30 Petani JARINGPEDAS Mempawah Perkuat Kapasitas Model Bisnis dan Pengelolaan Keuangan Usaha - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
30 Petani JARINGPEDAS Mempawah Perkuat Kapasitas Model Bisnis dan Pengelolaan Keuangan Usaha Polresta Pontianak Bongkar Perdagangan Sisik Trenggiling, Dua Tersangka Ditangkap Polresta Pontianak Ungkap Lima Kasus Curanmor, Tiga Tersangka Ditangkap Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla di Komplek Arwana Indah Kubu Raya, Lebih dari 10 Hektare Lahan Terbakar Polres Sanggau Gelar Bakti Sosial di Sabang Merah, Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat Ketika Ego Mengalahkan Empati: Pelajaran Attitude di Era Semua Orang Merasa Paling Benar

Mempawah

30 Petani JARINGPEDAS Mempawah Perkuat Kapasitas Model Bisnis dan Pengelolaan Keuangan Usaha

badge-check


30 Petani JARINGPEDAS Mempawah Perkuat Kapasitas Model Bisnis dan Pengelolaan Keuangan Usaha Perbesar

Gagasankalbar.com – Sebanyak 30 petani komoditas dampingan Gemawan dari 15 desa di Kabupaten Mempawah mengikuti “Pelatihan Model Bisnis dan Pengelolaan Keuangan Usaha untuk Penguatan Ekonomi Komunitas JARINGPEDAS Kabupaten Mempawah”. Para peserta berasal dari Desa Wajok Hilir, Peniti Dalam I, Peniti Dalam II, Peniti Besar, Galang, Sungai Rasau, Antibar, Sejegi, Sekabuk, Bumbun, Suak Barangan, Jungkat, Sungai Bakau Besar Darat, Purun, dan Kuala Secapah.

Pelatihan berlangsung selama dua hari, pada 5–6 Agustus 2026, di Gedung Serbaguna Desa Kuala Secapah, Kecamatan Mempawah Hilir. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Kuala Secapah, Mawardi.

Dewan Pengurus Gemawan, Hermawansyah, mengatakan setiap program yang dijalankan Gemawan selalu disusun berdasarkan pembacaan terhadap persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Karena itu, seluruh kegiatan dirancang untuk menjawab kebutuhan petani, baik pada tingkat lokal maupun dalam konteks persoalan pertanian yang lebih luas.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran strategis sebagai penyangga ketahanan pangan sekaligus penyumbang penting bagi perekonomian nasional. Namun, sektor ini tengah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari semakin menyusutnya lahan pertanian akibat alih fungsi menjadi kawasan permukiman, perkebunan, maupun industri ekstraktif.

Selain itu, regenerasi petani juga menjadi persoalan serius. Saat ini mayoritas petani berusia di atas 50 tahun, sementara minat generasi muda untuk bertani terus menurun karena sektor pertanian masih dipandang belum mampu memberikan jaminan kesejahteraan ekonomi.

“Persoalan paling mendasar yang dihadapi petani hari ini adalah rapuhnya ekonomi rumah tangga mereka. Berbagai program pembangunan tidak akan berdampak apabila tidak mampu meningkatkan kesejahteraan petani secara langsung,” ujar Wawan sapaan akrab Hermawansyah.

Ia juga mengkritisi pendekatan pembangunan pertanian yang lebih berorientasi pada industrialisasi pangan berskala besar, seperti program food estate berbasis korporasi. Menurutnya, pendekatan tersebut cenderung menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi perusahaan dibandingkan bagi petani sebagai pelaku utama produksi pangan.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi petani, Gemawan mendorong peningkatan kapasitas petani dalam mengelola usaha tani secara lebih terencana. Melalui pelatihan ini, peserta diajak menyusun perencanaan produksi, menghitung potensi hasil panen, memproyeksikan pendapatan, hingga mengelola keuangan usaha dan rumah tangga secara terpisah agar usaha tani dapat berkembang secara berkelanjutan.

Selain penguatan kapasitas usaha, Gemawan juga terus mendorong petani untuk membangun kekuatan kolektif melalui Jaringan Petani Berbasis Komoditas (JARINGPEDAS). Menurut Hermawansyah, organisasi menjadi ruang belajar bersama bagi petani untuk saling bertukar informasi, pengalaman, dan pengetahuan sehingga mampu memperkuat posisi serta daya tawar mereka.

“Dengan organisasi yang kuat, petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, menciptakan nilai tambah dari hasil pertanian, serta memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga mereka,” pungkasnya.

Sementara itu, Community Organizer Gemawan Wilayah Mempawah, Lani Ardiansyah, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengurus dan anggota JARINGPEDAS dalam menyusun model bisnis komoditas yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Melalui pendekatan Business Model Canvas (BMC), peserta dibimbing untuk memetakan potensi usaha, menganalisis rantai pasok, menentukan target pasar, serta merancang strategi pengembangan produk komoditas yang memiliki nilai tambah.

Selain itu, pelatihan juga membekali peserta dengan keterampilan dasar dalam tata kelola keuangan usaha, meliputi pemisahan keuangan rumah tangga dan usaha, penyusunan pembukuan kas sederhana, perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP), hingga pengelolaan arus kas (cash flow) agar usaha tetap sehat dan berkelanjutan.

“Pelatihan ini juga mendorong lahirnya rencana aksi yang terstruktur untuk pengembangan unit usaha kelompok tani, sehingga mampu memperkuat kemandirian dan daya saing ekonomi komunitas berbasis potensi lokal di masing-masing desa,” kata Lani Ardiansyah, yang akrab disapa Ucup.

Ia menambahkan, hasil yang diharapkan dari kegiatan ini antara lain tersusunnya dokumen Business Model Canvas (BMC) untuk komoditas prioritas yang dikelola kelompok-kelompok tani anggota JARINGPEDAS.

Selain itu, peserta diharapkan mampu menguasai berbagai instrumen pengelolaan keuangan usaha, seperti pembukuan kas harian, lembar perhitungan HPP, serta proyeksi arus kas bulanan.

“Yang tidak kalah penting adalah lahirnya komitmen bersama dalam bentuk rencana aksi konkret untuk mengembangkan unit-unit bisnis kelompok setelah pelatihan ini berakhir,” tutupnya.

Baca Lainnya

Sambut Idul Adha, Fenty Noverita Bendum DPP PSI Adakan Pemotongan Sapi Kurban di Mempawah

28 Mei 2026 - 10:26 WIB

Kepala Desa Kepayang Apresiasi Kegiatan Kemah Bakti Mahasiswa FKIP UM Pontianak

25 Mei 2026 - 04:20 WIB

70 Mahasiswa FKIP UM Pontianak Gelar Kemah Bakti di Mempawah, Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan

23 Mei 2026 - 08:36 WIB

GMNI Mempawah desak 2 DPD GMNI Kalbar segera lakukan rekonsiliasi

17 Mei 2026 - 20:36 WIB

Sengketa 91 SHM di Area Plasma PT. MAS Temui Titik Terang

27 Maret 2026 - 09:49 WIB

Trending di Mempawah