Ketua FKPPI Kalbar Desak Gubernur–Wagub Akhiri Ketegangan dan Pulihkan Harmoni Pemerintahan - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Kesetiaan & Pengkhianatan : Sebuah Ulasan & Renungan Film The King, 2019. Syarif Falmu: “Jangan Sampai Kalbar Jadi Surga Investor, Tapi Neraka Bagi Pencari Kerja Lokal” Zulhas: MBG dan Hilirisasi Komoditas Desa Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah Bawaslu Kubu Raya Gandeng Tiga Perguruan Tinggi Perkuat Pengawasan Partisipatif Pemilu Gemawan Dorong Sinkronisasi Kebijakan Pembangunan Responsif Gender dan Adaptasi Perubahan Iklim di Kabupaten Mempawah Menguak Tabir Industri Rokok, AJI Jakarta dan AJI Pontianak Gelar Nobar dan Diskusi Film “Di Balik Ilusi Tembakau”

Berita Kalbar

Ketua FKPPI Kalbar Desak Gubernur–Wagub Akhiri Ketegangan dan Pulihkan Harmoni Pemerintahan

badge-check


Ketua FKPPI Kalbar Desak Gubernur–Wagub Akhiri Ketegangan dan Pulihkan Harmoni Pemerintahan Perbesar

Gagasankalbar.com – Ketua PD XV KB FKPPI Kalimantan Barat, Doni Prasetya Satriadi atau Doni Aswin, angkat bicara terkait dinamika penataan pejabat eselon II Pemprov Kalbar yang dilantik pada Jumat (5/12). Melalui wawancara via telepon, Doni menyampaikan sejumlah pandangan terkait memanasnya hubungan antara Gubernur dan Wakil Gubernur.

Doni menyesalkan munculnya kegaduhan politik di ruang publik akibat proses penataan birokrasi tersebut. Menurutnya kebijakan strategis di lingkungan pemerintahan idealnya berjalan tertib dan tidak menimbulkan kegelisahan masyarakat.

“Penataan birokrasi seharusnya menjadi proses yang tertib dan mencerminkan kedewasaan politik, bukan menjadi kegaduhan yang mencuri energi publik,” ujarnya.

Menurut Doni, Gubernur dan Wakil Gubernur merupakan satu kesatuan kepemimpinan. Karena itu, Setiap kebijakan strategis, termasuk penempatan pejabat eselon II, seyoganya dikomunikasikan terlebih dahulu secara internal.

“Wakil Gubernur bukan hanya pelengkap, tetapi pemangku amanah publik yang juga memikul tanggung jawab moral terhadap masyarakat,” tegasnya.

Doni juga menyampaikan bahwa secara hukum tindakan Gubernur dalam penataan pejabat tidak bertentangan dengan regulasi. Kendati demikian, dirinya mengingatkan pentingnya menjaga etika politik dan moralitas publik agar disharmonisasi tidak semakin melebar.

“Disharmonisasi sering lahir bukan dari pelanggaran hukum, melainkan dari abainya prinsip etika berpasangan. Apalagi pasangan NKRI terpilih berkat koalisi dua kekuatan politik besar,” katanya.

FKPPI Kalbar, kata Doni, mendorong agar kedua pimpinan segera melakukan rekonsiliasi demi menghindari dampak buruk pada efektivitas birokrasi dan pelayanan publik.

“Kami mengharapkan kedua tokoh utama pemerintahan provinsi ini segera duduk bersama dan menemukan titik temu. Kepentingan rakyat Kalbar harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Doni menegaskan bahwa FKPPI Kalbar tetap mendukung pasangan NKRI hingga akhir masa jabatan pada 2030. Ia berharap kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur kembali harmonis dan solid.

“Kekuasaan yang diperoleh secara demokratis seharusnya dijalankan secara demokratis pula. Jangan sampai proses pemilihannya demokratis, tetapi praktik pengelolaan kekuasaannya memberi kesan otoriter,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Syarif Falmu: “Jangan Sampai Kalbar Jadi Surga Investor, Tapi Neraka Bagi Pencari Kerja Lokal”

5 Juni 2026 - 09:33 WIB

LAZISMU Masjid At-Tanwir Santuni Fakir Miskin dan Salurkan Subsidi Sembako Murah

31 Mei 2026 - 09:24 WIB

Tim SAR Gabungan Cari Korban Hilang Akibat Sampan Terbalik Saat Memancing di Sungai Laut Tanjung Bunga

30 Mei 2026 - 08:31 WIB

Rayakan Harlah ke-76, Umi Marzuqoh: Fatayat NU Kalbar Harus Memberdayakan Perempuan hingga ke Pelosok Desa

24 Mei 2026 - 02:09 WIB

Cornelis Dorong Internasionalisasi Dayak Lewat Kongres Literasi dan Dayak Book Fair 2026

14 Mei 2026 - 21:50 WIB

Trending di Berita Kalbar