Program Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan, Yayasan Pastikan Evaluasi Usai Insiden di Ketapang - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Semangat Hari Kartini, Mahasiswa Didorong Terus Suarakan Kesetaraan Kejuaraan Futsal Mahasiswa Kalimantan Barat 2026 Resmi Ditutup, Untan Raih Juara Penandatanganan MoU Satyagatra, BKKBN Kalbar Gandeng Perguruan Tinggi dan Mitra Tingkatkan Layanan Keluarg Dugaan Investasi Bermasalah Mencuat di Pontianak, Tokoh Masyarakat Tuntut Pertanggungjawaban GMNI Kalbar Apresiasi Musrenbang Pemprov Kalbar yang Libatkan Masyarakat dan Pemuda HMI Cabang Kubu Raya Gelar Cek Kesehatan Gratis Jelang LK-II Nasional

Berita Kalbar

Program Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan, Yayasan Pastikan Evaluasi Usai Insiden di Ketapang

badge-check


					Program Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan, Yayasan Pastikan Evaluasi Usai Insiden di Ketapang Perbesar

KETAPANG – Sebanyak 16 siswa di salah satu sekolah di Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, diduga mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari dapur yang dikelola Yayasan Adinda Karunia Ilahi.

Kejadian ini sempat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Namun pihak yayasan menegaskan agar publik tetap tenang dan menunggu hasil resmi uji sampel dari otoritas kesehatan.

“Kami memohon maaf atas kejadian ini. Peristiwa ini menjadi perhatian serius dan akan segera kami evaluasi menyeluruh terhadap seluruh perangkat dapur yang bertugas,” ujar Hefni Maulana, Pengelola Yayasan Adinda Karunia Ilahi pada hari Senin (23/9/2025).

Hefni menjelaskan, dari total 3.474 penerima manfaat di 24 sekolah mulai dari jenjang PAUD hingga SMA, hanya 16 siswa dari satu sekolah di Benua Kayong yang mengalami gejala. Sementara itu, sekolah lain yang juga menerima makanan dari dapur yayasan tidak melaporkan adanya kasus serupa.

“Kalaupun benar keracunan, seharusnya semua siswa yang mengonsumsi makanan itu terdampak. Jadi kita belum bisa langsung memvonis. Karena itu, mari kita tunggu hasil investigasi resmi,” jelasnya.

Ia menegaskan, penanganan terhadap siswa dilakukan secara cepat. Pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan tenaga medis sehingga kondisi siswa bisa segera ditangani. “Alhamdulillah penanganan cepat dilakukan, sehingga kondisi siswa dapat ditangani dengan baik,” tambah Hefni.

Lebih jauh, pihak yayasan meminta masyarakat tidak membesar-besarkan kasus ini maupun menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya.

“Insiden ini bersifat terbatas, segera ditangani, dan tidak mencerminkan keseluruhan program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang selama ini berjalan baik,” tegas Hefni.

Menurutnya, faktor lain seperti alergi makanan maupun kondisi kesehatan tertentu pada siswa juga bisa menjadi penyebab. Untuk memastikan, yayasan menunggu hasil investigasi dari pihak berwenang.

Yayasan Adinda Karunia Ilahi menegaskan kesiapannya bekerja sama penuh dengan Dinas Kesehatan dan instansi terkait untuk meneliti sampel makanan serta melakukan evaluasi.

“Kami sangat terbuka terhadap evaluasi dan siap memperbaiki sistem jika ditemukan kekurangan. Tujuan utama kami adalah memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh penerima manfaat,” kata Hefni.

Ia berharap kasus ini tidak menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap program MBG yang telah dirasakan manfaatnya oleh ribuan siswa.

“Selama ini ribuan siswa setiap hari mendapat layanan makan bergizi. Insiden ini tidak boleh menutup mata kita terhadap manfaat besar yang sudah dirasakan banyak pihak,” ujarnya.

Hefni menutup pernyataannya dengan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.

“Kami akan menjadikan kejadian ini sebagai evaluasi berharga agar lebih baik ke depan. Keselamatan dan kesehatan siswa adalah prioritas utama kami,” tandasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

GMNI Kalbar Apresiasi Musrenbang Pemprov Kalbar yang Libatkan Masyarakat dan Pemuda

21 April 2026 - 16:00 WIB

FOMDA Kalbar Soroti Lambannya Penanganan Teror Beruntun di Air Upas

21 April 2026 - 15:40 WIB

Ketua Umum HMI Cabang Pontianak Angkat Suara: Kekerasan terhadap Nafila Tidak Bisa Ditoleransi

17 April 2026 - 14:15 WIB

Wagub Kalbar Dukung KKM dan Sekolah Politik Pemuda Katolik, Siap Buka Kegiatan

15 April 2026 - 17:32 WIB

Bawaslu Kalbar Hadirkan Pojok Pengawasan di Perpustakaan Daerah, Perkuat Literasi Demokrasi

15 April 2026 - 17:20 WIB

Trending di Berita Kalbar