Gagasankalbar.com – Dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kalimantan Barat menggelar acara silaturahmi dan halal bihalal pada Minggu (11/5). Kegiatan ini menjadi ajang penting untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga KKSS sekaligus memperkuat semangat kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Acara yang berlangsung meriah ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, termasuk H. Yuliansyah, S.E., anggota Komisi V DPR RI, Ketua DPD Partai Gerindra Kalimantan Barat, serta Ketua Dewan Pembina Keluarga Besar Anak Kolong Kalimantan Barat. Dalam sambutannya, Yuliansyah menyampaikan dukungan penuh terhadap usulan penamaan Pelabuhan Internasional Kijing menjadi Pelabuhan Opu Daeng Menambun.
“Opu Daeng Menambun bukan sekadar tokoh sejarah. Beliau adalah pemimpin visioner yang membawa nilai-nilai kearifan, persatuan, dan kemajuan. Penamaan pelabuhan dengan nama beliau akan menjadi pengingat abadi akan pentingnya keteladanan dalam membangun daerah,” ungkap Yuliansyah di hadapan para hadirin.
Menurutnya, pemberian nama tersebut tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap tokoh besar yang memiliki jasa besar dalam sejarah Kalimantan Barat. Ia juga menekankan pentingnya peran aktif warga KKSS dalam mendukung pembangunan daerah melalui kontribusi nyata di bidang sosial, ekonomi, hingga kebudayaan.
“Warga KKSS yang ada di Kalbar harus terus bersinergi dan berkontribusi dalam pembangunan. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton, tapi harus menjadi pelaku perubahan positif,” tegas Yuliansyah.
Selain memberikan sambutan, Yuliansyah juga mengajak seluruh masyarakat untuk menteladani nilai-nilai kepemimpinan dan perjuangan Opu Daeng Menambun yang dianggap relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama dalam memperkuat persatuan dan integrasi sosial di tengah keberagaman.
Rangkaian acara halal bihalal ini turut dimeriahkan dengan tausiyah kebangsaan, pertunjukan seni dan budaya, serta sesi ramah tamah antarwarga yang memperkuat rasa kekeluargaan lintas etnis di Kalimantan Barat.











