Sanggau – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sanggau, Zulkarnain, mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan berharap program tersebut diprioritaskan untuk daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) atau terpencil dengan tingkat kemiskinan yang tinggi.
“Jadi, prioritas ini kalau bisa jangan cuma di kota saja, tapi terkhusus di daerah-daerah terpencil yang masyarakatnya masih rata-rata di bawah garis kemiskinan, itu yang diberikan makan bergizi gratis,” ujar Zulkarnain kepada awak media usai meninjau pelaksanaan program MBG di SD Negeri 8, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, Senin (17/2/2025) pagi.
Daerah 3T seringkali dihadapkan dengan permasalahan ekonomi, pendidikan, dan infrastruktur yang berpengaruh terhadap kemampuan masyarakat mendapatkan makanan bergizi.
Zulkarnain juga meminta kecamatan atau desa dengan tingkat stunting tinggi dijadikan prioritas dalam pelaksanaan program MBG, mengingat tujuan utama MBG adalah menekan angka stunting.
“Yang kedua, data-data dari Dinas Kesehatan, anak-anak yang mengalami gizi buruk, persentasenya banyak di kecamatan mana, di desa mana, nah kalau bisa dari BGN, itu yang didahulukan, itu yang diprioritaskan,” kata Zulkarnain.
Menurut Zulkarnain, dengan memprioritaskan daerah-daerah 3T dan daerah dengan tingkat stunting tinggi, program makan bergizi gratis besutan Presiden Prabowo Subiato ini akan lebih maksimal dan tepat sasaran.
“Agar makanan bergizi gratis ini lebih tepat sasaran dan peruntukannya, demi mengurangi anak-anak yang mengalami stunting atau kekurangan gizi,” pungkas politisi Nasdem tersebut.
Program MBG resmi diluncurkan di Kabupaten Sanggau pada Senin (17/2/2025) oleh Penjabat (Pj.) Bupati Kabupaten Sanggau, Suherman. Program makan bergizi ini baru dapat dilaksanakan di 10 sekolah yang berada di Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas (Ibu Kota Kabupaten Sanggau) dengan total sasaran 2.389 anak.










