Pemutusan BPJS PBI Bikin Resah, Anggota DPRD Kubu Raya Derahman Soroti Skema Reaktivasi Berbasis Desil - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
IMABA KALBAR Gelar Pelatihan Kebendaharaan, Dorong Tata Kelola Keuangan Organisasi yang Transparan, Akuntabel, dan Profesional Tim SAR Gabungan Temukan Warga Hilang di Ketapang dalam Keadaan Selamat PWM Kalbar dan BPJS Ketenagakerjaan Jalin Kerja Sama Perluas Perlindungan Pekerja Amal Usaha Muhammadiyah SatuMu Jadi Instrumen Penguatan Cabang dan Ranting Muhammadiyah di Kalbar Tanamkan Nilai Pancasila, Yayasan Sepakat Hadirkan Motivasi bagi Anak Binaan LPKA Kesetiaan & Pengkhianatan : Sebuah Ulasan & Renungan Film The King, 2019.

Kubu Raya

Pemutusan BPJS PBI Bikin Resah, Anggota DPRD Kubu Raya Derahman Soroti Skema Reaktivasi Berbasis Desil

badge-check


Pemutusan BPJS PBI Bikin Resah, Anggota DPRD Kubu Raya Derahman Soroti Skema Reaktivasi Berbasis Desil Perbesar

Gagasankalbar.com – Pemutusan kepesertaan BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) memicu keresahan di tengah masyarakat Kabupaten Kubu Raya. Tak sedikit warga mendadak tidak bisa berobat maupun mengakses layanan kesehatan karena status kepesertaannya dinonaktifkan.

Belakangan, pemerintah pusat bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) disebut telah menyepakati reaktivasi atau pengaktifan kembali kepesertaan BPJS PBI yang sebelumnya diputus. Namun, reaktivasi itu hanya berlaku bagi masyarakat yang masuk kategori Desil 1 sampai Desil 5 dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Alih-alih sepenuhnya setuju, Anggota DPRD Kubu Raya, Derahman, menegaskan bahwa skema reaktivasi tersebut masih menyisakan persoalan. Hal itu ia sampaikan saat ditemui pada Kamis (19/2/2026) di Kantor DPRD Kubu Raya.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang ia terima, tidak semua peserta BPJS PBI akan langsung diaktifkan kembali.

“Akan didata lagi, melibatkan kepala desa dan petugas sosial,” ujarnya.

Derahman menilai, reaktivasi jangan hanya berpijak pada klasifikasi desil semata. Sebab, pendekatan berbasis angka belum tentu mencerminkan kondisi riil masyarakat di lapangan.

“Harapan kami jangan hanya berdasarkan desil. Tapi berdasarkan fakta. Kalau memang masyarakat itu tidak mampu, ya harus diaktifkan,” harapnya.

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan, jumlah peserta PBI-APBN di Kubu Raya mencapai lebih dari 50 ribu orang. Sementara itu, peserta PBI-APBD tercatat sekitar 100 ribu lebih. Angka tersebut dinilai tidak sedikit dan berdampak luas jika terjadi pemutusan.

“Pemutusan PBI-APBD maupun PBI-APBN ini dampaknya langsung ke masyarakat,” tegasnya.

Ia mencontohkan, terdapat kasus di mana kepesertaan diputus hanya karena dalam satu keluarga terdapat lulusan sarjana. Bahkan, ada pula warga yang dinonaktifkan karena tercatat memiliki pinjaman bank atau Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Itu kan sangat merugikan. Masa hanya karena ada sarjananya atau punya pinjaman, terus dianggap mampu? Padahal kondisi ekonominya belum tentu stabil,” katanya.

Di sisi lain, Derahman mengakui pemerintah daerah saat ini tidak leluasa mengambil langkah cepat. Kondisi fiskal Kubu Raya disebut sedang tidak baik-baik saja, terlebih dengan adanya kebijakan pengurangan anggaran dari pemerintah pusat.

“Kita mengalami pemotongan hampir Rp400 miliar. Jadi ruang fiskal kita terbatas. Ini kebijakan pusat,” jelas Wakil Ketua DPC PPP Kubu Raya itu.

Meski demikian, DPRD Kubu Raya tetap berharap kebijakan reaktivasi benar-benar berpihak pada masyarakat kecil, terutama mereka yang selama ini bergantung pada BPJS PBI untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Intinya kami mendukung reaktivasi. Tapi mekanismenya perlu ditinjau kembali supaya tidak ada masyarakat tidak mampu yang justru kehilangan haknya untuk mendapat layanan kesehatan,” pungkas Derahman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tanamkan Nilai Pancasila, Yayasan Sepakat Hadirkan Motivasi bagi Anak Binaan LPKA

8 Juni 2026 - 11:30 WIB

Bawaslu Kubu Raya Gandeng Tiga Perguruan Tinggi Perkuat Pengawasan Partisipatif Pemilu

5 Juni 2026 - 09:28 WIB

Bawaslu Kubu Raya Awasi Pemutakhiran Data Partai Politik Semester I Tahun 2026

3 Juni 2026 - 16:19 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026, Kemendagri Dorong Ketahanan Pangan sebagai Wujud Implementasi Nilai Pancasila di Kubu Raya

1 Juni 2026 - 06:59 WIB

Momentum Hari Lahir Pancasila Jadi Semangat Membangun Bangsa

1 Juni 2026 - 06:55 WIB

Trending di Kubu Raya