Breaking News

Pontianak

Dosen IAIN Pontianak Menyatakan Penolakan Terhadap Pemberian Asas Dominus Litis dalam RKUHAP

badge-check

Dosen IAIN Pontianak Menyatakan Penolakan Terhadap Pemberian Asas Dominus Litis dalam RKUHAPPerbesar

GAGASANKALBAR.COM – Pontianak, 8 Februari 2025 – Didi Darmadi, selaku dosen Islam dan Budaya Borneo di IAIN Pontianak, menyampaikan penolakan tegas terhadap pemberian asas dominus litis kepada jaksa dalam rancangan RKUHAP (Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana) yang saat ini sedang dibahas. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara yang dilakukan oleh tim media setempat, di mana beliau mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak yang mungkin timbul akibat penerapan asas ini.

“Saya selaku akademisi di IAIN Pontianak, dengan tegas menolak penggunaan asas dominus litis yang diberikan kepada jaksa dalam RKUHAP, karena saya khawatir hal ini akan mengganggu sistem demokrasi yang sudah berjalan dengan baik di negara kita,” ungkap Didi Darmadi.

Lebih lanjut, Didi menambahkan, jika memang rencana tersebut akan diterapkan, maka sangat penting untuk melakukan kajian yang lebih mendalam. “Sebelum menerapkan asas ini, perlu adanya kajian yang komprehensif, karena kami khawatir hal ini bisa mempengaruhi hubungan dan proses demokrasi yang ada di Indonesia,” tambahnya.

Asas dominus litis sendiri adalah prinsip yang memberikan kewenangan kepada jaksa untuk menentukan apakah suatu perkara pidana akan dilanjutkan ke pengadilan atau tidak, yang menurut sebagian pihak bisa memberikan terlalu banyak wewenang kepada institusi kejaksaan.

Sebagai seorang akademisi yang aktif di bidang studi Islam dan budaya, Didi Darmadi menegaskan bahwa meskipun hukum harus selalu berkembang, keseimbangan antara kewenangan lembaga negara dan demokrasi perlu tetap dijaga agar tidak menimbulkan ketidakadilan atau penyalahgunaan wewenang.

Pernyataan ini semakin menambah dinamika dalam perdebatan mengenai RKUHAP, yang saat ini sedang menjadi perhatian publik dan berbagai kalangan, termasuk akademisi, praktisi hukum, dan masyarakat umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Mujahidin Islamic Competition Latih Nalar Kritis Pelajar Pontianak

24 Agu 2026 - 06:24 WIB

Mujahidin Islamic Competition Latih Nalar Kritis Pelajar Pontianak

FIKPsi UM Pontianak Jajaki Penguatan Kerja Sama Akademik dengan UNIMAS

22 Agu 2026 - 11:01 WIB

FIKPsi UM Pontianak Jajaki Penguatan Kerja Sama Akademik dengan UNIMAS

Magister Kesehatan Masyarakat UM Pontianak Gelar Magang dan Residensi Internasional di Malaysia

22 Agu 2026 - 10:59 WIB

Magister Kesehatan Masyarakat UM Pontianak Gelar Magang dan Residensi Internasional di Malaysia

Dua Mahasiswa Universitas OSO Wakili Kalbar di Future Leaders Summit 2026

22 Agu 2026 - 10:57 WIB

Dua Mahasiswa Universitas OSO Wakili Kalbar di Future Leaders Summit 2026

Sinergi Tanpa Sekat, PMP dan Polda Kalbar Dorong Kalbar Aman, Harmonis dan Maju

20 Agu 2026 - 07:01 WIB

Sinergi Tanpa Sekat, PMP dan Polda Kalbar Dorong Kalbar Aman, Harmonis dan Maju
Trending di Pontianak