Wamen HAM Mugiyanto Ajak Mahasiswa UPB Pontianak Jadi Penggerak HAM Digital - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Muslim Pimpin BPD KKSS Sekadau, Siap Perkuat Soliditas dan Sinergi dengan Pemerintah Muhammad Hakiki Soroti Dugaan Persoalan Perizinan PT Hungarindo Persada Pengumuman Pemutakhiran Data Partai Politik Berkelanjutan Semester 1 Tahun 2026 Tingkat KPU Kabupaten Ketapang Peringati HUT ke-19 Kubu Raya, Puskesmas Punggur Gelar Sunatan Massal Gratis Bawaslu Kubu Raya Kawal Pleno PDPB Triwulan II 2026, Pastikan Data Pemilih Akurat Perumda Aneka Usaha Menanjak Bahagia Gandeng Krealogi Tingkatkan Literasi Keuangan 300 Pelaku UMKM Kubu Raya

Pontianak

Wamen HAM Mugiyanto Ajak Mahasiswa UPB Pontianak Jadi Penggerak HAM Digital

badge-check


Wamen HAM Mugiyanto Ajak Mahasiswa UPB Pontianak Jadi Penggerak HAM Digital Perbesar

Gagasankalbar.com – Wakil Menteri Hak Asasi Manusia, Mugiyanto, membuka kuliah umum di Kampus Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak, Sabtu (15/11/2025), dengan satu penegasan: generasi muda merupakan simpul masa depan HAM Indonesia. Di hadapan ratusan mahasiswa dari berbagai kampus, ia menempatkan mahasiswa—terutama generasi Z—sebagai kelompok strategis di tengah derasnya arus digital.

“Mahasiswa itu kunci untuk penguatan hak asasi manusia. Mereka sangat vital sebagai pengguna media sosial,” ujar Mugiyanto.

“Kami ingin mahasiswa menjadi spokesperson terkait HAM, keberagaman, toleransi, dan hal-hal yang baik, termasuk kemampuan berpikir kritis,” tambahnya.

Pernyataan tersebut menjadi titik tekan kuliah umum yang berlangsung hangat dan interaktif. Dalam pemaparannya, Mugiyanto menilai pola digital Gen Z sebagai peluang besar. Ruang maya tidak hanya menjadi tempat ekspresi, tetapi juga ruang penyebaran nilai. Ia menempatkan mahasiswa sebagai penggerak wacana yang mampu menantang narasi intoleransi sekaligus memperkuat keberagaman.

Asa dari Suara Kampus

Mugiyanto juga menyinggung kedekatannya dengan UPB Pontianak. Menurutnya, kampus yang aktif berdiskusi isu-isu sosial tersebut memiliki energi akademik yang kuat. Banyak mahasiswa terlibat dalam riset, advokasi, hingga forum hak asasi manusia.

“UPB ini hidup, dinamis, dan punya energi mahasiswa yang kuat,” ujarnya.

Ia berharap UPB dapat menjadi pusat pemikiran yang memperluas cakupan isu HAM. Peran pimpinan kampus dinilai penting untuk memastikan nilai-nilai HAM masuk ke ruang kelas, organisasi mahasiswa, hingga kegiatan pengabdian masyarakat.

Pada bagian akhir kuliah umum, Mugiyanto menyampaikan rencana Kementerian Hukum dan HAM untuk menjalin kerja sama lebih erat dengan UPB Pontianak. Kerja sama itu mencakup penyusunan usulan kebijakan terkait masyarakat adat serta penguatan regulasi HAM yang berpihak pada kelompok rentan.

UPB dinilainya memiliki kapasitas akademik solid, terutama Fakultas Hukum yang aktif menyumbang kajian kebijakan. Selain itu, posisi Rektor UPB Pontianak, Dr. Purwanto, sebagai Koordinator Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Kalbar, membuat kampus ini strategis mendorong kolaborasi lintas kampus di wilayah tersebut.

“Kami ingin bekerja sama dengan erat untuk melakukan penguatan HAM di Indonesia melalui kampus,” tegas Mugiyanto.

Kuliah umum itu menegaskan kembali pentingnya kehadiran juru bicara baru di ruang digital: mahasiswa yang peka, kritis, dan berani menjaga nilai kemanusiaan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polresta Pontianak Gelar Lomba Hafalan Surah Al-Qur’an, Juara Pertama Berhadiah Umrah

30 Juni 2026 - 07:41 WIB

Satukata Podcast dan Sekber Satukata Resmi Beroperasi, Jadi Wadah Kolaborasi Jurnalis dan Pegiat Media Sosial

29 Juni 2026 - 07:17 WIB

HWCI Kalbar dan Posbakum ‘Aisyiyah Kalbar Teken MoU untuk Penguatan Kemanusiaan, Advokasi, dan Perlindungan Masyarakat

29 Juni 2026 - 07:14 WIB

Pencarian ABK Terjun dari Kapal di Pontianak Barat Berakhir, Korban Ditemukan Meninggal Dunia

29 Juni 2026 - 07:04 WIB

Distrik Muda Teguhkan Komitmen, Hadirkan Ruang Tumbuh bagi Generasi Muda

21 Juni 2026 - 09:18 WIB

Trending di Pontianak