Menu

Mode Gelap
Sedikit-Sedikit Kok MBG? Saat Ruang Publik Terlalu Mudah Menyederhanakan Masalah GMKI Melawi Soroti Kelangkaan Pertalite dan Lonjakan Harga BBM di Kabupaten Melawi Titik Karhutla Kembali Muncul di Kabupaten Kubu Raya, 20 Personel Diterjunkan Dua Korban Tenggelam di Sungai Kapuas Ditemukan Tim SAR Gabungan Empat Anak Tenggelam di Sungai Kapuas, Dua Masih Dalam Pencarian Tim SAR Gabungan BAKORDA HIPMI PT Kalbar Periode 2026–2028 Resmi Dilantik, Wagub Dorong Pengusaha Muda Jadi Pemeran Utama

Kubu Raya

Titik Karhutla Muncul Kembali di Desa Limbung, Petugas Terkendala Akses dan Asap Tebal

badge-check


					Titik Karhutla Muncul Kembali di Desa Limbung, Petugas Terkendala Akses dan Asap Tebal Perbesar

Gagasankalbar.com – Titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali muncul di Kabupaten Kubu Raya. Kali ini, kebakaran terdeteksi di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, pada Rabu 11 Februari 2026.

Kepala Regu Brigade Dalkarhutla KPH Wilayah Kubu Raya, Florensius Loren, menyampaikan bahwa informasi kebakaran diperoleh dari tim patroli harian setelah menerima laporan dari masyarakat setempat.

“Informasi awal kami terima dari tim patroli harian berdasarkan laporan warga. Menurut keterangan masyarakat di lokasi, kebakaran sudah mulai terlihat sejak kemarin sore,” ujar Florensius.

Hingga saat ini, luasan lahan yang terbakar belum dapat dipastikan. Hal tersebut disebabkan belum dilakukannya pengukuran di lapangan serta kondisi asap yang cukup tebal sehingga menyulitkan petugas dalam memprediksi luas area terdampak.

“Luasan belum bisa diketahui karena belum adanya pengukuran. Asap yang tebal juga menyulitkan kami untuk memperkirakan seberapa besar area yang terbakar,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan warga, api diduga berasal dari seberang lokasi tempat pembuangan sampah yang berada di wilayah Rasau Jaya. Petugas pun langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman dan pencegahan agar api tidak meluas ke area sekitar, termasuk kawasan permukiman dan fasilitas pendidikan.

Namun, proses pemadaman tidak berjalan mudah. Akses menuju titik api cukup jauh, sehingga petugas harus memikul mesin pompa secara manual untuk sampai ke lokasi kebakaran.

“Jarak untuk langsir mesin cukup jauh. Kami harus memikul mesin menuju titik api, sehingga cukup menguras tenaga personel di lapangan,” ungkap Florensius.

Brigade Dalkarhutla KPH Wilayah Kubu Raya mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, terlebih di wilayah lahan gambut yang sangat rentan terhadap kebakaran dan sulit dipadamkan.

Masyarakat juga diingatkan agar tidak meninggalkan api atau bara sisa pembakaran di lahan, terutama pada malam hari. “Apabila ada kegiatan di lahan, pastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi. Jangan sampai api kecil yang ditinggalkan justru menjadi pemicu kebakaran yang lebih besar,” tegasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Titik Karhutla Kembali Muncul di Kabupaten Kubu Raya, 20 Personel Diterjunkan

14 Februari 2026 - 02:53 WIB

Menkes Tegaskan Komitmen Perkuat Layanan Kesehatan Lewat Tiga Program Quick Win

6 Februari 2026 - 15:02 WIB

Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi UMP Dorong Penguatan Program MBG Berbasis One Health

6 Februari 2026 - 14:51 WIB

Kapolda Kalbar: Penanganan Kasus Siswa SMP di Kubu Raya Mengedepankan Pembinaan dan Telusuri Akar Masalah

3 Februari 2026 - 16:38 WIB

Karhutla di Kubu Raya Picu Gangguan Kesehatan, RSUD TBSI Siapkan Skema Penanganan ISPA

2 Februari 2026 - 10:16 WIB

Trending di Kubu Raya