Bawaslu Kubu Raya Perkuat Pengawasan Partisipatif Menuju Pemilu 2029 Bermartabat - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Bawaslu Kubu Raya Perkuat Pengawasan Partisipatif Menuju Pemilu 2029 Bermartabat IMABA Gelar Nobar dan Diskusi Film Dokumenter Pesta Babi, Bangun Ruang Refleksi Kemanusiaan dan Keadilan Sosial PDNA Kubu Raya Jalin Kerja Sama dengan Dinkes untuk Cegah Stunting dan Anemia Remaja Putri Kepala Desa Kepayang Apresiasi Kegiatan Kemah Bakti Mahasiswa FKIP UM Pontianak Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam di Sungai Kapuas pada Hari Ketiga Pencarian Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Tegaskan Dukungan untuk Polri

Kubu Raya

Bawaslu Kubu Raya Perkuat Pengawasan Partisipatif Menuju Pemilu 2029 Bermartabat

badge-check


					Bawaslu Kubu Raya Perkuat Pengawasan Partisipatif Menuju Pemilu 2029 Bermartabat Perbesar

Gagasankalbar.com – Dalam upaya meningkatkan pengawasan partisipatif, Bawaslu Kubu Raya melaksanakan kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) bertema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat” di Kantor Bawaslu Kubu Raya, Senin (25/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 20 peserta yang berasal dari unsur organisasi kemasyarakatan (ormas) dan organisasi kepemudaan (OKP). Turut hadir dalam kegiatan itu Anggota Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat, Yosep Harry Suyadi, serta Ketua dan Anggota Bawaslu Kubu Raya beserta jajaran sekretariat.

Pendidikan Pengawasan Partisipatif dibuka secara resmi oleh Yosep Harry Suyadi. Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kubu Raya, Encep Endan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar Bawaslu dalam memaksimalkan tugas dan fungsi pengawasan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga pengawas pemilu semata, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya ormas dan OKP, melalui pengawasan partisipatif.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap tercipta kolaborasi yang kuat antara Bawaslu dan masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling bahu membahu dan bersama-sama melakukan pengawasan partisipatif demi mewujudkan Pemilu 2029 yang bermartabat,” ujar Encep.

Ia juga menegaskan pentingnya langkah pencegahan sejak dini guna meminimalisir potensi pelanggaran pada pelaksanaan pemilu mendatang. Menurutnya, upaya pencegahan menjadi langkah strategis agar pemilu dapat berjalan jujur, adil, dan bermartabat.

Selain penyampaian materi, kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif juga dilaksanakan melalui metode simulasi yang dipandu oleh anggota Bawaslu Kubu Raya. Melalui simulasi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai teknik pengawasan pemilu serta langkah-langkah dalam mengidentifikasi potensi pelanggaran di lapangan.

Sementara itu, Yosep Harry Suyadi dalam arahannya menyampaikan bahwa meskipun Pemilu 2024 telah selesai dilaksanakan, proses demokrasi harus terus berjalan secara berkelanjutan sesuai amanat konstitusi.

Ia menilai pemilu selama ini masih sering dipandang sebatas proses prosedural, padahal substansi utama pemilu adalah keterwakilan masyarakat, baik sebagai peserta pemilu maupun sebagai pemilih yang memiliki hak menentukan arah demokrasi bangsa.

“Pemerintahan yang efektif juga lahir dari keterlibatan masyarakat dalam melakukan pengawasan bersama. Oleh sebab itu, pengawasan partisipatif menjadi sangat penting,” ungkap Yosep.

Menurutnya, kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif merupakan salah satu upaya Bawaslu untuk memperkuat pengawasan secara lebih intensif. Ia menyebut keterlibatan masyarakat sangat diperlukan mengingat keterbatasan jumlah personel pengawas pemilu yang dimiliki Bawaslu.

Dalam kesempatan itu, Yosep juga menyoroti sejumlah isu yang kerap muncul saat pemilu, seperti disinformasi, misinformasi, dan malinformasi yang berkembang melalui media sosial dan platform digital. Selain itu, politik uang masih menjadi tantangan serius dalam pelaksanaan pemilu.

Ia turut menekankan pentingnya menjaga netralitas ASN, TNI, dan Polri agar pelaksanaan pemilu dapat berjalan profesional dan berintegritas. Menurutnya, netralitas seluruh pihak menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.

Di akhir penyampaiannya, Yosep berharap pelaksanaan pemilu ke depan dapat menjadi lebih baik, baik dari sisi kualitas penyelenggaraan, partisipasi masyarakat, maupun kesadaran bersama dalam menjaga demokrasi yang bermartabat.

Kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif berlangsung dengan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti penyampaian materi dan diskusi interaktif yang membahas berbagai tantangan pengawasan pemilu di era digital.

Baca Lainnya

PDNA Kubu Raya Jalin Kerja Sama dengan Dinkes untuk Cegah Stunting dan Anemia Remaja Putri

25 Mei 2026 - 04:22 WIB

Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Tegaskan Dukungan untuk Polri

25 Mei 2026 - 04:15 WIB

Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Gelar Baitul Arqom Dasar, Perkuat Kapasitas Kader

15 Mei 2026 - 19:42 WIB

Anggota DPRD Kubu Raya Kecam Kasus Dugaan Pencabulan Anak, Minta Pendampingan Korban Dipercepat

15 Mei 2026 - 19:31 WIB

Hantavirus Jadi Sorotan di Kalbar, Direktur RSUD TBSI Imbau Masyarakat Tetap Waspada

13 Mei 2026 - 11:25 WIB

Trending di Kubu Raya