Gagasankalbar.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) menggelar aksi memperingati 26 tahun Tragedi Juni Berdarah di depan gerbang Polda Kalimantan Barat, Jumat (19/6/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap almarhum Syafarudin Usman serta upaya menjaga ingatan kolektif masyarakat atas peristiwa kelam yang terjadi pada tahun 2000 silam.
Ketua BEM Polnep, Muhammad Iqbaal, menyampaikan bahwa aksi tersebut bertujuan untuk merawat ingatan kolektif publik atas Tragedi Juni Berdarah sekaligus menuntut keadilan hukum bagi almarhum Syafarudin Usman.

“Tujuan aksi ini adalah untuk merawat ingatan kolektif publik atas tragedi kelam Juni Berdarah demi menuntut keadilan hukum bagi Alm. Syafarudin Usman serta menegaskan kembali komitmen bersama dalam melawan segala bentuk ketidakadilan lintas generasi,” ujar Iqbaal.
Dalam aksi tersebut, massa mahasiswa menyampaikan berbagai orasi dan seruan moral yang menekankan pentingnya penegakan keadilan serta perlindungan terhadap kebebasan berpendapat. Mereka juga mengajak generasi muda untuk tidak melupakan sejarah perjuangan mahasiswa di Kalimantan Barat.
Iqbaal menambahkan, peringatan 26 tahun Juni Berdarah diharapkan mampu membangkitkan semangat solidaritas di kalangan mahasiswa Polnep agar terus berani menyuarakan kebenaran dan melawan berbagai bentuk ketidakadilan.
“Melalui aksi peringatan 26 tahun Juni Berdarah ini, kami berharap seluruh mahasiswa Polnep tergerak untuk memperkuat barisan solidaritas, menolak bungkam atas gugurnya Alm. Syafarudin Usman, serta berkomitmen penuh menjadi motor penggerak yang menjaga keberanian dan merawat suara-suara kritis demi runtuhnya pembungkaman dan ketidakadilan di kampus kita maupun di Kalimantan Barat,” tegasnya.
Usai menyampaikan aspirasi di depan Polda Kalbar, massa aksi melanjutkan kegiatan dengan mendatangi lokasi terjadinya Tragedi Juni Berdarah. Di lokasi tersebut, para mahasiswa melakukan doa bersama dan refleksi untuk mengenang peristiwa yang telah menjadi bagian penting dalam sejarah gerakan mahasiswa di Kalimantan Barat.
Kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen mahasiswa untuk terus menjaga memori kolektif atas perjuangan yang telah terjadi, sekaligus mengingatkan pentingnya penegakan keadilan dan penghormatan terhadap hak-hak demokrasi bagi seluruh masyarakat.
















