Gagasankalbar.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya hingga kini masih terus berlangsung. Sejumlah titik api baru kembali muncul dan tersebar di beberapa wilayah, salah satunya di Parit Cabang Kiri, Desa Parit Baru, pada Jumat (27/11/2026).
Tim Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) terus berupaya melakukan pemadaman di lokasi terdampak. Namun, proses pemadaman di lapangan menghadapi sejumlah kendala, terutama terbatasnya sumber air.
Kepala Regu Brigade Dalkarhutla KPH Wilayah Kubu Raya, Florensius Loren, menjelaskan bahwa minimnya ketersediaan air menjadi tantangan utama bagi petugas. Parit yang ada di sekitar lokasi kebakaran memiliki kondisi air yang dangkal, sehingga menyulitkan proses penyedotan air untuk pemadaman.
“Di lapangan, kendala utama kami adalah sumber air yang terbatas. Parit yang tersedia airnya sangat dangkal, sehingga cukup menyulitkan tim dalam melakukan pemadaman secara maksimal,” ujarnya.
Meski demikian, upaya pemadaman mendapat bantuan alami dari turunnya hujan dengan intensitas cukup deras pada sore hari. Kondisi tersebut membantu meredam api yang sebelumnya terus meluas.
“Tim menghentikan pemadaman pada sore hari karena hujan turun cukup deras, dan itu sangat membantu dalam memadamkan api,” tambahnya.
Hingga saat ini, petugas masih terus melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan guna mencegah munculnya kembali api serta memastikan kondisi benar-benar aman.
Pihak terkait juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat kondisi cuaca yang masih kering dan berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas.










