Pemuda Katolik Kalbar Dukung Langkah Hukum PP Laporkan Jusuf Kalla - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Gemawan Perkuat Ketahanan Masyarakat melalui Dialog Multipihak tentang Gender dan Perubahan Iklim di Kapuas Hulu Pod Getar Diduga Narkoba Jenis Baru Marak Beredar di Kalbar, Sasar Kalangan Anak Muda Perkuat Komitmen Antinarkoba, Bandara Internasional Supadio Gandeng BNN Kabupaten Kubu Raya Gelar Sosialisasi Intensif OKK PWI Kalbar 2026 Perkuat Profesionalisme Wartawan di Era Digital IMABA KALBAR Gelar Pelatihan Kebendaharaan, Dorong Tata Kelola Keuangan Organisasi yang Transparan, Akuntabel, dan Profesional Tim SAR Gabungan Temukan Warga Hilang di Ketapang dalam Keadaan Selamat

Berita Kalbar

Pemuda Katolik Kalbar Dukung Langkah Hukum PP Laporkan Jusuf Kalla

badge-check


Pemuda Katolik Kalbar Dukung Langkah Hukum PP Laporkan Jusuf Kalla Perbesar

Gagasankalbar.com – Pengurus Komisariat Daerah (Komda) Pemuda Katolik Kalimantan Barat menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik yang resmi melaporkan mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, ke Polda Metro Jaya.

Laporan tersebut dilayangkan pada Senin malam, 12 April 2026, oleh Ketua Umum PP Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, bersama Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI). Pelaporan ini dipicu oleh isi ceramah Jusuf Kalla di sebuah rumah ibadah yang dinilai memuat narasi menyesatkan dan memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

Ketua Pemuda Katolik Komda Kalbar, Hubertus V. Wake, menegaskan bahwa sikap yang diambil oleh pimpinan pusat merupakan langkah konstitusional yang tepat guna meredam polemik yang berkembang di ruang publik, khususnya media sosial.

“Kami mendukung penuh sikap Ketua Umum kami. Isi ceramah tersebut sudah mengarah pada hal yang menyesatkan dan menimbulkan kegaduhan. Langkah hukum ini penting karena pro-kontra yang terus terjadi berpotensi memicu perselisihan antar anak bangsa,” ujar Wake.

Wake juga menyayangkan narasi dalam ceramah tersebut yang dinilai tidak sesuai dengan ajaran Kristiani secara utuh. Ia menilai, penyampaian informasi yang tidak lengkap oleh seorang tokoh nasional berpotensi menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.

“Pengetahuan yang setengah-setengah disampaikan oleh tokoh bangsa itu bahaya. Hal itu bisa menjadi legitimasi bagi masyarakat yang tidak memahami secara utuh ajaran agama kami,” tambahnya.

Hingga saat ini, pihak Jusuf Kalla belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut. Namun demikian, Pemuda Katolik Komda Kalbar menyampaikan sejumlah harapan untuk meredam situasi:

Tindakan Tegas Kepolisian: Penegak hukum diharapkan segera bertindak secara profesional guna mencegah situasi semakin memanas.

Permohonan Maaf: Jusuf Kalla diharapkan dapat menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas isi ceramah yang dinilai tidak relevan dengan praktik keagamaan umat.

Dialog Antar-Tokoh: Jalur hukum diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi dialog yang lebih konstruktif antar tokoh lintas agama.

“Kami ingin memastikan bahwa toleransi di Indonesia tetap terjaga dengan cara saling menghormati ajaran agama masing-masing tanpa memberikan narasi yang keliru di ruang publik,” tutup Wake.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pod Getar Diduga Narkoba Jenis Baru Marak Beredar di Kalbar, Sasar Kalangan Anak Muda

10 Juni 2026 - 00:04 WIB

IMABA KALBAR Gelar Pelatihan Kebendaharaan, Dorong Tata Kelola Keuangan Organisasi yang Transparan, Akuntabel, dan Profesional

8 Juni 2026 - 11:39 WIB

PWM Kalbar dan BPJS Ketenagakerjaan Jalin Kerja Sama Perluas Perlindungan Pekerja Amal Usaha Muhammadiyah

8 Juni 2026 - 11:35 WIB

Syarif Falmu: “Jangan Sampai Kalbar Jadi Surga Investor, Tapi Neraka Bagi Pencari Kerja Lokal”

5 Juni 2026 - 09:33 WIB

LAZISMU Masjid At-Tanwir Santuni Fakir Miskin dan Salurkan Subsidi Sembako Murah

31 Mei 2026 - 09:24 WIB

Trending di Berita Kalbar