Gagasankalbar.com – Seorang perempuan lulusan sekolah menengah kejuruan menantang keinginan meraih impian membangun desa melalui literasi. Retma sapaan akrabnya, awalnya tidak memperkirakan sebelumnya jika bekerja sebagai pustakawan tidak hanya sebatas menjaga buku. Hadirnya Program TPBIS (Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial) dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia membawa Retma memahami bahwa perpustakaan bukan hanya sebagai tempat pinjam dan baca buku saja.
Melebihi itu, makna perpustakaan sangat luas dan mencakup semuanya di masyarakat. Sesuai dengan tujuan fasilitasi bahan bacaan tersebut untuk membentuk minat dan budaya literasi pada masyarakat. Kesempatan ini memberikan peluang bagi Retma untuk lebih berperan lebih besar.
“Perpustakaan Nasional Republik Indonesia memberikan ruang dan akses bagi masyarakat, terlebih Desa Sukadamai di Kecamatan Kendawangan yang berjarak 146 kilometer dari pusat Kota Ketapang, ucap Retma
Retma mencerikan keterlibatan dirinya dalam gerakan literasi bermula ketika sedang mencari pekerjaan di Desa. Ia kemudian ditawari oleh kepala Desa Sukadamai sebagai penjaga perpustakaan dengan tugas mencatat orang yang datang dan meminjam buku, ucap Retma
Seiring berjalan waktu, kontribusi Retma semakin terlihat dalam menjaga gaung literasi di Desa Sukadamai mendapat dukungan yang nyata dari pemerintah desa dan masyarakat, terang Retma
Lebih lanjut, Desa Sukadamai menjadi juara 1 (satu) menyisihkan 252 Desa melalui lomba Perpustakaan Desa yang diadakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Ketapang tahun 2025, sahutnya
“hasil terbaik di tingkat Kabupaten Ketapang, menjadi modal sosial bagi Retma dan membawa Desa Sukadamai meraih Juara 3 (tiga). Belum lama ini, dalam perlombaan perpustakaan desa tingkat Provinsi Kalimantan Barat” terangnya
Retma yang merupakan ibu rumah tangga mengungkapkan kegembiraanya dan tidak menyangka sejauh ini membawa Perpustakaan Desa Sukadamai mendapat apresiasi dan penghargaan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2025, tegasnya
“Pencapaian Retma sebagai Kepala Perpustakaan bukan tanpa kerja keras. Ia bersama perangkat desa lainnya membangun Perpustakaan Desa menjadi lembaga yang inklusif dan membawa perubahan nyata bagi masyarakat” pungkasnya
Kerja keras Retma dalam merancang program yang inklusif yakni mendorong masyarakat menerima manfaat dari layanan bahan bacaan bermutu, memperkuat kerjasama dengan lembaga Desa seperti PKK, Karang Taruna, lembaga pendidikan Sekolah Dasar, dan Taman Kanak-Kanak, ucap Retma
Pengembangan program penunjang lainnya dan memberikan dampak kepada masyarakat di Desa adalah pelatihan menari, pelatihan komputer, bimbingan belajar khusus pelajaran bahasa inggris dan matematika serta pembinaan kelompok pembibitan ikan tawar, jelasnya
Retma menambahkan, capaian pelaksanaan program yang dibuat, tentu masih banyak yang harus dibenahi dan tentunya sangat inklusif dalam mendorong keterlibatan masyarakat Desa yang menjadi kunci utama dalam menumbuhkan budaya literasi, ucapnya
Kedepan, Retma berharap Perpustakaan Desa Sukadamai dapat menjadi wadah bagi pemuda dan penggiat literasi untuk mengembangkan ide dan gagasan dalam program literasi ekonomi dan kewirausahaan dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat, tutupnya.










