Gagasankalbar.com – Sebanyak 20 mahasiswa Program Pemberdayaan Masyarakat (PMM) Universitas Muhammadiyah Pontianak sukses melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Sungai Deras, Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya. Program ini berfokus pada pengembangan ekowisata, pemberdayaan ekonomi kreatif, pelestarian budaya lokal, serta penguatan kelembagaan desa. Mengusung konsep Community-Based Social Enterprise (CBSE), para mahasiswa berkolaborasi dengan Pokdarwis GASGAM, PKK Desa Sungai Deras, dan pemerintah desa untuk mengoptimalkan potensi lokal sebagai langkah menuju desa berkelanjutan berbasis kearifan lokal.
Dalam bidang ekonomi, mahasiswa PMM membantu menciptakan dua paket wisata berbasis masyarakat, yaitu Wisata Alam Indah Lestari dan Saung Nila, yang menggabungkan wisata alam, kuliner, serta edukasi lingkungan. Mereka juga berkolaborasi dengan kelompok ibu PKK dalam menghasilkan empat produk ekonomi kreatif unggulan, yakni stik ikan nila, nugget ikan nila, saus pepaya, dan sabun cuci piring. Produk-produk ini dikelola melalui unit usaha sosial bernama Plaras (Produk Asli Sungai Deras), yang menjadi wadah pengolahan sekaligus pemasaran produk khas desa.

Dari aspek sosial dan budaya, mahasiswa turut menginisiasi Festival Budaya dan Kuliner Lokal yang menampilkan seni tari daerah, fashion show kostum etnik, serta pameran kuliner khas Sungai Deras. Kegiatan ini melibatkan 20 pemuda desa sebagai panitia, pengisi acara, hingga tim lapangan. Selain itu, mahasiswa juga memproduksi video animasi asal-usul Sungai Deras serta podcast cerita budaya lokal sebagai langkah digitalisasi kearifan lokal masyarakat.
Pada bidang lingkungan, mahasiswa PMM bersama Pokdarwis GASGAM melaksanakan kegiatan penanaman 100 pohon endemik, pemasangan 15 papan interpretasi lingkungan, dan pelatihan pembuatan komposter yang mampu mengurangi timbulan sampah hingga 50 persen. Langkah-langkah ini menjadi bagian dari komitmen dalam mewujudkan ekowisata berkelanjutan di Desa Sungai Deras.
Kepala Desa Sungai Deras, Syahrus Shiyam, memberikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa PMM. “Program ini membawa dampak positif bagi masyarakat. Mahasiswa tidak hanya datang membawa konsep, tetapi juga menghadirkan hasil nyata dalam pengembangan desa kami,” ujarnya. Sementara itu, Ridho Riharda, Ketua Program PMM Universitas Muhammadiyah Pontianak, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan kegiatan tersebut. “Kami berterima kasih atas dukungan penuh pemerintah desa dan masyarakat Sungai Deras. Semua kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi kami untuk belajar, berkontribusi, dan tumbuh bersama masyarakat,” ungkapnya. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa PMM UM Pontianak membuktikan bahwa semangat muda dan ilmu pengetahuan dapat menjadi motor penggerak dalam membangun desa wisata yang berdaya saing, berbudaya, dan berkelanjutan.(Ewok)
















