KNPI Pontianak Imbau Kreator Konten Bijak Bermedia Sosial - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Antusiasme Warga Serbu Bazar Sembako Murah Perumda Aneka Usaha Menanjak Bahagia, Seluruh Paket Ludes Terjual Semarak HUT ke-19 Kubu Raya, Puskesmas Punggur Ajak Warga Hidup Sehat Lewat Senam GERMAS Derahman: Semangat Gotong Royong Jadi Kekuatan Hadapi Tantangan Fiskal Kubu Raya Banggar DPR RI Dorong Bank Indonesia Kalbar Perkuat Deteksi Dini Ekonomi dan Pengembangan UMKM Daerah Banggar DPR RI Dorong Penguatan Transfer ke Daerah dan Optimalisasi APBN untuk Pembangunan Kalimantan Barat Nelayan Hilang Kontak di perairan Teluk Cina Pulau Lemukutan di temukan dalam keadaan selamat oleh tim SAR Gabungan

Pontianak

KNPI Pontianak Imbau Kreator Konten Bijak Bermedia Sosial

badge-check


KNPI Pontianak Imbau Kreator Konten Bijak Bermedia Sosial Perbesar

Gagasankalbar.com – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Pontianak memberikan tanggapan terkait konten TikTokers Iky Kabah yang menyebut suku Dayak identik dengan ilmu hitam. Pernyataan tersebut menuai polemik karena dianggap merendahkan dan menyudutkan komunitas Dayak.

Ketua KNPI Kota Pontianak, Zean Novrian, menegaskan bahwa konten seperti itu berpotensi memicu sentimen SARA. “Kami mengimbau Iky Kabah maupun konten kreator lainnya untuk berhati-hati dalam memilih kata-kata. Jangan sampai menyebarkan stereotip negatif yang bisa melukai perasaan suku atau kelompok tertentu,” ujarnya.

Ia menambahkan, pernyataan yang menggeneralisasi seluruh suku Dayak sebagai penganut ilmu hitam adalah keliru. “Faktanya, masyarakat Dayak sangat beragam, baik dari sisi agama, kepercayaan, maupun budayanya. Mengkotakkan mereka dengan stigma tertentu jelas tidak adil,” tegas Zean.

KNPI Kota Pontianak juga menyoroti aspek hukum yang dapat menjerat konten semacam ini. Berdasarkan Pasal 28 ayat (2) UU ITE, dilarang menyebarkan informasi yang menimbulkan kebencian atau permusuhan terhadap individu maupun kelompok berdasarkan SARA.

Sebagai langkah preventif, KNPI Kota Pontianak menggerakkan program Bijak Sebelum Klik. Program ini mendorong pemuda untuk lebih cerdas dalam bermedia sosial melalui pembuatan konten edukasi berupa video singkat, poster digital, serta reels di TikTok dan Instagram. Pesan utamanya sederhana: pikir dulu sebelum posting atau membagikan sesuatu.

“Setiap kata yang terucap di ruang publik adalah cerminan tanggung jawab. Kami berharap para influencer dan publik figur bisa menjadi teladan dalam menjaga etika, menghargai keberagaman, dan tidak asal bicara,” pungkas Zean.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polda Kalbar Hadiri Pembukaan Muswil FL2MI di Polnep Ajak Pemuda Kawal Kebijakan Secara Konstruktif

12 Juli 2026 - 09:39 WIB

Jelang Temu Karya, Keterbukaan Penjaringan Calon Ketua Karang Taruna Kabupateen/Kota Jadi Harapan Kader

8 Juli 2026 - 09:11 WIB

Solmadapar Desak PLN Kalbar Berikan Kompensasi atas Pemadaman Listrik

7 Juli 2026 - 23:58 WIB

Mantan Anggota Polres Melawi Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Dugaan Narkotika, Kuasa Hukum Siapkan Banding

6 Juli 2026 - 12:26 WIB

Soroti Pemadaman Listrik di Kalbar, Solmadapar Tuntut Transparansi dan Kompensasi untuk Pelanggan

5 Juli 2026 - 23:06 WIB

Trending di Pontianak