Gagasankalbar.com – Sebanyak 50 (lima puluh) peserta didik Sekolah Dasar Negeri (SDN) 20 yang terletak di Kelurahan Banjar Kecamatan Benua Kayong Kabupaten Ketapang, tampak antusias dan ceria setelah sekolah mereka dikunjungi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sahabat Cita Khatulistiwa dalam program membaca nyaring (Read a Loud) pada senin (25/08).
Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sahabat Cita Khatulistiwa berkolaborasi dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni dan Budaya Politeknik Negeri Ketapang, kembali mengadakan kegiatan Read a Loud [membaca nyaring] yang sedang digalakkan dalam mendorong partisipasi peserta didik dalam gerakan literasi berupa membaca, mendengarkan dan memperhatikan orang membaca, ucap Neng Marlina Efendi
Ketua TBM Sahabat Cita Khatulistiwa, Neng Marlina Efendi mengatakan pihaknya mendorong kepedulian peserta didik terhadap lingkungan dan perubahan alam, terangnya
“Kegiatan ini menyasar peserta didik untuk membentuk karakter literasi iklim di lingkungan keluarga”, ucapnya
Read a loud ini berupa kegiatan membaca dengan menyuarakan teks yang dibaca dengan suara yang keras dan jelas, sehingga orang lain dapat mendengarnya, terang Marlina
Peserta didik secara bergiliran membaca nyaring di depan teman-temannya dengan penuh keseruan dan semangat terpancar dari wajah mereka menjadi motivasi bagi peserta didik lain di Kabupaten Ketapang untuk menjaga alam dengan tidak membuang dan membakar sampah sembarangan, dan menjaga lingkungan yang sehat setiap hari bisa dimulai di rumah tempat tinggal, sekolah maupun lingkungan sekitar, harap Marlina
“Keceriaan Peserta didik berlanjut ketika TBM Sahabat Cita Khatulistiwa memberikan hadiah atas keberanian mereka dalam mempraktekkan membaca nyaring”, sambung Marlina
Marlina menyebut kegiatan ini bekerjasama dengan Buibu Baca Buku Book Club (BBBBC) dan Climateworks Foundation melalui pemanfaatan bahan bacaan seri literasi iklim untuk keluarga yakni seri keluarga panik dengan 3 (tiga) judul yakni cita-cita penyelamat bumi, polusi dilarang masuk, dan banyak sampah banyak masalah”, tutup Marlina










