Gas Air Mata Kedaluwarsa Warnai Pembubaran Massa di Mako Brimob Kwitang - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Antusiasme Warga Serbu Bazar Sembako Murah Perumda Aneka Usaha Menanjak Bahagia, Seluruh Paket Ludes Terjual Semarak HUT ke-19 Kubu Raya, Puskesmas Punggur Ajak Warga Hidup Sehat Lewat Senam GERMAS Derahman: Semangat Gotong Royong Jadi Kekuatan Hadapi Tantangan Fiskal Kubu Raya Banggar DPR RI Dorong Bank Indonesia Kalbar Perkuat Deteksi Dini Ekonomi dan Pengembangan UMKM Daerah Banggar DPR RI Dorong Penguatan Transfer ke Daerah dan Optimalisasi APBN untuk Pembangunan Kalimantan Barat Nelayan Hilang Kontak di perairan Teluk Cina Pulau Lemukutan di temukan dalam keadaan selamat oleh tim SAR Gabungan

Nasional

Gas Air Mata Kedaluwarsa Warnai Pembubaran Massa di Mako Brimob Kwitang

badge-check


Salah satu selongsong gas air mata berserakan di Jalan Kramat Kwitang Perbesar

Salah satu selongsong gas air mata berserakan di Jalan Kramat Kwitang

Gagasankalbar.com – Ketegangan kembali memuncak di depan Markas Komando (Mako) Brimob Kwitang, Jakarta Pusat, Sabtu pagi, menyusul demonstrasi lanjutan buntut insiden tewasnya pengemudi ojek online di Pejompongan. Aparat kepolisian kembali menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa, namun temuan di lapangan memunculkan kekhawatiran baru: sejumlah selongsong gas air mata yang digunakan diduga telah melewati masa pakai.

Selongsong gas air mata berserakan di Jalan Kramat Kwitang. Salah satu di antaranya tercatat memiliki masa kedaluwarsa Desember 2019. Meski belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait validitas dan dampak penggunaan gas tersebut, kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan warga dan demonstran yang mengalami iritasi mata dan sesak napas.

Hingga pukul 08.00 WIB (30/08/25), massa masih bertahan di sekitar Mako Brimob. Suasana mencekam dengan suara petasan dan gas air mata yang menyelimuti kawasan Kwitang. Akses jalan dari Tugu Tani menuju lokasi ditutup total, sementara aparat gabungan dari TNI dan Polri membentuk barikade di titik-titik strategis.

Sekitar pukul 08.55 WIB, Panglima Komando Cadangan Strategis TNI AD (Pangkostrad), Letjen TNI Mohammad Fadjar, turun langsung ke lokasi. Ia berdialog dengan massa dan menyampaikan bahwa tuntutan utama mereka “pembebasan rekan yang sempat ditahan” telah dipenuhi. Ajakan persuasif Fadjar membuahkan hasil; massa mulai mundur secara tertib sambil meneriakkan yel-yel, dan pada pukul 09.00 WIB, kawasan Mako Brimob sepenuhnya dikosongkan di bawah pengawasan ketat aparat TNI.

Penggunaan gas air mata yang diduga kedaluwarsa memicu sorotan dari berbagai pihak, termasuk aktivis hak asasi manusia dan organisasi kesehatan. Mereka mendesak adanya audit terhadap perlengkapan pengendalian massa serta transparansi dalam prosedur operasional aparat keamanan. *(Ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

UM Metro Kirim Empat Mahasiswa ke Akademi Sejarawan Muhammadiyah Batch 1 di Yogyakarta

16 Juli 2026 - 00:05 WIB

Inovasi Wondr by BNI: Fitur Canggih Ini Otomatis Blokir Transaksi Saat Ada Telepon Masuk

4 Juli 2026 - 06:21 WIB

Perangi Pinjol Ilegal, AFPI dan PWI Siapkan Kerja Sama Literasi Keuangan

19 Juni 2026 - 02:15 WIB

Diskusi di UGM Ricuh, Mahasiswa Geruduk Acara dan Hadang Kendaraan Pejabat

16 Juni 2026 - 12:04 WIB

Dekan Fakultas Hukum UM Pontianak Raih Predikat Wisudawan Terbaik PDIH UNISSULA

15 Juni 2026 - 13:40 WIB

Trending di Nasional