KREASI Ubah Strategi di Tahun Kedua, Tim fasilitator Daerah Kini Turun Langsung ke Sekolah Pedalaman Kalbar - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Klarifikasi Terus, Kebijakannya Kapan Diperbaiki? Wilmar Kalimantan Barat Luncurkan “Cantigi Coffee”, Kopi Robusta Petani Pahauman, di Rakor Forum TSLP/CSR Kabupaten Landak Konflik Pertanahan dan Tata Kelola Agraria di Kalimantan Barat Peringati Hari Anak Nasional 2026, Wali Kota Pontianak Jamin Bantuan Medis dan Biaya Rujukan Bagi Anak Penyintas Kanker Perumda Aneka Usaha Menanjak Bahagia Promosikan Produk UMKM Kubu Raya di Borneo International Halal Showcase 2026 FIKPSI UM Pontianak dan LPKA Sungai Raya Teken Kerja Sama Pendampingan Anak Binaan di Hari Anak Nasional

Ketapang

KREASI Ubah Strategi di Tahun Kedua, Tim fasilitator Daerah Kini Turun Langsung ke Sekolah Pedalaman Kalbar

badge-check


KREASI Ubah Strategi di Tahun Kedua, Tim fasilitator Daerah Kini Turun Langsung ke Sekolah Pedalaman Kalbar Perbesar

Gagasankalbar.com – Pengalaman berharga pada tahun pertama pelaksanaan Program KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) di Kalimantan Barat melahirkan sebuah terobosan strategis baru. Menghadapi tantangan geografis Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara yang sangat luas dengan akses yang menantang, Tim KREASI memutuskan mengubah total metode pendekatan pelatihan pada tahun kedua pelaksanaan program.

Chief of Party KREASI Save the Children (STC) Indonesia, Alifah Sri Lestari, mengungkapkan langkah adaptif tersebut diambil setelah melakukan evaluasi terhadap berbagai kendala riil yang dihadapi para pendidik di wilayah pedalaman.

“Belajar dari tahun pertama, kami melihat para guru dan kepala sekolah yang berada jauh dari ibu kota kabupaten kerap terhambat masalah transportasi, terutama saat musim hujan melanda. Di tahun kedua ini, kami membalik polanya. Jika sebelumnya guru yang datang ke pusat pelatihan, sekarang tim KREASI yang akan jemput bola, datang langsung ke sekolah-sekolah intervensi,” ujar Alifah dalam acara Peluncuran Program Tahun Kedua KREASI di Hotel Grand Zuri Ketapang, Selasa (19/5/2026).

Perubahan strategi tersebut difokuskan pada penguatan kapasitas guru berbasis sekolah atau school-based training. Pendekatan ini diyakini mampu membuat proses peningkatan kualitas literasi dan numerasi siswa jenjang SD dan MI berjalan lebih efektif, kontekstual, dan selaras dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Melalui model pendampingan yang lebih melekat di sekolah, Save the Children Indonesia optimistis kolaborasi bersama Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah serta pemerintah daerah dapat mempercepat lahirnya generasi emas Indonesia 2045 yang memiliki daya saing global.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sekaligus Ketua Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah, Didik Suhardi, menegaskan pentingnya transformasi pembelajaran nasional melalui pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam.

“Pemerintah ingin mengubah paradigma lama. Melalui pendekatan deep learning, kita tidak ingin anak-anak belajar hanya demi menghafal materi agar lulus tes atau ujian semata. Kita ingin mereka belajar untuk memahami esensi kehidupan, berpikir kritis, memperbaiki kualitas hidup, dan mampu memecahkan masalah nyata sehari-hari,” jelas Didik Suhardi saat memberikan paparan kebijakan pada peluncuran Program KREASI Tahun Kedua di Ketapang.

Ia juga menekankan bahwa Program KREASI tidak boleh dipandang sebagai proyek jangka pendek, melainkan sebagai gerakan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Menurutnya, sejak awal program harus memiliki strategi keberlanjutan (exit strategy) yang jelas agar praktik-praktik baik yang lahir selama program dapat terus diterapkan oleh sekolah dan masyarakat.

“KREASI harus menciptakan proses pembudayaan dan standar tata kelola yang baik. Praktik-praktik terbaik dalam penguatan literasi, numerasi, dan karakter yang lahir dari program ini harus bisa diwariskan dan direplikasi secara berkelanjutan,” tegasnya.

Program KREASI sendiri menjadi salah satu bentuk kolaborasi multipihak dalam memperkuat kualitas pendidikan dasar di daerah, khususnya di wilayah dengan tantangan geografis tinggi seperti Ketapang dan Kayong Utara. Dengan strategi baru yang lebih dekat ke sekolah dan komunitas, program ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak guru dan siswa secara efektif.

Baca Lainnya

Polsek Matan Hilir Utara Bersama Manggala Agni Dan Warga Lakukan Pemadaman Kebakaran Lahan

12 Juli 2026 - 09:45 WIB

Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Ratusan Pelari Meriahkan Ketapang Bhayangkara Run 2026 dan Launching Car Free Day

12 Juli 2026 - 09:43 WIB

Muhammad Hakiki Soroti Dugaan Persoalan Perizinan PT Hungarindo Persada

3 Juli 2026 - 01:06 WIB

Pengumuman Pemutakhiran Data Partai Politik Berkelanjutan Semester 1 Tahun 2026 Tingkat KPU Kabupaten Ketapang

2 Juli 2026 - 07:29 WIB

Motor Klotok Mati Mesin di Muara Ketapang, Tim SAR Evakuasi Satu ABK dengan Selamat

25 Juni 2026 - 16:05 WIB

Trending di Ketapang