H. Werry, Tokoh Pers Kalbar Kecam Keras Teror Kepala Babi dan Bangkai Tikus ke Redaksi Tempo, Dapat Merusak Citra Presiden Prabowo - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Cornelis Dorong Internasionalisasi Dayak Lewat Kongres Literasi dan Dayak Book Fair 2026 PWA Kalbar Soroti Pentingnya Budaya Sekolah Anti Kekerasan Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya Bersilaturahmi ke Kediaman Hubabah Annisa Alhaddad Bung Fajar: GMNI Kalimantan Barat Jangan Larut dalam Konflik Internal, Rakyat Sedang Menghadapi Krisis Sosial dan Ekonomi Rumah Makan Gratis Habib Terima Kunjungan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional RI Staf Ketua KPPU RI Apresiasi Daya Kritis Peserta LK II HMI Cabang Pontianak

Berita Kalbar

H. Werry, Tokoh Pers Kalbar Kecam Keras Teror Kepala Babi dan Bangkai Tikus ke Redaksi Tempo, Dapat Merusak Citra Presiden Prabowo

badge-check


					H. Werry, Tokoh Pers Kalbar Kecam Keras Teror Kepala Babi dan Bangkai Tikus ke Redaksi Tempo, Dapat Merusak Citra Presiden Prabowo Perbesar

Gagasankalbar.com – Tokoh pers Kalimantan Barat, Ir. H. Werry Syahrial, MH, mengecam keras aksi teror terhadap redaksi Tempo berupa pengiriman kepala babi dan enam bangkai tikus. Ia menilai tindakan tersebut sebagai ancaman serius terhadap kebebasan pers dan demokrasi di Indonesia.

“Kami, seluruh insan pers di Kalbar, baik media digital, cetak, maupun televisi, mengutuk pengiriman kepala babi serta enam bangkai tikus ke kantor Redaksi Tempo. Ini tindakan yang tercela, mencederai independensi pers, dan melanggar hak asasi manusia,” tegas Werry, wartawan senior sekaligus Penasehat PWI Kalbar.

Menurutnya, perbuatan ini bukan hanya bentuk teror terhadap kebebasan pers, tetapi juga dapat merusak citra Presiden Prabowo Subianto. “Prabowo sangat menghormati kebebasan pers dan demokrasi. Namun, tindakan seperti ini bisa mencoreng namanya jika tidak ditindak tegas,” ujarnya.

Kontroversi semakin memanas setelah Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menanggapi insiden ini dengan pernyataan yang dinilai tidak pantas. Saat ditanya wartawan, ia menjawab, “Ya, dimasak saja,” komentar yang menuai kecaman luas.

H. Werry menilai pernyataan tersebut sangat merugikan Presiden Prabowo. “Jauh sebelum kejadian ini, Presiden sudah mengingatkan agar komunikasi pemerintah dengan media diperbaiki. Pernyataan Hasan Nasbi ini jelas bertolak belakang dengan karakter Prabowo dan berpotensi merusak citranya,” tegasnya dalam konferensi pers yang dihadiri berbagai organisasi pers, seperti PWI, AJI, dan IJTI Kalbar.

Dalam pernyataan resminya, Dewan Pers juga mengutuk keras aksi teror tersebut, menegaskan bahwa kebebasan pers adalah pilar utama demokrasi yang dilindungi UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tak hanya komunitas pers, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) juga angkat suara. Ketua YLBHI, Mohammad Isnur, meminta pemerintah segera mengusut dalang di balik teror ini dan menegur Hasan Nasbi atas komentarnya yang tidak bertanggung jawab.

“Pernyataan seperti itu tidak pantas keluar dari seorang pejabat pemerintah. Ini bukan hanya soal Tempo, tapi soal kebebasan pers secara keseluruhan. Kami mendesak Polri segera mengusut tuntas pelaku teror ini,” ujar Isnur dalam wawancara televisi, kemarin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Cornelis Dorong Internasionalisasi Dayak Lewat Kongres Literasi dan Dayak Book Fair 2026

14 Mei 2026 - 21:50 WIB

PWA Kalbar Soroti Pentingnya Budaya Sekolah Anti Kekerasan

14 Mei 2026 - 09:27 WIB

Jangan Obok-Obok Kalbar!” Aliansi Generasi Muda Dayak Ultimatum KPK soal Dugaan Korupsi Jalan Kabupaten Mempawah

12 Mei 2026 - 11:02 WIB

HIPMI Kalbar Solid Dukung Ade Jona Prasetyo Menuju Kursi Ketua Umum BPP HIPMI

11 Mei 2026 - 03:44 WIB

HWCI Kalbar dan Radio Republik Indonesia Pontianak Jalin Kerja Sama Gerakan Kemanusiaan dan Perlindungan Hukum Bagi Masyarakat Rentan, Tidak Hanya Perempuan dan Anak

8 Mei 2026 - 12:19 WIB

Trending di Berita Kalbar