Breaking News

Kubu Raya

Karhutla di Kubu Raya Picu Gangguan Kesehatan, RSUD TBSI Siapkan Skema Penanganan ISPA

badge-check

Karhutla di Kubu Raya Picu Gangguan Kesehatan, RSUD TBSI Siapkan Skema Penanganan ISPA Perbesar

Gagasankalbar.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Kubu Raya di sejumlah titik mulai berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat. Kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut menyebabkan peningkatan kasus gangguan pernapasan, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Direktur RSUD Tuan Besar Syarif Idrus (TBSI) Kabupaten Kubu Raya, dr. Asep Ahmad Saefullah, menyampaikan bahwa pihak rumah sakit telah menyiapkan skema penanganan khusus untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat karhutla. Hal tersebut disampaikan pada Senin, 2 Februari 2026.

“Iya, kami menangani. RSUD TBSI sudah menyiapkan skema penanganan ISPA akibat karhutla. Kasus yang paling banyak ditangani saat ini adalah ISPA,” ujar dr. Asep.

Ia menjelaskan, meskipun terjadi peningkatan jumlah pasien, namun kondisi tersebut masih dalam batas wajar dan belum tergolong signifikan. Berdasarkan data kunjungan pasien, kelompok yang paling rentan terdampak kabut asap adalah anak-anak dan lansia.

“Untuk rawat jalan, tercatat ada enam pasien ISPA sejak kabut asap melanda. Dari jumlah tersebut, satu pasien merupakan anak-anak, sehingga total pasien yang ditangani sebanyak tujuh orang,” jelasnya.

Meski peningkatannya belum signifikan, dokter Asep mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap enteng dampak karhutla terhadap kesehatan. Selain ISPA, terdapat risiko lain yang perlu diwaspadai, yakni keracunan gas karbon monoksida (CO).

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak memperparah kondisi udara yang sedang tidak baik-baik saja, seperti membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar, karena hal tersebut dapat memperburuk kualitas udara,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna menghindari paparan gas karbon monoksida yang dapat menyebabkan intoksikasi. Gejala ringan keracunan CO antara lain mual, muntah, dan mudah lelah. Sementara pada kondisi berat dapat muncul tremor, gangguan pendengaran dan penglihatan, hipotensi disertai takikardia, nyeri dada, hingga penurunan kesadaran.

“Jika mengalami gejala intoksikasi karbon monoksida, segera datang ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan. Namun jika tidak ada gejala, cukup istirahat yang cukup, konsumsi nutrisi yang baik, dan perbanyak minum air putih,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

SPM Kubu Raya Desak Pertamina Segera Pulihkan Pasokan Pertalite

16 Okt 2026 - 23:43 WIB

SPM Kubu Raya Desak Pertamina Segera Pulihkan Pasokan Pertalite

Muhammadiyah Kubu Raya Bagikan Alat Tulis untuk Siswa SD Negeri 52 Sungai Raya

13 Okt 2026 - 02:07 WIB

Muhammadiyah Kubu Raya Bagikan Alat Tulis untuk Siswa SD Negeri 52 Sungai Raya

Muhammadiyah Kubu Raya dan Polres Bagikan Alat Tulis untuk Anak Kurang Mampu di Desa Limbung

10 Okt 2026 - 02:15 WIB

Muhammadiyah Kubu Raya dan Polres Bagikan Alat Tulis untuk Anak Kurang Mampu di Desa Limbung

Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Minta Dinsos dan Komisi IV DPRD Tinjau Anak-Anak yang Meminta Uang di Simpang Tol 2 Adisucipto

10 Okt 2026 - 02:12 WIB

Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Minta Dinsos dan Komisi IV DPRD Tinjau Anak-Anak yang Meminta Uang di Simpang Tol 2 Adisucipto

HMI Kubu Raya Desak Dinsos Turun ke Lapangan, Anak Diduga Mengemis hingga Tengah Malam di Tol 2

10 Okt 2026 - 02:02 WIB

HMI Kubu Raya Desak Dinsos Turun ke Lapangan, Anak Diduga Mengemis hingga Tengah Malam di Tol 2
Trending di Kubu Raya