Wamen HAM Mugiyanto Ajak Mahasiswa UPB Pontianak Jadi Penggerak HAM Digital - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Kondisi SDN 52 Sungai Raya Memprihatinkan, Guru dan Siswa Bertahan dengan Fasilitas Seadanya Spanyol Singkirkan Prancis 2-0, Melaju ke Final Piala Dunia 2026 UM Metro Kirim Empat Mahasiswa ke Akademi Sejarawan Muhammadiyah Batch 1 di Yogyakarta AMCP Kalbar Desak Polisi Tindak Tegas Dugaan Penggiringan Opini Negatif terhadap Polri Tim SAR Gabungan Temukan Bocah yang Jatuh ke Sungai Landak dalam Kondisi Meninggal Dunia Game PS2 yang Tak Akan Terlupakan Anak Rental, Penuh Kenangan dan Nostalgia

Pontianak

Wamen HAM Mugiyanto Ajak Mahasiswa UPB Pontianak Jadi Penggerak HAM Digital

badge-check


Wamen HAM Mugiyanto Ajak Mahasiswa UPB Pontianak Jadi Penggerak HAM Digital Perbesar

Gagasankalbar.com – Wakil Menteri Hak Asasi Manusia, Mugiyanto, membuka kuliah umum di Kampus Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak, Sabtu (15/11/2025), dengan satu penegasan: generasi muda merupakan simpul masa depan HAM Indonesia. Di hadapan ratusan mahasiswa dari berbagai kampus, ia menempatkan mahasiswa—terutama generasi Z—sebagai kelompok strategis di tengah derasnya arus digital.

“Mahasiswa itu kunci untuk penguatan hak asasi manusia. Mereka sangat vital sebagai pengguna media sosial,” ujar Mugiyanto.

“Kami ingin mahasiswa menjadi spokesperson terkait HAM, keberagaman, toleransi, dan hal-hal yang baik, termasuk kemampuan berpikir kritis,” tambahnya.

Pernyataan tersebut menjadi titik tekan kuliah umum yang berlangsung hangat dan interaktif. Dalam pemaparannya, Mugiyanto menilai pola digital Gen Z sebagai peluang besar. Ruang maya tidak hanya menjadi tempat ekspresi, tetapi juga ruang penyebaran nilai. Ia menempatkan mahasiswa sebagai penggerak wacana yang mampu menantang narasi intoleransi sekaligus memperkuat keberagaman.

Asa dari Suara Kampus

Mugiyanto juga menyinggung kedekatannya dengan UPB Pontianak. Menurutnya, kampus yang aktif berdiskusi isu-isu sosial tersebut memiliki energi akademik yang kuat. Banyak mahasiswa terlibat dalam riset, advokasi, hingga forum hak asasi manusia.

“UPB ini hidup, dinamis, dan punya energi mahasiswa yang kuat,” ujarnya.

Ia berharap UPB dapat menjadi pusat pemikiran yang memperluas cakupan isu HAM. Peran pimpinan kampus dinilai penting untuk memastikan nilai-nilai HAM masuk ke ruang kelas, organisasi mahasiswa, hingga kegiatan pengabdian masyarakat.

Pada bagian akhir kuliah umum, Mugiyanto menyampaikan rencana Kementerian Hukum dan HAM untuk menjalin kerja sama lebih erat dengan UPB Pontianak. Kerja sama itu mencakup penyusunan usulan kebijakan terkait masyarakat adat serta penguatan regulasi HAM yang berpihak pada kelompok rentan.

UPB dinilainya memiliki kapasitas akademik solid, terutama Fakultas Hukum yang aktif menyumbang kajian kebijakan. Selain itu, posisi Rektor UPB Pontianak, Dr. Purwanto, sebagai Koordinator Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Kalbar, membuat kampus ini strategis mendorong kolaborasi lintas kampus di wilayah tersebut.

“Kami ingin bekerja sama dengan erat untuk melakukan penguatan HAM di Indonesia melalui kampus,” tegas Mugiyanto.

Kuliah umum itu menegaskan kembali pentingnya kehadiran juru bicara baru di ruang digital: mahasiswa yang peka, kritis, dan berani menjaga nilai kemanusiaan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polda Kalbar Hadiri Pembukaan Muswil FL2MI di Polnep Ajak Pemuda Kawal Kebijakan Secara Konstruktif

12 Juli 2026 - 09:39 WIB

Jelang Temu Karya, Keterbukaan Penjaringan Calon Ketua Karang Taruna Kabupateen/Kota Jadi Harapan Kader

8 Juli 2026 - 09:11 WIB

Solmadapar Desak PLN Kalbar Berikan Kompensasi atas Pemadaman Listrik

7 Juli 2026 - 23:58 WIB

Mantan Anggota Polres Melawi Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Dugaan Narkotika, Kuasa Hukum Siapkan Banding

6 Juli 2026 - 12:26 WIB

Soroti Pemadaman Listrik di Kalbar, Solmadapar Tuntut Transparansi dan Kompensasi untuk Pelanggan

5 Juli 2026 - 23:06 WIB

Trending di Pontianak