Breaking News

Kubu Raya

PMII Kubu Raya Menolak Wacana Pemilihan Kepala Daerah Melalui DPRD karena Berpotensi Menggerus Prinsip Demokrasi

badge-check

PMII Kubu Raya Menolak Wacana Pemilihan Kepala Daerah Melalui DPRD karena Berpotensi Menggerus Prinsip DemokrasiPerbesar

Gagasankalbar.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kubu Raya menyatakan penolakan terhadap wacana pemilihan Bupati dan Gubernur melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Wacana tersebut dinilai bertentangan dengan prinsip demokrasi partisipatif serta berpotensi menimbulkan mudharat dalam tata kelola pemerintahan daerah.

Ketua Cabang PMII Kubu Raya, Muhammad Isromi, menegaskan bahwa pemilihan kepala daerah secara langsung merupakan manifestasi kedaulatan rakyat sebagaimana diamanatkan dalam semangat reformasi dan prinsip demokrasi konstitusional.

“Pemilihan kepala daerah melalui DPRD berpotensi mereduksi partisipasi politik masyarakat dan menggeser orientasi demokrasi dari kedaulatan rakyat menuju kedaulatan elit. Hal ini merupakan kemunduran dalam praktik demokrasi lokal,” ujar Isromi.

Menurutnya, dalam perspektif akademik dan tata kelola pemerintahan, Pilkada langsung berfungsi sebagai mekanisme akuntabilitas politik yang memungkinkan rakyat memberikan mandat sekaligus melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan daerah. Ketika mekanisme tersebut dialihkan kepada DPRD, maka relasi akuntabilitas kepala daerah cenderung bergeser dari rakyat kepada elite politik.

“Konsekuensi yang patut diwaspadai adalah meningkatnya potensi konflik kepentingan, praktik transaksional, serta melemahnya kontrol publik terhadap proses rekrutmen kepemimpinan daerah,” lanjutnya.

PMII Kubu Raya menilai bahwa argumentasi efisiensi anggaran yang kerap dijadikan dasar penghapusan Pilkada langsung tidak dapat dijadikan justifikasi utama. Dalam kajian demokrasi, partisipasi politik merupakan investasi jangka panjang bagi stabilitas sosial, legitimasi kekuasaan, serta kualitas kebijakan publik.

“Demokrasi tidak dapat dipandang semata sebagai beban anggaran. Pengurangan partisipasi politik justru berpotensi menimbulkan biaya sosial dan politik yang lebih besar dalam jangka panjang,” tegas Isromi.

Lebih lanjut, PMII Kubu Raya menekankan bahwa pengembalian pemilihan kepala daerah kepada DPRD berisiko memperkuat oligarki politik di tingkat lokal dan menghambat proses kaderisasi kepemimpinan yang terbuka dan kompetitif.

Sebagai organisasi mahasiswa yang memiliki tanggung jawab moral dan intelektual, PMII Kubu Raya menyerukan kepada pembuat kebijakan untuk mengedepankan prinsip demokrasi substantif, menjaga hak politik warga negara, serta tidak mengambil kebijakan yang berpotensi mencederai nilai-nilai demokrasi dan keadilan sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

LAZISMU Kubu Raya Salurkan Bantuan Kesehatan untuk Warga dan Relawan Terdampak Karhutla

6 Sep 2026 - 06:25 WIB

LAZISMU Kubu Raya Salurkan Bantuan Kesehatan untuk Warga dan Relawan Terdampak Karhutla

Hari Ketujuh, Tim SAR Hentikan Pencarian Korban Diduga Diterkam Buaya di Kubu Raya

3 Sep 2026 - 09:01 WIB

Hari Ketujuh, Tim SAR Hentikan Pencarian Korban Diduga Diterkam Buaya di Kubu Raya

Puskesmas Punggur Pastikan Relawan Karhutla Tetap Sehat di Tengah Kepungan Asap

1 Sep 2026 - 20:43 WIB

Puskesmas Punggur Pastikan Relawan Karhutla Tetap Sehat di Tengah Kepungan Asap

IDI Kubu Raya Bagikan Masker untuk Kurangi Dampak Kabut Asap Karhutla

30 Agu 2026 - 23:39 WIB

IDI Kubu Raya Bagikan Masker untuk Kurangi Dampak Kabut Asap Karhutla

Tim Gabungan Masih Berjibaku Padamkan Karhutla di Kubu Raya

29 Agu 2026 - 10:48 WIB

Tim Gabungan Masih Berjibaku Padamkan Karhutla di Kubu Raya
Trending di Kubu Raya