Guru Sains di Singkawang Dibekali STEM Learning Kit untuk Mitigasi Banjir - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Antrean BBM di SPBU Pontianak dan Kubu Raya Ganggu Layanan Ojol, Driver Ojol Minta Pasokan Segera Stabil Guru Sains di Singkawang Dibekali STEM Learning Kit untuk Mitigasi Banjir Karhutla di Kubu Raya Meluas, Petugas Terkendala Sumber Air Raker MAN 2 Pontianak Resmi Dibuka, Kakanwil Kemenag Kalbar Dorong Penguatan Komitmen dan Budaya Kerja Penutupan Milad ke-109, PDA ‘Aisyiyah Kubu Raya Gelar FGD Perlindungan Anak Posbakum Aisyiyah Kalbar Kini Hadir di Lima Titik, Perluas Akses Bantuan Hukum bagi Masyarakat

Singkawang

Guru Sains di Singkawang Dibekali STEM Learning Kit untuk Mitigasi Banjir

badge-check


Perkuat Pendidikan Kebencanaan, 31 Guru Sains Singkawang Ikuti Pelatihan STEM Mitigasi Banjir Perbesar

Perkuat Pendidikan Kebencanaan, 31 Guru Sains Singkawang Ikuti Pelatihan STEM Mitigasi Banjir

Gagasankalbar.com – Upaya memperkuat kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan terus dilakukan melalui peluncuran program bertajuk “Guru Sains Tanggap Bencana: Inovasi STEM Learning Kit Mitigasi Banjir untuk Edukasi Krisis Lingkungan”. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dan siswa SMA di Kota Singkawang dalam menghadapi ancaman banjir melalui pembelajaran sains berbasis teknologi.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala SMA Negeri 2 Singkawang, Rianto. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi dipilihnya Kota Singkawang sebagai lokasi pelaksanaan program yang dinilai relevan dengan kondisi geografis daerah yang rawan banjir.

“Program ini menjadi langkah yang sangat baik dalam mendukung pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga memberikan pengalaman praktik kepada guru dan siswa untuk memahami mitigasi bencana,” katanya.

Sebanyak 31 guru sains dari tiga Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) se-Kota Singkawang, yakni MGMP Biologi, MGMP Fisika, dan MGMP Kimia, mengikuti kegiatan tersebut. Hadir pula Pengawas Dinas Pendidikan Kota Singkawang, Syahbani, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan pendidikan kebencanaan di sekolah.

Program ini digagas oleh tim dosen lintas perguruan tinggi yang diketuai Hamdani dari Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Tanjungpura. Tim juga beranggotakan Hanum Mukti Rahayu dari Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Pontianak dan Reni Marlina dari Program Studi Pendidikan Profesi Guru Universitas Tanjungpura.

Pelaksanaan program turut melibatkan empat mahasiswa Universitas Tanjungpura serta bekerja sama dengan MGMP Biologi Kota Singkawang yang diinisiasi Sri Sunartinah.

Ketua Tim Pengabdi, Hamdani, mengatakan Kota Singkawang memiliki tingkat kerawanan banjir yang cukup tinggi karena berada di wilayah dataran rendah pesisir. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut adanya penguatan edukasi mitigasi bencana sejak dini di lingkungan sekolah.

“Selama ini pembelajaran mitigasi bencana di sekolah masih didominasi teori, sementara fasilitas laboratorium untuk praktik kebencanaan masih terbatas. Karena itu kami menghadirkan STEM Learning Kit sebagai media pembelajaran yang aplikatif dan mudah diterapkan oleh guru,” ujarnya.

Program pengabdian masyarakat yang didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tersebut dilaksanakan melalui sembilan tahapan kegiatan di Kecamatan Singkawang Selatan. Kegiatan diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) untuk menyusun kurikulum kebencanaan, kemudian dilanjutkan pelatihan perakitan STEM Learning Kit berbasis mikrokontroler Arduino, sensor ketinggian air, pompa mini, dan indikator LED.

Sebagai bagian dari penguatan pembelajaran, tim juga mendirikan Studio STEM Mitigasi Banjir di Balai Pertemuan MGMP Singkawang Selatan yang difungsikan sebagai pusat simulasi dan praktik mitigasi bencana.

Melalui pendekatan lintas disiplin ilmu, mulai dari fisika, kimia hingga biologi, para guru dibekali metode pembelajaran yang mengintegrasikan konsep sains dengan kondisi nyata di lapangan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap risiko bencana sekaligus menumbuhkan budaya siaga di sekolah.

Untuk memperluas manfaat program, tim pengabdi juga menyusun panduan praktikum dalam bentuk buku cetak, e-book, serta video pembelajaran yang dipublikasikan melalui kanal YouTube FKIP Universitas Tanjungpura.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan komunitas guru, program ini diharapkan menjadi model penguatan pendidikan mitigasi bencana berbasis STEM yang dapat diterapkan di berbagai sekolah, sehingga mampu melahirkan generasi muda yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi tantangan perubahan iklim maupun bencana hidrometeorologi.

Baca Lainnya

Keberagaman Singkawang: Pilar Persatuan dan Teladan Kerukunan Nasional

25 Juli 2026 - 08:09 WIB

LIMINAL.0 Gelar “12 Jam Menari”: Ritual Gerak Kolektif Rayakan Hari Tari Dunia di Bukit Bumintara Singkawang

3 Mei 2026 - 00:27 WIB

Habe Series #4 Singkawang

18 April 2026 - 17:45 WIB

Ormas hingga Club Motor di Singkawang Kompak Tolak Tawuran dan Balap Liar

11 Maret 2026 - 21:47 WIB

Lazismu Kalbar Gelar Rakerwil 2026, Perkuat Inovasi Sosial Berkelanjutan

26 Januari 2026 - 11:40 WIB

Trending di Singkawang