Gagasankalbar.com – Persoalan fasilitas kampus kembali disorot mahasiswa. BEM KM Universitas Muhammadiyah Pontianak Kabinet Katalisator menggunakan rangkaian PAK MABA 2026 untuk menyampaikan kritik terhadap lambannya pembenahan sejumlah sarana dan prasarana kampus, Rabu (23/9/2026).
Di hadapan mahasiswa baru, kritik diarahkan kepada pihak rektorat. BEM menilai masih terdapat fasilitas vital yang membutuhkan perhatian dan perbaikan, sementara penanganannya dinilai belum menunjukkan hasil yang signifikan.

Presiden Mahasiswa UM Pontianak, Arfan Davista, mengatakan fasilitas kampus merupakan kebutuhan mendasar yang tidak bisa dikesampingkan karena berkaitan langsung dengan aktivitas akademik mahasiswa.
“Fasilitas kampus adalah hak mendasar mahasiswa. Masih ada sejumlah titik yang membutuhkan penanganan, tetapi perbaikannya belum terlihat secara substansial,” ujar Arfan.
Ia menegaskan, suara yang disampaikan BEM bukan ditujukan untuk menjatuhkan pihak universitas. Kritik tersebut, kata dia, merupakan dorongan agar persoalan fasilitas segera ditangani secara nyata.
“Kami ingin kritik ini menjadi dorongan agar pimpinan universitas bergerak lebih cepat dan responsif. Mahasiswa membutuhkan fasilitas yang layak untuk menunjang proses belajar dan aktivitas kampus,” katanya.
BEM KM berharap pihak rektorat tidak berhenti pada penerimaan aspirasi, tetapi segera mengambil langkah konkret terhadap fasilitas yang dinilai masih bermasalah.

















Komentar ditutup.