Refleksi dan Evaluasi Implementasi Program KREASI Kabupaten Ketapang Tahun 2025 - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Klarifikasi Terus, Kebijakannya Kapan Diperbaiki? Wilmar Kalimantan Barat Luncurkan “Cantigi Coffee”, Kopi Robusta Petani Pahauman, di Rakor Forum TSLP/CSR Kabupaten Landak Konflik Pertanahan dan Tata Kelola Agraria di Kalimantan Barat Peringati Hari Anak Nasional 2026, Wali Kota Pontianak Jamin Bantuan Medis dan Biaya Rujukan Bagi Anak Penyintas Kanker Perumda Aneka Usaha Menanjak Bahagia Promosikan Produk UMKM Kubu Raya di Borneo International Halal Showcase 2026 FIKPSI UM Pontianak dan LPKA Sungai Raya Teken Kerja Sama Pendampingan Anak Binaan di Hari Anak Nasional

Ketapang

Refleksi dan Evaluasi Implementasi Program KREASI Kabupaten Ketapang Tahun 2025

badge-check


Refleksi dan Evaluasi Implementasi Program KREASI Kabupaten Ketapang Tahun 2025 Perbesar

Gagasankalbar.com – Program Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia (KREASI) Kabupaten Ketapang ikut membersamai kegiatan Refleksi dan Evaluasi Implementasi Program KREASI Tahun 2025 pada Kamis, 11 Desember 2025, bertempat di Aula Bappeda Kabupaten Ketapang. Kegiatan ini menjadi momentum untuk meninjau capaian serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Ketapang.

Program Coordinator KREASI Ketapang Santoso Setio, dalam paparannya menyampaikan bahwa tujuan utama Program KREASI adalah penguatan literasi, numerasi, dan pendidikan karakter.

“Goal utama Program KREASI adalah meningkatkan literasi, numerasi, serta pendidikan karakter peserta didik sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Ketapang,” ujarnya yang sering disapa Tio.

Ia menjelaskan bahwa Program KREASI resmi diluncurkan melalui kegiatan kick off pada Maret 2025 yang dihadiri langsung oleh Bupati Ketapang. Pada tahun 2025, KREASI menetapkan tiga kecamatan sebagai wilayah intervensi program, yang insyaallah dalam 4 tahun kedepan akan menyasar seluruh kecamatan di Kabupaten Ketapang.

“Sejak Maret hingga Desember 2025, KREASI telah melaksanakan 106 kegiatan. Program ini akan terus berlanjut hingga Maret 2026, dengan realisasi kegiatan saat ini mencapai 75,9 persen,” jelasnya.

Santoso juga mengungkapkan bahwa dari pelaksanaan program tersebut telah lahir 200 guru master trainer melalui lima batch pelatihan. Selain itu, sebanyak 200 siswa telah mendapatkan kelas tambahan untuk mengejar ketertinggalan literasi dan numerasi.

“Kami juga melakukan kampanye transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, agar anak-anak tetap bahagia saat memasuki jenjang pendidikan dasar,” tambahnya.

Dalam mendukung pendidikan inklusif, KREASI turut mendorong pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD) Kabupaten Ketapang.

“ULD menjadi bentuk komitmen kami untuk memastikan anak usia sekolah dengan kebutuhan khusus mendapatkan layanan pendidikan yang setara,” kata Santoso.

Sementara itu, Mauludin, Kasi Pendmad Kementerian Agama Kabupaten Ketapang, menyampaikan apresiasi atas pelibatan Kemenag sejak awal pelaksanaan program.

“Kami mengucapkan terima kasih karena sejak awal Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah dan Save the Children telah melibatkan Kemenag. Program ini sejalan dengan pendidikan yang ada di bawah Kemenag, dan kami berharap kerja sama ini terus berlanjut ke depan,” ungkap Mauludin.

Mewakili Kepala Bappeda Kabupaten Ketapang, Rajiansyah dari Bidang Pemerintahan Sosial Budaya (Pemsosbud) Bappeda menegaskan pentingnya kolaborasi di tengah keterbatasan anggaran.

“Di tengah efisiensi dan menurunnya transfer anggaran dari pusat, pendidikan tetap menjadi sektor prioritas yang tidak boleh dikurangi. Kami mengapresiasi keterlibatan aktif KREASI Ketapang Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah dan Save the Children dalam membangun Ketapang melalui sektor pendidikan,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh kelompok kerja untuk tetap semangat menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah.

Selanjutnya, Ucup Supriatna, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang yang mewakili Sekretaris Daerah, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Ketapang sangat terbantu dengan kehadiran Program KREASI.

“Kami merasa terbantu atas dukungan Tim KREASI Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah dan Save the Children yang telah aktif mendukung program prioritas daerah, khususnya literasi dan pendidikan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Bupati Ketapang menekankan pentingnya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai indikator utama kemajuan daerah.

“Untuk mewujudkan Ketapang yang maju dan mandiri, kualitas sumber daya manusia harus terus ditingkatkan melalui pendidikan,” tutup Ucup.

Kegiatan refleksi dan evaluasi ini diharapkan mampu memperkuat komitmen bersama serta memastikan keberlanjutan Program KREASI dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Ketapang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polsek Matan Hilir Utara Bersama Manggala Agni Dan Warga Lakukan Pemadaman Kebakaran Lahan

12 Juli 2026 - 09:45 WIB

Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Ratusan Pelari Meriahkan Ketapang Bhayangkara Run 2026 dan Launching Car Free Day

12 Juli 2026 - 09:43 WIB

Muhammad Hakiki Soroti Dugaan Persoalan Perizinan PT Hungarindo Persada

3 Juli 2026 - 01:06 WIB

Pengumuman Pemutakhiran Data Partai Politik Berkelanjutan Semester 1 Tahun 2026 Tingkat KPU Kabupaten Ketapang

2 Juli 2026 - 07:29 WIB

Motor Klotok Mati Mesin di Muara Ketapang, Tim SAR Evakuasi Satu ABK dengan Selamat

25 Juni 2026 - 16:05 WIB

Trending di Ketapang