Pelantikan Bersama IDI, PERDOKHI, dan PDTDI Kalbar, Asep Ahmad Saefullah Resmi Pimpin PERDOKHI Kalimantan Barat - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Bakal Calon Ketua BPP HIPMI Ade Jona Prasetyo Kunjungi Rumah Makan Gratis Habib di Pontianak Bakal Calon Ketua HIPMI Pusat Ade Jona Prasetyo Silaturahmi ke Kediaman Hubabah Annisa Alhaddad Cornelis Dorong Penyelesaian Persoalan Kawasan Hutan melalui Jalur Konstitusional Kantor SAR Pontianak Gelar SAR Community dan Simulasi untuk Meningkatkan Kapasitas Nelayan Kalbar Tak Hanya Butuh Investasi, Tapi Juga Jaminan Masa Depan Lingkungan Warkop Pontianak dan Alarm Gula: Ketika Ngopi Tak Lagi Sekadar Budaya

Berita Kalbar

Pelantikan Bersama IDI, PERDOKHI, dan PDTDI Kalbar, Asep Ahmad Saefullah Resmi Pimpin PERDOKHI Kalimantan Barat

badge-check


					Pelantikan Bersama IDI, PERDOKHI, dan PDTDI Kalbar, Asep Ahmad Saefullah Resmi Pimpin PERDOKHI Kalimantan Barat Perbesar

Gagasankalbar.com – Pelantikan bersama organisasi profesi kesehatan yang melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (PERDOKHI), dan Perhimpunan Dokter Transfusi Darah Indonesia (PDTDI) Wilayah Kalimantan Barat resmi digelar pada Minggu, 8 Februari 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Asep Ahmad Saefullah secara resmi terpilih dan dilantik sebagai Ketua PERDOKHI Kalimantan Barat. Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam penguatan peran organisasi profesi kedokteran, khususnya dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji yang aman, terukur, dan berkualitas.

Usai dilantik, Asep Ahmad Saefullah menjelaskan bahwa PERDOKHI merupakan organisasi profesi keseminatan yang menaungi berbagai disiplin ilmu kedokteran dan kedokteran spesialis.
“Di dalam PERDOKHI terdapat berbagai profesi dokter dan dokter spesialis, seperti penyakit dalam, bedah, rehabilitasi medik, paru, ortopedi, dan bidang lain yang berkaitan dengan kedokteran haji. Semua ini menjadi kajian lintas disiplin untuk memberikan rekomendasi agar pelaksanaan ibadah haji dapat berlangsung sebagai ibadah fisik yang aman dan terukur bagi para jamaah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa ibadah haji memerlukan manajemen kesehatan yang baik. Tanpa pengelolaan yang optimal, berbagai permasalahan dapat muncul.
“Realitasnya, Indonesia merupakan negara dengan jumlah jamaah haji terbanyak di dunia, namun juga masih menghadapi angka kesakitan dan kematian yang relatif tinggi. Ini menjadi tantangan besar bagi kita untuk melakukan upaya-upaya preventif guna menurunkan angka tersebut dan meningkatkan kualitas jamaah haji yang bermartabat,” jelas Asep.

Menurutnya, istitoah kesehatan bukan hanya syarat administratif, tetapi harus melalui proses pembinaan yang berkelanjutan. “Istitoah itu perlu dilakukan pembinaan, bukan sekadar pemeriksaan sesaat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum PERDOKHI Pusat, Syarif Hasan Lutfie, dalam sambutannya berharap kepengurusan PERDOKHI Kalimantan Barat di bawah kepemimpinan Asep Ahmad Saefullah dapat aktif melakukan pembinaan jamaah haji secara berkesinambungan.
“PERDOKHI Kalbar diharapkan mampu berkolaborasi dengan Embarkasi Batam untuk melakukan pembinaan sejak dini, sehingga jamaah benar-benar memiliki kualitas kesehatan yang optimal dan memenuhi syarat istitoah,” pesannya.

Ia juga menekankan pentingnya langkah preventif yang dilakukan jauh sebelum keberangkatan.
“Upaya preventif idealnya dilakukan satu tahun sebelumnya atau minimal enam bulan sebelum keberangkatan, agar jamaah yang dibina benar-benar fit to hajj. Istitoah saat ini menjadi isu yang sangat penting. Indonesia tidak boleh mengirim jamaah haji yang sakit ke Arab Saudi, karena ibadah haji adalah ibadah fisik yang harus dipersiapkan secara matang,” tegas Syarif.

Lebih lanjut, PERDOKHI Kalimantan Barat diharapkan mampu menyusun program-program yang aplikatif dan berkelanjutan melalui kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama, serta Kementerian Haji yang telah ditunjuk sebagai penanggung jawab penyelenggaraan ibadah haji mulai tahun 2026, sesuai Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025.

Pelantikan bersama ini diharapkan menjadi awal sinergi yang lebih kuat antarorganisasi profesi dalam mendukung pelayanan kesehatan dan peningkatan kualitas jamaah haji Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Cornelis Dorong Internasionalisasi Dayak Lewat Kongres Literasi dan Dayak Book Fair 2026

14 Mei 2026 - 21:50 WIB

PWA Kalbar Soroti Pentingnya Budaya Sekolah Anti Kekerasan

14 Mei 2026 - 09:27 WIB

Jangan Obok-Obok Kalbar!” Aliansi Generasi Muda Dayak Ultimatum KPK soal Dugaan Korupsi Jalan Kabupaten Mempawah

12 Mei 2026 - 11:02 WIB

HIPMI Kalbar Solid Dukung Ade Jona Prasetyo Menuju Kursi Ketua Umum BPP HIPMI

11 Mei 2026 - 03:44 WIB

HWCI Kalbar dan Radio Republik Indonesia Pontianak Jalin Kerja Sama Gerakan Kemanusiaan dan Perlindungan Hukum Bagi Masyarakat Rentan, Tidak Hanya Perempuan dan Anak

8 Mei 2026 - 12:19 WIB

Trending di Berita Kalbar