Breaking News

Berita Kalbar

Ketua FKPPI Kalbar Desak Gubernur–Wagub Akhiri Ketegangan dan Pulihkan Harmoni Pemerintahan

badge-check

Ketua FKPPI Kalbar Desak Gubernur–Wagub Akhiri Ketegangan dan Pulihkan Harmoni PemerintahanPerbesar

Gagasankalbar.com – Ketua PD XV KB FKPPI Kalimantan Barat, Doni Prasetya Satriadi atau Doni Aswin, angkat bicara terkait dinamika penataan pejabat eselon II Pemprov Kalbar yang dilantik pada Jumat (5/12). Melalui wawancara via telepon, Doni menyampaikan sejumlah pandangan terkait memanasnya hubungan antara Gubernur dan Wakil Gubernur.

Doni menyesalkan munculnya kegaduhan politik di ruang publik akibat proses penataan birokrasi tersebut. Menurutnya kebijakan strategis di lingkungan pemerintahan idealnya berjalan tertib dan tidak menimbulkan kegelisahan masyarakat.

“Penataan birokrasi seharusnya menjadi proses yang tertib dan mencerminkan kedewasaan politik, bukan menjadi kegaduhan yang mencuri energi publik,” ujarnya.

Menurut Doni, Gubernur dan Wakil Gubernur merupakan satu kesatuan kepemimpinan. Karena itu, Setiap kebijakan strategis, termasuk penempatan pejabat eselon II, seyoganya dikomunikasikan terlebih dahulu secara internal.

“Wakil Gubernur bukan hanya pelengkap, tetapi pemangku amanah publik yang juga memikul tanggung jawab moral terhadap masyarakat,” tegasnya.

Doni juga menyampaikan bahwa secara hukum tindakan Gubernur dalam penataan pejabat tidak bertentangan dengan regulasi. Kendati demikian, dirinya mengingatkan pentingnya menjaga etika politik dan moralitas publik agar disharmonisasi tidak semakin melebar.

“Disharmonisasi sering lahir bukan dari pelanggaran hukum, melainkan dari abainya prinsip etika berpasangan. Apalagi pasangan NKRI terpilih berkat koalisi dua kekuatan politik besar,” katanya.

FKPPI Kalbar, kata Doni, mendorong agar kedua pimpinan segera melakukan rekonsiliasi demi menghindari dampak buruk pada efektivitas birokrasi dan pelayanan publik.

“Kami mengharapkan kedua tokoh utama pemerintahan provinsi ini segera duduk bersama dan menemukan titik temu. Kepentingan rakyat Kalbar harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Doni menegaskan bahwa FKPPI Kalbar tetap mendukung pasangan NKRI hingga akhir masa jabatan pada 2030. Ia berharap kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur kembali harmonis dan solid.

“Kekuasaan yang diperoleh secara demokratis seharusnya dijalankan secara demokratis pula. Jangan sampai proses pemilihannya demokratis, tetapi praktik pengelolaan kekuasaannya memberi kesan otoriter,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

P2D Kalbar Bagikan 2.000 Masker kepada Pengguna Jalan di Tengah Kabut Asap

8 Sep 2026 - 10:08 WIB

P2D Kalbar Bagikan 2.000 Masker kepada Pengguna Jalan di Tengah Kabut Asap

DPP Mangkok Merah apresiasi dialog Seskoad dengan masyarakat adat Dayak bahas Karhutla

3 Sep 2026 - 09:05 WIB

DPP Mangkok Merah apresiasi dialog Seskoad dengan masyarakat adat Dayak bahas Karhutla

FOMDA Kalbar Gelar Aksi, Desak Penanganan Karhutla Jadi Prioritas

3 Sep 2026 - 09:03 WIB

FOMDA Kalbar Gelar Aksi, Desak Penanganan Karhutla Jadi Prioritas

Jaga Nafas di Tengah Kabut Asap, HMI Komisariat UPGRI dan JRD Bagikan Masker

1 Sep 2026 - 21:33 WIB

Jaga Nafas di Tengah Kabut Asap, HMI Komisariat UPGRI dan JRD Bagikan Masker

Pemuda Muhammadiyah Kalbar Gelar Ekspedisi Batas Negeri di Temajuk

30 Agu 2026 - 21:34 WIB

Pemuda Muhammadiyah Kalbar Gelar Ekspedisi Batas Negeri di Temajuk
Trending di Berita Kalbar