GAGASANKALBAR.COM –
Hujan deras yang akhir-akhir ini mengguyur seluruh wilayah Kalimantan Barat, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hal tersebut terjadi dikarenakan beberapa faktor antara lain : Angin Monsun Asia bertiup dari benua Asia menuju Australia, membawa massa udara dingin dan kering. Saat melewati wilayah Indonesia yang hangat dan lembap, massa udara ini menyerap uap air dan membentuk awan hujan, Seruakan dingin (Cold Surge) merupakan fenomena masuknya massa udara dingin dari lintang tinggi (Asia) ke wilayah yang lebih rendah (Indonesia). Fenomena ini dapat memperkuat intensitas Monsun Asia dan menyebabkan peningkatan curah hujan yang signifikan, hingga fenomena (La Nina) penurunan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur. Meskipun dalam intensitas lemah pada tahun 2024, La Nina dapat turut memperkuat potensi cuaca ekstrem di Indonesia, termasuk peningkatan curah hujan.
Dampak dari fenomena alam tersebut salah satunya dirasakan oleh warga di wilayah Desa Pakit, Kecamatan Jelai Hulu, Kabupaten Ketapang. Curah hujan yang tinggi menyebabkan kerusakan yang signifikan terutama pada infrastruktur jalan. Beberapa jalan mengalami kerusakan yang cukup parah, genangan air yang tidak tersalurkan dengan baik menyebabkan jalan becek dan terendam air. Banyak titik di jalan utama harus terputus dan sangat mengganggu aktivitas masyarakat.
Mengingat banjir adalah fenomena alam yang sering terjadi di Kalimantan Barat, tentunya hal ini membutuhkan solusi konkrit dari semua pihak. Salah satunya mempersiapkan solusi baik jangka pendek maupun jangka panjang, seperti : Penyediaan Transportasi Alternatif, Jalur Alternatif, Membentuk pusat komando penanggulangan banjir yang melibatkan berbagai pihak terkait (BPBD, TNI/Polri, Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, dll.) untuk koordinasi yang efektif, Meninggikan ruas jalan yang rawan banjir dengan melakukan pengurukan dan perbaikan drainase, Membangun jembatan atau flyover di titik-titik yang sering terendam banjir, Memperbaiki dan meningkatkan sistem drainase di sepanjang jalan, termasuk pembuatan saluran air yang lebih besar dan pembersihan saluran secara rutin. Dengan implementasi solusi yang komprehensif dan kolaborasi yang baik, diharapkan dampak banjir terhadap akses jalan di Kalimantan Barat dapat diminimalkan dan masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman.










