Gagasankalbar.com – Suasana akrab dan santai mewarnai pertemuan kedua Kelas Jurnalistik yang diselenggarakan Jaringan Rumah Diskusi (JRD) Kalimantan Barat. Bertempat di Perpustakaan Tanjak Serumpun, Rumah Adat Melayu, kegiatan ini menjadi ruang belajar alternatif yang inspiratif bagi calon jurnalis muda, dengan tema “Kode Etik Jurnalistik dan Kebebasan Pers”.
Dengan peserta duduk lesehan, membawa tumbler dan alat tulis sendiri, suasana diskusi menjadi lebih ramah lingkungan dan interaktif. Kegiatan ini menghadirkan Uun Yuniar, Ketua IJTI Kalbar, yang membagikan pengalaman serta wawasan mendalam tentang dunia jurnalistik.

Bagi banyak peserta, pertemuan ini terasa istimewa. Salah satunya adalah Oliq Syahiknan Nur, pelajar SMAN 11 Pontianak, yang baru pertama kali mengikuti sesi ini. “Saya merasa sangat beruntung. Di sini saya bukan hanya belajar teori, tapi juga termotivasi karena bisa berdiskusi langsung dengan para jurnalis berpengalaman,” tuturnya dengan antusias.
Selain penyampaian materi, sesi diskusi menjadi bagian yang paling dinantikan. Para peserta diajak berbagi pandangan serta bertanya tentang praktik-praktik etis dalam jurnalistik, terutama di era digital yang penuh tantangan informasi.
Ketua Panitia, Aris Ismail, menjelaskan bahwa Kelas Jurnalistik ini dirancang sebagai ruang pembelajaran terbuka yang tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis, tetapi juga nilai-nilai dasar profesi jurnalis. “Kami berharap kegiatan ini dapat mencetak jurnalis muda yang profesional dan kritis,” ujarnya.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung hingga bulan Juni mendatang dengan beragam topik menarik dan pemateri berpengalaman, serta diselingi tugas dan kuis untuk menguji pemahaman peserta secara langsung.
















