Gagasankalbar.com – Mahasiswa STAI Al-Haudl Ketapang yang menyelenggarakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Desa Pesaguan Kanan bekerja sama dengan Puskesmas Pesaguan melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan serta penyuluhan bahaya NAPZA dan tantangan belajar di era digital yang bertempat di SMP Negeri 1 Kecamatan Matan Hilir Selatan, pada Kamis (8/1).
Kegiatan ini menghadirkan Kepala Puskesmas Pesaguan, Ibu drg. Tiomida Sartika Andryani, yang menyampaikan menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental serta menjauhi penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan, lingkungan sosial, dan masa depan generasi muda, paparnya
Selain penyuluhan NAPZA, mahasiswa KKL STAI Al-Haudl Ketapang turut berperan aktif dalam pelaksanaan pemeriksaan kesehatan serta penyampaian materi terkait tantangan belajar di era digital.
Ketua Kelompok KKL Desa Pesaguan Antoni, menyampaikan bahwa penggunaan gawai dan media sosial secara berlebihan dapat berdampak pada menurunnya minat belajar, ketidakstabilan emosi, serta perubahan sikap dan akhlak terhadap orang tua dan guru, yang berpotensi mengarah pada salah pergaulan dan perilaku menyimpang, terangnya
Antoni Menambahkan Kedepannya, mahasiswa KKL STAI Al-Haudl Ketapang berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan penyuluhan serupa secara berkelanjutan di berbagai jenjang pendidikan formal mulai dari SD, SMP, SMA hingga pondok pesantren, cetusnya
“Program ini dirancang sebagai upaya preventif dan edukatif untuk membentuk generasi muda yang sehat secara fisik dan mental, cerdas dalam menyikapi perkembangan teknologi, serta memiliki karakter dan akhlak yang baik terhadap orang tua, guru, dan lingkungan masyarakat”, tegasnya
Menurut Antoni, kegiatan ini mendapat respon dan antusiasme dari siswa, dan diharapkan peserta didik dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan, menjauhi NAPZA, serta mampu menghadapi tantangan di era digital dengan bijak dan bertanggung jawab, harapnya
Melalui kolaborasi ini, mahasiswa KKL STAI Al-Haudl Ketapang berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, dan pembentukan karakter generasi muda khususnya di Desa Pesaguan Kanan, tutup Antoni









