Hantavirus Jadi Sorotan di Kalbar, Direktur RSUD TBSI Imbau Masyarakat Tetap Waspada - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Kesetiaan & Pengkhianatan : Sebuah Ulasan & Renungan Film The King, 2019. Syarif Falmu: “Jangan Sampai Kalbar Jadi Surga Investor, Tapi Neraka Bagi Pencari Kerja Lokal” Zulhas: MBG dan Hilirisasi Komoditas Desa Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah Bawaslu Kubu Raya Gandeng Tiga Perguruan Tinggi Perkuat Pengawasan Partisipatif Pemilu Gemawan Dorong Sinkronisasi Kebijakan Pembangunan Responsif Gender dan Adaptasi Perubahan Iklim di Kabupaten Mempawah Menguak Tabir Industri Rokok, AJI Jakarta dan AJI Pontianak Gelar Nobar dan Diskusi Film “Di Balik Ilusi Tembakau”

Kubu Raya

Hantavirus Jadi Sorotan di Kalbar, Direktur RSUD TBSI Imbau Masyarakat Tetap Waspada

badge-check


Hantavirus Jadi Sorotan di Kalbar, Direktur RSUD TBSI Imbau Masyarakat Tetap Waspada Perbesar

Gagasankalbar.com – Penyakit hantavirus kembali menjadi perhatian di Indonesia, termasuk di Kalimantan Barat. Direktur RSUD Tuan Besar Syarif Idrus (TBSI) Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, dr. Asep Ahmad Saefullah, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit yang ditularkan melalui tikus tersebut.

Saat ditemui pada Rabu (13/5/2026), Asep menjelaskan bahwa hantavirus menular melalui udara yang terkontaminasi kotoran, urine, maupun air liur tikus yang mengering. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, tercatat 23 kasus konfirmasi HFRS (Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome) di 9 provinsi sejak tahun 2024 hingga Mei 2026.

“Penularan hantavirus umumnya terjadi karena menghirup partikel dari kotoran atau urine tikus yang mengering. Karena itu, masyarakat harus lebih memperhatikan kebersihan lingkungan dan mengurangi kontak dengan area yang banyak tikus,” ujar Asep.

Ia menyebut kelompok yang paling rentan terpapar di antaranya pekerja lapangan seperti petani, pekerja gudang, petugas kebersihan, penghuni kawasan dengan sanitasi buruk, wisatawan alam, hingga anak-anak yang sering bermain di area terkontaminasi.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada pengobatan spesifik untuk hantavirus sehingga langkah pencegahan menjadi hal paling penting. Masyarakat diimbau menyimpan makanan dalam wadah tertutup, rutin membuang sampah, serta menutup lubang di rumah yang berpotensi menjadi akses tikus masuk.

Selain itu, Asep juga mengingatkan masyarakat agar tidak membersihkan area terkontaminasi dengan cara disapu kering atau menggunakan vacuum cleaner karena dapat menerbangkan virus ke udara. Area tertutup sebaiknya terlebih dahulu diberi ventilasi dan disemprot disinfektan sebelum dibersihkan.

“Jangan panik, karena kasus hantavirus di Indonesia masih tergolong jarang dan penularan antar manusia sangat langka. Namun masyarakat tetap harus waspada, terutama jika mengalami gejala seperti demam tinggi, nyeri otot, mual, hingga sesak napas setelah kontak dengan lingkungan yang banyak tikus,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat diminta tidak melakukan diagnosis sendiri karena gejala hantavirus mirip dengan dengue, leptospirosis, maupun pneumonia berat. Pemeriksaan laboratorium tetap diperlukan untuk memastikan diagnosis.

“Intinya waspada itu penting, tetapi panik tidak membantu. Lingkungan yang bersih dan bebas tikus menjadi benteng pertahanan utama untuk mencegah hantavirus,” tutupnya

Baca Lainnya

Bawaslu Kubu Raya Gandeng Tiga Perguruan Tinggi Perkuat Pengawasan Partisipatif Pemilu

5 Juni 2026 - 09:28 WIB

Bawaslu Kubu Raya Awasi Pemutakhiran Data Partai Politik Semester I Tahun 2026

3 Juni 2026 - 16:19 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026, Kemendagri Dorong Ketahanan Pangan sebagai Wujud Implementasi Nilai Pancasila di Kubu Raya

1 Juni 2026 - 06:59 WIB

Momentum Hari Lahir Pancasila Jadi Semangat Membangun Bangsa

1 Juni 2026 - 06:55 WIB

Peringati Hari Lahir Pancasila, Anggota DPRD Kubu Raya Habib Abdurahman Hafis Almuthahar Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Sultan Hamid II

1 Juni 2026 - 06:53 WIB

Trending di Kubu Raya