Menu

Mode Gelap
Universitas Muhammadiyah Pontianak Dorong Penguatan Program MBG Berbasis One Health Tim SAR Gabungan Cari Bocah 4 Tahun Diduga Tenggelam di Sungai Sekayam Remaja Masjid dan Tantangan Komunikasi di Era Digital: Menjaga Dakwah di Tengah Arus Media Sosial Tantangan Komunikasi di Era Digital Informasi dan Etika Kapolda Kalbar: Penanganan Kasus Siswa SMP di Kubu Raya Mengedepankan Pembinaan dan Telusuri Akar Masalah Peringati HUT ke-54 Basarnas, Kantor SAR Pontianak Gelar Aksi Donor Darah

Berita Kalbar

PWM Kalbar dan Lapas Kelas IIA Pontianak Teken Kerja Sama Pembinaan Kerohanian Warga Binaan

badge-check


					PWM Kalbar dan Lapas Kelas IIA Pontianak Teken Kerja Sama Pembinaan Kerohanian Warga Binaan Perbesar

Gagasankalbar.com — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Barat resmi menjalin kerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pontianak melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pembinaan Kepribadian dan Kerohanian Agama Islam.

Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pembinaan keagamaan bagi warga binaan agar lebih terarah dan berkelanjutan.
Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan pada Selasa, 27 Januari 2026, bertempat di Pusat Dakwah Muhammadiyah Kalimantan Barat.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Muhammadiyah Kalbar serta pihak Lapas Kelas IIA Pontianak, sebagai wujud komitmen bersama dalam menghadirkan pembinaan yang humanis, inklusif, dan berkemajuan.
Ketua PWM Kalimantan Barat, Pabali Musa, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi tersebut. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah siap mengambil peran aktif dalam pembinaan kerohanian di lingkungan pemasyarakatan.

“Kami keluarga besar Muhammadiyah mengucapkan terima kasih. Tentunya kami akan berusaha sekuat dan semaksimal mungkin memenuhi harapan yang diinginkan. Semoga Muhammadiyah semakin besar peran dan kontribusinya dalam rangka membina,” ujar Pabali Musa.
Kerja sama ini bertujuan untuk memberikan pembinaan kepribadian dan kerohanian Islam kepada warga binaan, agar mereka memiliki bekal moral, spiritual, dan karakter yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat.

Program pembinaan akan difokuskan pada penguatan nilai-nilai keislaman, akhlak, serta pemahaman keagamaan yang moderat.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Pontianak, Ridha Ansari, menyambut baik sinergi tersebut. Menurutnya, pembinaan keagamaan menjadi salah satu pilar penting dalam proses pembinaan narapidana.

“Moto kami adalah ketika napi keluar lapas menjadi santri. Pada kesempatan ini kami memohon bantuan dari pihak Muhammadiyah untuk membina kerohanian di dalam lapas,” ungkapnya.

Ridha Ansari berharap kerja sama ini tidak berhenti pada pembinaan keagamaan semata, tetapi dapat berlanjut ke bidang-bidang lain yang mendukung proses pembinaan warga binaan secara menyeluruh.

Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan warga binaan mampu menjalani proses pemasyarakatan secara lebih bermakna dan siap kembali menjadi pribadi yang lebih baik di masyarakat.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Remaja Mujahidin Kalbar Gelar Program “Remaja Mujahidin Go to School”, Jangkau 20 Sekolah di Pontianak

30 Januari 2026 - 16:34 WIB

Atlet ASEAN Para Games Asal Kalbar Kembali ke Daerah, Disambut Hangat Disporapar dan NPC

30 Januari 2026 - 15:06 WIB

PW IPM Kalbar Gelar Parlemen Pelajar, Dorong Suara Muda untuk Masa Depan Bangsa

23 Januari 2026 - 12:30 WIB

Korwil BEM SI Kalbar Tegas Tolak Wacana Pilkada Dipilih DPRD: “Kedaulatan Rakyat Jangan Dikhianati

19 Januari 2026 - 17:36 WIB

Fomda Kalbar: Pemilihan Kepala Daerah oleh DPRD Adalah Kemunduran Demokrasi

12 Januari 2026 - 12:38 WIB

Trending di Berita Kalbar