HMI Cabang Pontianak Soroti Dugaan Kekerasan Verbal sebagai Cermin Lemahnya Manajemen SDM SPPG dan Implementasi Kebijakan MBG - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Perangi Pinjol Ilegal, AFPI dan PWI Siapkan Kerja Sama Literasi Keuangan Bank Kalbar Kubu Raya Buka Akses KUR dan Layanan Perbankan bagi Pelaku UMKM REI Kalbar Hadiri Forum FORMAJAKON Bahas Implementasi LBS dan LP2B Derahman Soroti Guru Tak Aktif Bertahun-Tahun, Minta Disiplin ASN Pendidikan Diperketat Paradoks Pertanian Indonesia: Tulang Punggung Pangan, Namun Hidup dalam Kemiskinan Healthy Lifestyle: Momentum Emas bagi Produk Pertanian Lokal

Kubu Raya

HMI Cabang Pontianak Soroti Dugaan Kekerasan Verbal sebagai Cermin Lemahnya Manajemen SDM SPPG dan Implementasi Kebijakan MBG

badge-check


HMI Cabang Pontianak Soroti Dugaan Kekerasan Verbal sebagai Cermin Lemahnya Manajemen SDM SPPG dan Implementasi Kebijakan MBG Perbesar

Gagasankalbar.com – Dugaan kekerasan verbal yang dialami seorang pekerja di SPPG Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, mendapat sorotan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pontianak. Organisasi tersebut menilai peristiwa ini tidak hanya berhenti pada persoalan individu, tetapi juga menjadi indikator lemahnya manajemen sumber daya manusia (SDM) dalam pelaksanaan program di tingkat lapangan.

Kasus yang menimpa Nafila (23), yang juga merupakan kader HMI Cabang Pontianak, disebut mengandung unsur penghinaan dan perlakuan diskriminatif. HMI menilai tindakan tersebut sebagai bentuk perendahan martabat yang tidak dapat dibenarkan, baik dalam konteks profesional maupun kemanusiaan.

Ketua Bidang PTKP HMI Cabang Pontianak, Ahmad Riskiadi, menyampaikan bahwa persoalan ini perlu dilihat secara lebih luas, terutama dalam kaitannya dengan pola pengelolaan tenaga kerja di lingkungan SPPG.

“Ini bukan sekadar persoalan personal antara atasan dan bawahan. Ada indikasi lemahnya manajemen SDM, termasuk pengawasan dan pembinaan terhadap pimpinan di lapangan,” ujarnya.

Menurutnya, jika praktik seperti ini tidak ditangani secara serius, maka berpotensi menciptakan lingkungan kerja toxic dan membuka ruang bagi tindakan diskriminatif, khususnya terhadap kelompok rentan seperti perempuan dan penyandang disabilitas.

Lebih jauh, HMI menilai bahwa pelaksanaan kebijakan publik, termasuk program MBG yang berjalan di tingkat lapangan, seharusnya tidak hanya berorientasi pada capaian program semata, tetapi juga menjamin perlindungan tenaga kerja serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Ahmad Riskiadi menegaskan bahwa lemahnya sistem pengawasan dan standar etika kerja dapat berdampak langsung pada kualitas implementasi kebijakan. Ia menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap manajemen internal, mulai dari pola kepemimpinan hingga mekanisme perlindungan pekerja.

“Program sebesar apa pun tidak boleh mengabaikan aspek kemanusiaan. Jika manajemen SDM lemah, maka potensi pelanggaran di lapangan akan terus terjadi,” tegasnya.

HMI Cabang Pontianak juga mendorong aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti laporan yang ada secara profesional dan transparan, serta meminta instansi terkait melakukan evaluasi terhadap sistem pengelolaan karyawan di lingkungan SPPG.

Kasus ini dinilai menjadi momentum penting untuk memperbaiki tata kelola SDM dalam pelaksanaan program-program pemerintah, agar ke depan lebih berorientasi pada profesionalitas, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Baca Lainnya

Bank Kalbar Kubu Raya Buka Akses KUR dan Layanan Perbankan bagi Pelaku UMKM

19 Juni 2026 - 02:12 WIB

Derahman Soroti Guru Tak Aktif Bertahun-Tahun, Minta Disiplin ASN Pendidikan Diperketat

19 Juni 2026 - 02:04 WIB

Pemkab Kubu Raya Resmi Luncurkan Perumda Aneka Usaha “Menanjak Bahagia”, Bupati Sujiwo Apresiasi Kinerja Direksi

17 Juni 2026 - 11:40 WIB

Perumda Aneka Usaha Menanjak Bahagia Luncurkan Core Business dan Expo UMKM, Dorong Kebangkitan Ekonomi Kubu Raya

17 Juni 2026 - 11:38 WIB

Fransiskus Sibarani Dorong Sinergi Pemda, Perumda, dan Perbankan untuk Majukan UMKM Kubu Raya

17 Juni 2026 - 11:35 WIB

Trending di Kubu Raya