Menu

Mode Gelap
Musyawarah Daerah V King Rattle Club Indonesia Digelar di Pontianak Drama Cina Jadi Hiburan Favorit Bapak-Bapak Saat Waktu Senggang, Fenomena Unik yang Kian Mengemuka Pencarian Hari ke-7 Nuriman di Perairan Karang Anyar Dihentikan, Korban Dinyatakan Hilang HMI Cabang Pontianak Gelar Insight Session dan Luncurkan RKK: Dorong Ruang Aman dan Sistem Perlindungan Kader IMM Pontianak Tolak Tegas Wacana Pilkada Dipilih oleh DPRD: “Rakyat Bukan Masalah, Rakyat Adalah Jawaban” Kakek Molyadi Ditemukan Selamat Setelah Dua Hari Hilang di Ladang, Tim SAR Gabungan Akhiri Operasi Pencarian

Nasional

Koperasi Merah Putih Bersumber dari Dana Desa, Wamentan: Memberikan Keuntungan Pada Masyarakat 

badge-check


					Koperasi Merah Putih Bersumber dari Dana Desa, Wamentan: Memberikan Keuntungan Pada Masyarakat  Perbesar

Jakarta, gagasankalbar.com – Pemerintah kembali mendorong terbentuknya Koperasi Desa Merah Putih. Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, mengatakan, skema pendanaan Koperasi Desa Merah Putih bersumber dari dana desa dan disalurkan lewat mekanisme APBN.

 

Menurut Wamentan Sudaryono, koperasi desa ini akan dibentuk dari tiga sumber, yakni pembentukan koperasi baru, konversi dari koperasi yang sudah berjalan baik, atau revitalisasi koperasi lama yang vakum.

 

Semua bentuk ini dipilih melalui mekanisme musyawarah desa yang diselenggarakan oleh kepala desa bersama warga.

 

Skema pendanaan Koperasi Desa Merah Putih bersumber dari dana desa dan disalurkan lewat mekanisme APBN. Sudaryono menegaskan, skema ini masih dalam tahap finalisasi, namun prinsipnya adalah kehati-hatian fiskal.

 

Sudar Yono menegaskan, skema ini masih dalam tahap finalisasi, namun prinsipnya adalah kehati-hatian fiskal.

 

“Dengan cara kegiatan saya sudah pasti ini, artinya memberikan keuntungan kepada masyarakat desa, maka pembiayaannya itu akan dibiayai oleh APBN dari alokasi dana desa yang dispread selama 10 sampai mungkin sepanjang, mungkin supaya pengurangannya tidak terlalu besar,” Jelasnya dikutip, Minggu (18/05/2025).

 

Kemudian, ia mengutarakan banyak Kepala Desa setuju dan memang banyak manfaatnya.

 

“Tapi dengan benefit yang diterima maka sebagian kami sosialisasi ke banyak kepala desa, banyak diantaranya itu setuju karena memang manfaat benefit lebih besar daripada pengorbanan yang diberikan,” ungkapnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Drama Cina Jadi Hiburan Favorit Bapak-Bapak Saat Waktu Senggang, Fenomena Unik yang Kian Mengemuka

17 Januari 2026 - 15:03 WIB

Indonesia Lepas 290 Atlet ke ASEAN Para Games 2025 Thailand

10 Januari 2026 - 16:35 WIB

Film “Agak Laen: Menyala Pantiku” Sukses Jadi Film Terlaris Sepanjang Masa, Lampaui Animasi Jumbo

2 Januari 2026 - 15:08 WIB

Deretan Film Indonesia Merajai Bioskop Sepanjang 2025, “Jumbo” Jadi Film Terlaris Tahun 2025

1 Januari 2026 - 09:22 WIB

Dari Daerah ke Panggung Nasional: Anton Hermawan Terpilih Delegasi Forum 500 Pemimpin Muda Indonesia

18 Desember 2025 - 16:19 WIB

Trending di Nasional