HMI Cabang Pontianak Tolak Wacana Pilkada Dipilih DPRD: “Regresi Demokrasi dan Amputasi Kedaulatan Rakyat” - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Kuasa Hukum Dampingi Petani Sawit Kubu Raya Korban Dugaan Penipuan dan Pencemaran Nama Baik Desa Punggur Kapuas Kampanyekan PHBS melalui SPALD-S Tim Gabungan Masih Berjibaku Padamkan Karhutla di Sungai Raya Kubu Raya Belukar, Pebisnis Modal Liur yang Lebih Lincah dari Sales Asuransi IMABA Kalimantan Barat Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Sosial dan Tolak Diskriminasi terhadap Santri serta Pesantren Bukan Salahmu Menjadi Perempuan: Sebuah Refleksi tentang Perempuan dan Kesetaraan

Pontianak

HMI Cabang Pontianak Tolak Wacana Pilkada Dipilih DPRD: “Regresi Demokrasi dan Amputasi Kedaulatan Rakyat”

badge-check


HMI Cabang Pontianak Tolak Wacana Pilkada Dipilih DPRD: “Regresi Demokrasi dan Amputasi Kedaulatan Rakyat” Perbesar

Gagasankalbar.com – Pontianak, 4 Januari 2026, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pontianak secara tegas menyatakan penolakan terhadap wacana pengembalian mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

HMI menilai gagasan tersebut sebagai bentuk kemunduran demokrasi (Democratic Backsliding) yang berpotensi mengancam prinsip kedaulatan rakyat sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi.

Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) HMI Cabang Pontianak, Birin Mustakim, Menegaskan bahwa kedaulatan rakyat tidak dapat direduksi menjadi kedaulatan elite politik di parlemen. Pemindahan mandat politik dari rakyat kepada DPRD dinilai akan memutus relasi akuntabilitas antara kepala daerah dengan masyarakat sebagai pemilik kedaulatan.

“Pilkada langsung merupakan hasil perjuangan panjang reformasi yang menempatkan rakyat sebagai subjek utama dalam demokrasi. Mengembalikan kewenangan tersebut kepada DPRD sama saja dengan melakukan amputasi terhadap hak politik warga negara dan mencederai semangat konstitusi,” tegas Ketua Bidang PPD HMI Cabang Pontianak, Birin Mustakim, dalam keterangan tertulis, Minggu (04/01/2025).

Berdasarkan kajian Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD), HMI Cabang Pontianak menyampaikan tiga alasan fundamental penolakan, yakni:

  1. Menguatnya Dominasi Oligarki dan Politik Transaksional. Pemilihan kepala daerah melalui DPRD dinilai sangat rentan terhadap praktik politik transaksional dan money politics. Mekanisme ini berpotensi melanggengkan kompromi elit dan “politik dagang sapi” antarpartai, sehingga kepala daerah terpilih lebih loyal kepada kepentingan partai dibanding kepentingan rakyat;
  2. Lemahnya Legitimasi Sosial dan Jarak dengan Masyarakat. Secara akademis, kepala daerah yang tidak dipilih langsung oleh rakyat memiliki legitimasi sosial yang lemah. Kondisi ini berpotensi menciptakan jarak sosiopolitik antara pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya di wilayah dengan karakteristik geografis luas seperti Kalimantan Barat;
  3. Generalisasi Keliru atas Persoalan Biaya Politik. HMI menilai alasan tingginya biaya Pilkada sebagai argumen yang keliru arah. Persoalan biaya seharusnya dijawab melalui reformasi sistem kampanye, transparansi pendanaan politik, dan penguatan pengawasan pemilu, bukan dengan mencabut hak pilih rakyat. Efisiensi anggaran tidak boleh dijadikan dalih untuk mengorbankan demokrasi.

Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) HMI Cabang Pontianak, Birin Mustakim, juga menegaskan bahwa Pilkada langsung memiliki keterkaitan erat dengan kualitas pembangunan daerah. Kepala daerah yang memperoleh mandat langsung dari rakyat memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk menghadirkan kebijakan pembangunan yang partisipatif, adil, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Atas dasar tersebut, HMI Cabang Pontianak menyerukan kepada mahasiswa, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat sipil di Kalimantan Barat untuk bersikap kritis serta menolak segala bentuk kebijakan Pilkada yang bersifat regresif.

HMI Cabang Pontianak berkomitmen untuk terus mengawal isu ini melalui kajian ilmiah, diskusi publik, dan langkah-langkah advokasi sebagai bagian dari tanggung jawab moral mahasiswa dalam menjaga demokrasi dan pembangunan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polresta Pontianak Bongkar Perdagangan Sisik Trenggiling, Dua Tersangka Ditangkap

6 Agustus 2026 - 09:49 WIB

Polresta Pontianak Ungkap Lima Kasus Curanmor, Tiga Tersangka Ditangkap

6 Agustus 2026 - 09:37 WIB

Menghidupkan Tradisi Leluhur: Warga RT 002/RW 003 Tanjung Hulu Gelar Aksi Gotong Royong demi Mitigasi Perubahan Iklim dan Cegah Banjir

2 Agustus 2026 - 17:05 WIB

Eka Nurhayati Ishak Tekankan Pentingnya Pendampingan Hukum bagi Perempuan, Anak, dan Kelompok Rentan

2 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Peringati Hari Anak Nasional 2026, Wali Kota Pontianak Jamin Bantuan Medis dan Biaya Rujukan Bagi Anak Penyintas Kanker

23 Juli 2026 - 02:07 WIB

Trending di Pontianak