiatan ini tidak berhenti pada satu kali pertemuan, tetapi memberi dampak jangka panjang bagi perubahan budaya di sekolah.

“Harapan kami, kegiatan ini bukan hanya menjadi agenda edukasi sesaat, tetapi menjadi pemicu perubahan budaya di sekolah. Kami ingin seluruh warga sekolah mampu mengenali potensi kekerasan, melindungi diri dan sesama, serta berani melaporkan ketika ada tanda-tanda pelanggaran,” tambahnya.

Yayasan SEPAKAT juga mendorong sekolah untuk memperkuat deteksi dini dan penanganan kasus secara empatik. Dengan sistem pelaporan yang lebih baik dan peningkatan pemahaman seluruh komponen sekolah, pihak yayasan menilai SMPN 12 Sungai Raya berpotensi menjadi salah satu model sekolah aman dan inklusif di Kabupaten Kubu Raya.

“Melalui program ini, Yayasan SEPAKAT ingin memastikan setiap anak tumbuh dalam rasa aman dan dihargai martabatnya,” tutup Uray Emma Yaniaris.

Kegiatan sosialisasi disambut antusias oleh para peserta, yang berharap agar program serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dan diperluas ke sekolah-sekolah lain di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Karhutla Picu Kabut Asap, Orderan Ojol di Pontianak dan Kubu Raya Menurun

10 Agu 2026 - 10:18 WIB

Karhutla Picu Kabut Asap, Orderan Ojol di Pontianak dan Kubu Raya Menurun

Kabut Asap Karhutla Berpotensi Picu Gangguan Kesehatan

10 Agu 2026 - 10:14 WIB

Kabut Asap Karhutla Berpotensi Picu Gangguan Kesehatan

Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya bagikan 5.000 masker untuk lindungi warga dari kabut asap

10 Agu 2026 - 10:10 WIB

Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya bagikan 5.000 masker untuk lindungi warga dari kabut asap

Kabut Asap Karhutla Berpotensi Picu Gangguan Kesehatan

10 Agu 2026 - 02:07 WIB

Kabut Asap Karhutla Berpotensi Picu Gangguan Kesehatan

Kuasa Hukum Dampingi Petani Sawit Kubu Raya Korban Dugaan Penipuan dan Pencemaran Nama Baik

8 Agu 2026 - 11:40 WIB

Kuasa Hukum Dampingi Petani Sawit Kubu Raya Korban Dugaan Penipuan dan Pencemaran Nama Baik
Trending di Kubu Raya