BEM UNTAN bersama Aliansi Bangsa Darurat Mengutuk DPRD Provinsi Kalbar - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Penutupan Milad ke-109, PDA ‘Aisyiyah Kubu Raya Gelar FGD Perlindungan Anak Posbakum Aisyiyah Kalbar Kini Hadir di Lima Titik, Perluas Akses Bantuan Hukum bagi Masyarakat Fauzi Purwolaksono Raih Emas di World Para Athletics Grand Prix Tlaxcala 2026 Keberagaman Singkawang: Pilar Persatuan dan Teladan Kerukunan Nasional Kalau Pengkritik Dianggap “Londo Ireng”, Siapa yang Masih Berani Berkata Benar? Karhutla di Kubu Raya Masih Berlangsung, Petugas Berjibaku Padamkan Api di Rasau Jaya

Berita Kalbar

BEM UNTAN bersama Aliansi Bangsa Darurat Mengutuk DPRD Provinsi Kalbar

badge-check


BEM UNTAN bersama Aliansi Bangsa Darurat Mengutuk DPRD Provinsi Kalbar Perbesar

PONTIANAK, GAGASANKALBAR.COM – BEM UNTAN bersama Aliansi Bangsa darurat melakukan Aksi ini mengangkat Isu Bencana di Daerah Kalimantan Barat dan Permasalahan Efisiensi Anggaran yang Mengancam Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, dan Sosial di kalimantan Barat di Depan Gedung DPRD Kalimantan Barat. Sabtu, (15/2/24).

Di tengah kebijakan pemotongan anggaran yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto, Kalimantan Barat saat ini menghadapi bencana banjir yang melanda berbagai wilayah di provinsi tersebut.

Banjir yang disebabkan oleh curah hujan tinggi dan meluapnya sungai-sungai utama telah merendam ribuan rumah, mengganggu aktivitas ekonomi, serta memaksa ribuan warga untuk mengungsi.

Dampak dari bencana ini semakin memperburuk kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak, terutama di sektor pertanian dan perdagangan.

Dengan, adanya pengurangan anggaran, upaya penanganan bencana dan bantuan bagi korban banjir berpotensi mengalami kendala, sehingga memunculkan kekhawatiran mengenai efektivitas respons pemerintah dalam menghadapi krisis kemanusiaan di daerah tersebut.

Dalam Press release aksi menyinggung beberapa instansi yang mengalami pemotongan anggaran terbesar antara lain:

1. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG): Pemotongan lebih dari 50% menyebabkan penurunan akurasi informasi cuaca dan bencana.

2. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR): Pengurangan

sebesar Rp 81 triliun berdampak pada pembangunan infrastruktur nasional.

3. Kementerian Kesehatan: Pemangkasan anggaran sebesar Rp19,6 triliun berpotensi

menghambat program kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.

4. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan: Pemotongan lebih dari 50%

mengancam kelangsungan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan operasional

sekolah negeri.

5. Kementerian Sosial: Pengurangan anggaran menghambat distribusi bantuan sosial

bagi kelompok rentan. Kebijakan ini juga berdampak langsung pada Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama mereka yang berada di level menengah ke bawah. Pemotongan anggaran menyebabkan:

1. Penghapusan berbagai tunjangan dan fasilitas kerja.

2. Pemangkasan anggaran perjalanan dinas dan pelatihan ASN.

3. Pemutusan kontrak bagi pegawai honorer di berbagai instansi.

4. Penurunan anggaran operasional kantor yang berdampak pada efektivitas layanan publik.

Kemudian, Presiden Mahasiswa Universitas Tanjung Pura Pontianak Najmi, sangat kecewa dalam aksi tersebut DPRD tidak ada di tempat.

“Kami sangat kecewa dan mengutuk DPRD provinsi kalbar, karena tidak ada satupun di tempat, karena isu bencana di daerah Kalimantan Barat,” Tegasnya.

Ia juga menambahkan dalam demo tersebut bukan hanya membawa isu lokal tetapi juga kebijakan pemerintah pusat dinilai mengancam beberapa instansi di Indonesia.

“Permasalahan Efisiensi Anggaran yang mengancam Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, dan Sosial di kalimantan Barat, yang dimana kita ketahui bahwa kalbar sangat membutuhkan mitigasi bencana yang teratur dan terstruktur agar Masyarakat tidak dirugikan seperti 5 tahun terakhir,” Jelas Najmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Posbakum Aisyiyah Kalbar Kini Hadir di Lima Titik, Perluas Akses Bantuan Hukum bagi Masyarakat

26 Juli 2026 - 09:29 WIB

Kalau Pengkritik Dianggap “Londo Ireng”, Siapa yang Masih Berani Berkata Benar?

25 Juli 2026 - 00:42 WIB

KABUT ASAP KEMBALI DATANG, GMKI: NEGARA JANGAN HANYA SIBUK MEMADAMKAN API

24 Juli 2026 - 18:53 WIB

Banggar DPR RI Dorong Bank Indonesia Kalbar Perkuat Deteksi Dini Ekonomi dan Pengembangan UMKM Daerah

17 Juli 2026 - 10:06 WIB

Banggar DPR RI Dorong Penguatan Transfer ke Daerah dan Optimalisasi APBN untuk Pembangunan Kalimantan Barat

17 Juli 2026 - 00:19 WIB

Trending di Berita Kalbar