Gagasankalbar.com – Mahasiswa sebagai kelompok penting dalam peran serta di masyarakat dituntut memiliki pemikiran yang kritis, kemampuan analisis yang tajam dan secara nilai-nilai akademik mampu menunjukan daya literasi yang tinggi. Upaya tersebut harus dimulai dari ruang akademik kampus dalam memberikan kesempatan kepada mahasiswa dalam mengembangkan potensi literasi
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Haudl Ketapang menyelenggarakan kegiatan kepada mahasiswa baru selama dua hari yakni Kamis dan Jum’at Tanggal 18-19 Desember 2025 terkait pengembangan literasi dan public speaking yang disampaikan oleh pegiat literasi dari Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sahabat Cita Khatulistiwa, penulis muda dari kampus STAI Al-Haudl, dan praktisi dibidang penyiaran publik.
Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Haudl Ketapang, Fida Akhyar mengatakan saat ini kampusnya berupa meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang literasi untuk mengembangkan mutu akademik dan non-akademik, khususnya kepada mahasiswa baru.
Menurut Fida, peningkatan literasi mahasiswa jadi indikator penting dalam pengembangan dunia akademik kampus. Selain itu, mahasiswa baru memanfaatkan perpustakaan sebagai fasilitas literasi kampus dan ruang diskusi ilmiah sehingga mahasiswa memiliki daya saing dan luaran alumni yang mumpuni kedepannya, tegasnya
“Tujuan jangka panjang kegiatan ini dapat memberikan peningkatan edukasi yang menginspirasi gerak mahasiswa dalam menjawab tantangan kedepan dengan mutu dan kualitas yang membanggakan” harapnya










