Menu

Mode Gelap
Mahasiswa Gelar Aksi Kamisan di Bundaran Digulis, Soroti Isu HAM dan Supremasi Sipil Karhutla Berulang di Konsesi Korporasi: 1.351 Titik Api Ungkap Kegagalan Penegakan Hukum KPAD Kayong Utara dan SP3APMD Koordinasi ke Polres Kubu Raya, Bahas Perkembangan Kasus Dugaan Kekerasan Santri Grand Final Pemilihan Lanceng Praben Digelar 4 April 2026 di Qubu Resort KPAD Kayong Utara dan Dinas SP3APMD Kawal Kasus Dugaan Kekerasan Santri di Kubu Raya Komitmen Reformasi Organisasi, Ratih Mutiara Resmi Calon Ketua PERADI SAI Mataram, 10 Program Prioritas Disiapkan

Nasional

Menag Nasaruddin Umar Klarifikasi dan Minta Maaf Soal Pernyataan Guru

badge-check


					Menag Nasaruddin Umar Klarifikasi dan Minta Maaf Soal Pernyataan Guru Perbesar

Gagasankalbar.com – Pernyataan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar tengah menjadi sorotan publik setelah potongan video dirinya viral di media sosial. Dalam video tersebut, Nasaruddin terdengar mengatakan, “Kalau mau cari uang, jangan jadi guru, jadi pedaganglah.”

Ucapan itu menuai reaksi beragam, terutama dari kalangan tenaga pendidik, karena profesi guru merupakan pekerjaan yang terhormat dan mulia, Menanggapi polemik tersebut, Nasaruddin menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf.

“Saya menyadari bahwa potongan pernyataan saya tentang guru menimbulkan tafsir yang kurang tepat dan melukai perasaan sebagian guru. Untuk itu, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya. Tidak ada niat sedikit pun bagi saya untuk merendahkan profesi guru,” ujar Nasaruddin dalam keterangan pers Kementerian Agama, Rabu (3/9/2025).

Ia menegaskan, justru sebaliknya, guru adalah profesi yang sangat mulia. “Dengan ketulusan hati merekalah generasi bangsa ditempa,” tambahnya.

Dalam video tersebut, ia juga menyampaikan bahwa terus berkomitmen di Kementerian Agama untuk memperjuangkan kesejahteraan profesi guru dengan berbagai upaya. Berikut bukti komitmen negara yang disampaikan oleh Menag

1. Kenaikan tunjangan profesi bagi 227.147 guru non-PNS yang awalnya Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan.

2. Kenaikan jumlah peserta PPG hingga 700% di tahun 2025, dari 29.933 guru tahun 2024 menjadi 206.411 guru mengikuti PPG di tahun 2025.

3. Pengangkatan 52.000 guru honorer menjadi PPPK dalam tiga tahun terakhir

Menurutnya, kesejahteraan guru bagian hal terpenting yang harus diperhatikan oleh negara, profesi guru tidak hanya dimaknai suatu pekerjaan, tetapi menjadi guru merupakan dorongan kuat dalam hati nurani.

“Bagi saya, guru bukan hanya pekerjaan tapi panggilan jiwa dan karena kemuliaannya itulah negara wajib hadir untuk memperhatikan kesejahteraannya” ungkapnya

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komitmen Reformasi Organisasi, Ratih Mutiara Resmi Calon Ketua PERADI SAI Mataram, 10 Program Prioritas Disiapkan

30 Maret 2026 - 15:02 WIB

PP GMKI Luncurkan PBH GMKI, Dorong Pelayanan Hukum bagi Masyarakat

14 Maret 2026 - 08:18 WIB

Akademisi Untan: Pembacokan Mahasiswi di UIN Suska Riau Murni Tindak Kekerasan, Emosi Bukan Alasan Penghapus Pidana

28 Februari 2026 - 16:29 WIB

Jika DPRD Memilih Kepala Daerah, Di Mana Posisi Rakyat?

25 Januari 2026 - 14:39 WIB

Drama Cina Jadi Hiburan Favorit Bapak-Bapak Saat Waktu Senggang, Fenomena Unik yang Kian Mengemuka

17 Januari 2026 - 15:03 WIB

Trending di Nasional